Free Test Ukomners
0 dari 50 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 50 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang KMB dengan keluhan sesak napas dan batuk berdahak. Hasil pengkajian: TD 130/80 mmHg, Frekuensi Nadi 88 x/menit, Frekuensi Napas 26 x/menit, Suhu 37,8 C. Terdengar suara ronkhi di lobus kanan bawah paru. Perawat akan melakukan tindakan fisioterapi dada. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan perawat?
Pembahasan: Sebelum melakukan fisioterapi dada (postural drainage, clapping, vibrating), perawat harus melakukan auskultasi kembali untuk memastikan lokasi penumpukan sekret secara tepat agar posisi postural drainage tidak salah.
Pembahasan: Sebelum melakukan fisioterapi dada (postural drainage, clapping, vibrating), perawat harus melakukan auskultasi kembali untuk memastikan lokasi penumpukan sekret secara tepat agar posisi postural drainage tidak salah.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang bedah dengan diagnosis ileus obstruktif. Pasien mengeluh mual dan muntah sejak 2 hari lalu. Hasil pengkajian: pasien tampak lemah, mata cowong, turgor kulit menurun, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit. Hasil lab: Kalium 2,9 mEq/L. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
Pembahasan: Berdasarkan data objektif (muntah, mata cowong, turgor menurun, hipotensi, takikardia, dan hipokalemia), pasien mengalami tanda klinis kekurangan volume cairan akibat kehilangan cairan aktif dari saluran cerna. Masalah prioritas utamanya adalah Hipovolemia.
Pembahasan: Berdasarkan data objektif (muntah, mata cowong, turgor menurun, hipotensi, takikardia, dan hipokalemia), pasien mengalami tanda klinis kekurangan volume cairan akibat kehilangan cairan aktif dari saluran cerna. Masalah prioritas utamanya adalah Hipovolemia.
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat dengan diagnosis Infark Miokard Akut (AMI). Pasien tiba-tiba mengeluh nyeri dada kiri menjalar ke bahu kiri berskala 8 (1-10) disertai keringat dingin. Hasil rekaman EKG menunjukkan adanya ST elevasi di lead V1-V4. Apakah tindakan kolaboratif segera yang harus dilakukan perawat?
Pembahasan: Pada pasien dengan nyeri dada khas infark miokard akut (MONA: Morphine, Oxygen, Nitroglycerin, Aspirin), pemberian Nitrogleserin (NTG) sublingual merupakan tindakan cepat untuk dilatasi arteri koroner dan mengurangi iskemia otot jantung serta meredakan nyeri dada.
Pembahasan: Pada pasien dengan nyeri dada khas infark miokard akut (MONA: Morphine, Oxygen, Nitroglycerin, Aspirin), pemberian Nitrogleserin (NTG) sublingual merupakan tindakan cepat untuk dilatasi arteri koroner dan mengurangi iskemia otot jantung serta meredakan nyeri dada.
Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di ruang stroke unit dengan Stroke Hemoragik. Hasil pengkajian didapatkan kesadaran somnolen, GCS E2M4V2, TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 64 x/menit, frekuensi napas 16 x/menit, kepala tampak ditinggikan 30 derajat. Apakah rasional utama dari pengaturan posisi kepala pasien tersebut?
Pembahasan: Posisi head up 30 derajat pada pasien stroke hemoragik bertujuan meningkatkan venous return (aliran darah balik vena dari kepala ke jantung) sehingga dapat menurunkan Tekanan Intra Kranial (TIK) dan mencegah edema serebral lebih lanjut.
Pembahasan: Posisi head up 30 derajat pada pasien stroke hemoragik bertujuan meningkatkan venous return (aliran darah balik vena dari kepala ke jantung) sehingga dapat menurunkan Tekanan Intra Kranial (TIK) dan mencegah edema serebral lebih lanjut.
Seorang laki-laki berusia 48 tahun dirawat dengan Diabetes Melitus tipe 2. Hasil pengkajian: terdapat luka gangren di kaki kanan berukuran 5×5 cm, dasar luka kuning bernanah, jaringan nekrotik (+). Hari ini perawat akan melakukan perawatan luka (perban). Setelah membuka balutan lama dan mengkaji luka, apakah langkah selanjutnya yang tepat dilakukan?
Pembahasan: Setelah membuka balutan lama dan mengkaji kondisi luka, langkah prosedural krusial berikutnya dalam perawatan luka gangren terinfeksi adalah membersihkan luka menggunakan cairan steril (NaCl 0,9%) sebelum melakukan nekrotomi (debridement).
Pembahasan: Setelah membuka balutan lama dan mengkaji kondisi luka, langkah prosedural krusial berikutnya dalam perawatan luka gangren terinfeksi adalah membersihkan luka menggunakan cairan steril (NaCl 0,9%) sebelum melakukan nekrotomi (debridement).
Seorang perempuan berusia 42 tahun dirawat dengan diagnosis Chronic Kidney Disease (CKD) stage V. Hasil pengkajian: edema anasarka, urin tampung 24 jam sebanyak 200 cc. TD 160/95 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit. Pasien mengeluh sesak napas. Pasien dijadwalkan menjalani hemodialisis esok hari. Apakah intervensi keperawatan mandiri yang paling ketat untuk dilakukan saat ini?
Pembahasan: Pasien CKD stadium akhir dengan oliguria ekstrem (200 cc/24 jam) dan edema anasarka berisiko tinggi mengalami kelebihan volume cairan yang memperberat sesak (edema paru). Manajemen mandiri utama adalah melakukan pembatasan (restriksi) cairan masuk secara ketat.
Pembahasan: Pasien CKD stadium akhir dengan oliguria ekstrem (200 cc/24 jam) dan edema anasarka berisiko tinggi mengalami kelebihan volume cairan yang memperberat sesak (edema paru). Manajemen mandiri utama adalah melakukan pembatasan (restriksi) cairan masuk secara ketat.
Seorang laki-laki berusia 36 tahun dirawat pasca operasi apendektomi hari ke-1. Hasil pengkajian: pasien mengeluh nyeri pada area luka operasi dengan skala 6 (1-10). Pasien tampak meringis dan memegangi perutnya saat bergerak, takut untuk miring kanan/kiri. TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit. Apakah intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah nyeri akut tersebut?
Pembahasan: Nyeri akut pasca operasi hari ke-1 umum terjadi. Salah satu teknik non-farmakologis mandiri keperawatan yang efektif, mudah, dan langsung merangsang sekresi endorfin untuk memblok nyeri adalah melatih teknik relaksasi napas dalam.
Pembahasan: Nyeri akut pasca operasi hari ke-1 umum terjadi. Salah satu teknik non-farmakologis mandiri keperawatan yang efektif, mudah, dan langsung merangsang sekresi endorfin untuk memblok nyeri adalah melatih teknik relaksasi napas dalam.
Seorang laki-laki berusia 24 tahun dirawat di ruang bedah dengan post-ORIF fraktur femur sinistra hari ke-3. Hasil pengkajian: luka operasi bersih dan tertutup rapat, bengkak minimal. Pasien mengeluh bosan berbaring. Perawat berencana melatih latihan isometrik otot kuadrisep fleksi ekstremitas bawah yang sakit. Apakah tujuan utama dari latihan tersebut?
Pembahasan: Latihan isometrik pada otot di area ekstremitas yang mengalami fraktur/pasca operasi bertujuan mempertahankan tonus otot dan mencegah terjadinya atrofi otot akibat imobilisasi lama tanpa mengubah panjang otot atau menggerakkan sendi secara berlebihan.
Pembahasan: Latihan isometrik pada otot di area ekstremitas yang mengalami fraktur/pasca operasi bertujuan mempertahankan tonus otot dan mencegah terjadinya atrofi otot akibat imobilisasi lama tanpa mengubah panjang otot atau menggerakkan sendi secara berlebihan.
Seorang perempuan berusia 30 tahun dibawa ke IGD karena mengalami luka bakar akibat tersiram air panas di area dada, seluruh lengan kanan, dan paha kanan depan. Berdasarkan rumus ‘Rule of Nines’, berapakah persentase total luas luka bakar pada pasien tersebut?
Pembahasan: Perhitungan Rule of Nines: Dada (9%), Seluruh Lengan Kanan (9%), Paha Kanan Depan (9%). Total persentase luas luka bakar = 9 + 9 + 9 = 27%.
Pembahasan: Perhitungan Rule of Nines: Dada (9%), Seluruh Lengan Kanan (9%), Paha Kanan Depan (9%). Total persentase luas luka bakar = 9 + 9 + 9 = 27%.
Seorang pasien laki-laki berusia 63 tahun dirawat pasca operasi katarak ekstraksi linear mata kanan 4 jam yang lalu. Perawat mengedukasi pasien agar menghindari posisi membungkuk, batuk mengejan, dan tidur miring ke arah kanan. Apakah rasional utama instruksi tersebut?
Pembahasan: Aktivitas seperti membungkuk terlalu rendah, mengejan, batuk kuat, serta posisi tidur miring menekan area operasi dapat memicu peningkatan tekanan intraokular (TIO) yang dapat merusak jahitan dan struktur lensa intraokular baru.
Pembahasan: Aktivitas seperti membungkuk terlalu rendah, mengejan, batuk kuat, serta posisi tidur miring menekan area operasi dapat memicu peningkatan tekanan intraokular (TIO) yang dapat merusak jahitan dan struktur lensa intraokular baru.
Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0, hamil 32 minggu datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. Perawat melakukan pemeriksaan palpasi abdomen menggunakan teknik Leopold. Pada pemeriksaan Leopold I, perawat meraba bagian bulat, lunak, dan tidak melenting di area fundus uteri. Apakah interpretasi dari bagian janin tersebut?
Pembahasan: Pada pemeriksaan palpasi Leopold I, karakteristik bagian janin yang bulat, lunak, dan tidak melenting/berdiri sendiri mengindikasikan bahwa bagian tersebut adalah bokong janin.
Pembahasan: Pada pemeriksaan palpasi Leopold I, karakteristik bagian janin yang bulat, lunak, dan tidak melenting/berdiri sendiri mengindikasikan bahwa bagian tersebut adalah bokong janin.
Seorang perempuan berusia 23 tahun datang ke poliklinik kandungan untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: pasien mengaku Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) jatuh pada tanggal 12 November 2025. Berdasarkan rumus Naegele, tanggal berapakah Hari Perkiraan Lahir (HPL) pasien tersebut?
Pembahasan: Rumus Naegele untuk HPHT bulan April – Desember: Hari + 7, Bulan – 3, Tahun + 1. Tanggal: 12 + 7 = 19. Bulan: 11 – 3 = 8 (Agustus). Tahun: 2025 + 1 = 2026. Maka HPL jatuh pada 19 Agustus 2026.
Pembahasan: Rumus Naegele untuk HPHT bulan April – Desember: Hari + 7, Bulan – 3, Tahun + 1. Tanggal: 12 + 7 = 19. Bulan: 11 – 3 = 8 (Agustus). Tahun: 2025 + 1 = 2026. Maka HPL jatuh pada 19 Agustus 2026.
Seorang perempuan berusia 28 tahun dirawat di ruang nifas pasca melahirkan anak pertama secara spontan 12 jam yang lalu. Hasil pengkajian: TD 120/80 mmHg, Suhu 37 C. Perawat melakukan pemeriksaan involusi uterus. Di manakah posisi normal Tinggi Fundus Uteri (TFU) untuk periode waktu tersebut?
Pembahasan: Pada periode 12 jam pasca persalinan normal, uterus berkontraksi dengan kuat dan posisi Tinggi Fundus Uteri (TFU) normalnya berada setinggi pusat atau 1-2 jari di bawah pusat.
Pembahasan: Pada periode 12 jam pasca persalinan normal, uterus berkontraksi dengan kuat dan posisi Tinggi Fundus Uteri (TFU) normalnya berada setinggi pusat atau 1-2 jari di bawah pusat.
Seorang bayi laki-laki baru lahir spontan di kamar bersalin. Hasil penilaian klinis 1 menit pertama: tubuh bayi kemerahan dengan ekstremitas biru, denyut jantung teraba 110 x/menit, menangis kuat dan bergerak aktif saat dirangsang, serta ekstremitas tampak fleksi sedikit. Berapakah nilai APGAR score pada bayi tersebut?
Pembahasan: Perhitungan APGAR Score: Appearance/Warna kulit = 1 (tubuh merah, kaki tangan biru); Pulse/Nadi = 2 (>100 x/m); Grimace/Refleks = 2 (menangis/batuk saat dirangsang); Activity/Tonus otot = 1 (fleksi sedikit); Respiration = 2 (menangis kuat). Total score: 1 + 2 + 2 + 1 + 2 = 8.
Pembahasan: Perhitungan APGAR Score: Appearance/Warna kulit = 1 (tubuh merah, kaki tangan biru); Pulse/Nadi = 2 (>100 x/m); Grimace/Refleks = 2 (menangis/batuk saat dirangsang); Activity/Tonus otot = 1 (fleksi sedikit); Respiration = 2 (menangis kuat). Total score: 1 + 2 + 2 + 1 + 2 = 8.
Seorang anak perempuan berusia 2 tahun 4 bulan dibawa ibunya ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembangnya. Perawat ingin menghitung berat badan ideal teoritis anak tersebut berdasarkan usia menggunakan rumus pertumbuhan anak normal (rumus Behrman). Berapakah BB ideal anak tersebut?
Pembahasan: Rumus BB ideal anak usia 1-6 tahun menurut Behrman: (Umur dalam tahun x 2) + 8. Usia anak dibulatkan menjadi 2 tahun. BB ideal = (2 x 2) + 8 = 12 kg.
Pembahasan: Rumus BB ideal anak usia 1-6 tahun menurut Behrman: (Umur dalam tahun x 2) + 8. Usia anak dibulatkan menjadi 2 tahun. BB ideal = (2 x 2) + 8 = 12 kg.
Seorang bayi perempuan berusia 2 bulan dibawa ibunya ke Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi rutin sesuai jadwal program nasional Kemenkes terbaru. Bayi telah mendapatkan suntikan imunisasi Hb0 saat lahir dan BCG serta Polio 1 pada usia 1 bulan. Apakah jenis imunisasi dasar yang harus diberikan saat ini?
Pembahasan: Sesuai jadwal imunisasi Kemenkes, anak usia 2 bulan wajib mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib kombinasi dosis ke-1, Polio tetes (OPV) dosis ke-2, serta imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dosis ke-1.
Pembahasan: Sesuai jadwal imunisasi Kemenkes, anak usia 2 bulan wajib mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib kombinasi dosis ke-1, Polio tetes (OPV) dosis ke-2, serta imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dosis ke-1.
Seorang bayi berusia 1 bulan dibawa ibunya ke Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi BCG. Perawat telah menyiapkan vaksin BCG yang telah diencerkan. Bagaimanakah rute suntikan dan sudut kemiringan jarum yang benar sesuai standar penyuntikan vaksin tersebut?
Pembahasan: Imunisasi BCG wajib diberikan melalui rute Intrakutan/Intradermal (IC), biasanya di area lengan kanan atas (deltoid), menggunakan jarum kecil dengan sudut kemiringan jarum antara 10-15 derajat hingga membentuk gelembung putih di kulit.
Pembahasan: Imunisasi BCG wajib diberikan melalui rute Intrakutan/Intradermal (IC), biasanya di area lengan kanan atas (deltoid), menggunakan jarum kecil dengan sudut kemiringan jarum antara 10-15 derajat hingga membentuk gelembung putih di kulit.
Seorang laki-laki berusia 27 tahun dirawat dengan keluhan demam tinggi disertai penurunan kesadaran somnolen. Perawat menduga pasien mengalami infeksi selaput otak (meningitis) dan akan melakukan pemeriksaan fisik tanda rangsang meningeal. Perawat memfleksikan sendi panggul pasien sebesar 90 derajat, lalu mencoba mengekstensikan sendi lutut. Saat lutut diekstensikan <135 derajat, pasien mengeluh nyeri hebat dan terdapat tahanan panggul. Apakah nama tanda pemeriksaan tersebut?
Pembahasan: Pemeriksaan tanda rangsang meningeal dengan memfleksikan panggul 90 derajat lalu mengekstensikan tungkai bawah di mana terdapat tahanan atau nyeri sebelum mencapai sudut 135 derajat disebut sebagai Tanda Kernig (Kernig Sign) Positif.
Pembahasan: Pemeriksaan tanda rangsang meningeal dengan memfleksikan panggul 90 derajat lalu mengekstensikan tungkai bawah di mana terdapat tahanan atau nyeri sebelum mencapai sudut 135 derajat disebut sebagai Tanda Kernig (Kernig Sign) Positif.
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke IGD dengan serangan asma akut. Hasil pengkajian: pasien mengeluh sesak napas berat, tidak mampu berbicara satu kalimat utuh, tampak gelisah, menggunakan otot bantu napas m. sternokleidomastoideus, terdengar mengi (wheezing) nyaring di seluruh lapang paru tanpa auskultasi. Frekuensi napas 32 x/menit, Nilai SpO2 terukur 90%. Apakah tindakan kolaboratif lini pertama yang wajib segera diberikan?
Pembahasan: Tata laksana darurat pertama untuk mengatasi bronkospasme akut pada serangan asma adalah pemberian bronkodilator kerja cepat (short-acting beta-2 agonist) seperti Salbutamol melalui inhalasi/nebulisasi, yang dikombinasikan dengan oksigen.
Pembahasan: Tata laksana darurat pertama untuk mengatasi bronkospasme akut pada serangan asma adalah pemberian bronkodilator kerja cepat (short-acting beta-2 agonist) seperti Salbutamol melalui inhalasi/nebulisasi, yang dikombinasikan dengan oksigen.
Seorang laki-laki berusia 28 tahun dirawat di ruang ortopedi pasca pemasangan gips sirkuler pada tungkai kanan bawah karena fraktur tibia tertutup 6 jam yang lalu. Pasien mengeluh nyeri hebat yang semakin meningkat dan tidak reda dengan analgetik. Hasil pengkajian: jari kaki kanan tampak pucat, dingin saat diraba, kesemutan (parestesia), nyeri saat jari kaki diekstensikan pasif, dan denyut nadi arteri dorsalis pedis teraba sangat lemah. Apakah komplikasi berbahaya yang sedang mengancam ekstremitas pasien?
Pembahasan: Tanda-tanda klasik 5P (Pain berlebih, Pallor/pucat, Parestesia/kesemutan, Pulselessness/nadi melemah, Paralisis) pasca pemasangan gips ketat atau trauma fraktur tertutup menandakan terjadinya iskemia jaringan akibat peningkatan tekanan di dalam ruang tertutup otot, yang disebut Sindrom Kompartemen.
Pembahasan: Tanda-tanda klasik 5P (Pain berlebih, Pallor/pucat, Parestesia/kesemutan, Pulselessness/nadi melemah, Paralisis) pasca pemasangan gips ketat atau trauma fraktur tertutup menandakan terjadinya iskemia jaringan akibat peningkatan tekanan di dalam ruang tertutup otot, yang disebut Sindrom Kompartemen.
Seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di RS Jiwa karena mengurung diri di kamar sejak di-PHK dari pekerjaannya. Hasil pengkajian perawat: pasien tampak sering menunduk, menolak menatap mata perawat saat diajak bicara, berbicara pelan, lirih, dan menyatakan dirinya adalah orang bodoh yang tidak berguna. Apakah intervensi tindakan utama pertama (SP 1) yang tepat?
Pembahasan: Strategi Pelaksanaan (SP) 1 untuk pasien Harga Diri Rendah Kronis/Situasional adalah mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, dan memilih satu kemampuan untuk dilatih.
Pembahasan: Strategi Pelaksanaan (SP) 1 untuk pasien Harga Diri Rendah Kronis/Situasional adalah mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, dan memilih satu kemampuan untuk dilatih.
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di RS Jiwa. Saat perawat melakukan observasi di ruang rawat, pasien tampak konstan duduk menyendiri di pojok ruangan, menolak mengikuti aktivitas terapi kelompok, ekspresi wajah datar/sedih, dan jika didekati perawat, ia langsung memalingkan muka serta tidak mau merespons ucapan perawat. Apakah masalah keperawatan utama yang dialami?
Pembahasan: Tanda klinis menarik diri dari interaksi sosial, menyendiri, tidak mau berkomunikasi (afek datar/tumpul), dan menghindari kontak mata merupakan indikator utama dari diagnosis keperawatan Isolasi Sosial.
Pembahasan: Tanda klinis menarik diri dari interaksi sosial, menyendiri, tidak mau berkomunikasi (afek datar/tumpul), dan menghindari kontak mata merupakan indikator utama dari diagnosis keperawatan Isolasi Sosial.
Seorang perempuan berusia 28 tahun dirawat di RS Jiwa karena sering berteriak-teriak histeris ketakutan sendirian. Saat dikaji, pasien menyatakan ia sangat sering mendengar suara laki-laki misterius yang mengancam akan membunuhnya, padahal tidak ada siapa-siapa di sekitar. Pasien tampak panik dan menutup telinganya. Apakah tindakan keperawatan utama (SP 1 Halusinasi) yang harus dilatih perawat?
Pembahasan: Strategi Pelaksanaan (SP) 1 untuk pasien gangguan persepsi sensori halusinasi meliputi: membantu pasien mengenali halusinasi (isi, waktu, frekuensi, situasi pencetus, respon), dan melatih cara mengontrol halusinasi dengan metode Menghardik.
Pembahasan: Strategi Pelaksanaan (SP) 1 untuk pasien gangguan persepsi sensori halusinasi meliputi: membantu pasien mengenali halusinasi (isi, waktu, frekuensi, situasi pencetus, respon), dan melatih cara mengontrol halusinasi dengan metode Menghardik.
Saat melakukan kunjungan ke sebuah keluarga, perawat menemukan seorang bapak berusia 55 tahun mengalami batuk berdarah sejak 2 minggu lalu disertai penurunan berat badan. Namun, kepala keluarga menganggap itu hanya batuk biasa karena merokok dan tidak perlu diperiksakan. Apakah fungsi tugas kesehatan keluarga yang belum terpenuhi pada kasus tersebut?
Pembahasan: Sikap keluarga yang mengabaikan gejala penyakit serius dan menganggapnya sebagai hal biasa menandakan ketidakmampuan keluarga dalam fungsi tugas kesehatan yang pertama, yaitu: Mengenal masalah kesehatan anggota keluarga.
Pembahasan: Sikap keluarga yang mengabaikan gejala penyakit serius dan menganggapnya sebagai hal biasa menandakan ketidakmampuan keluarga dalam fungsi tugas kesehatan yang pertama, yaitu: Mengenal masalah kesehatan anggota keluarga.
Sebuah keluarga terdiri dari sepasang suami istri yang baru saja dikaruniai seorang anak bayi perempuan berusia 3 bulan. Suami istri tersebut mengeluh sering kelelahan karena harus terbangun malam hari mengurus bayinya dan merasa waktu intim berdua berkurang drastis. Apakah tahapan perkembangan keluarga yang sedang dijalani?
Pembahasan: Tahap perkembangan keluarga dengan kelahiran anak pertama sampai anak berusia 30 bulan disebut Tahap II: Keluarga Menanti Kelahiran Anak / Childbearing (Keluarga dengan Kelahiran Anak Pertama).
Pembahasan: Tahap perkembangan keluarga dengan kelahiran anak pertama sampai anak berusia 30 bulan disebut Tahap II: Keluarga Menanti Kelahiran Anak / Childbearing (Keluarga dengan Kelahiran Anak Pertama).
Seorang perawat keluarga sedang melakukan skoring prioritas masalah keperawatan pada diagnosis Defisit Nutrisi. Saat menilai kriteria ‘Sifat Masalah’, perawat menetapkan bahwa masalah tersebut merupakan kondisi ‘Ancaman Kesehatan’ (Threat). Berapakah skor mentah (skor) yang didapatkan untuk kriteria tersebut sebelum dibagi pembanding?
Pembahasan: Skoring Bailon & Maglaya untuk kriteria Sifat Masalah: Aktual/Tidak Sehat (skor 3); Ancaman Kesehatan (skor 2); Keadaan Sejahtera/Wellness (skor 1). Nilai pembandingnya adalah 3. Maka skor mentahnya adalah 2.
Pembahasan: Skoring Bailon & Maglaya untuk kriteria Sifat Masalah: Aktual/Tidak Sehat (skor 3); Ancaman Kesehatan (skor 2); Keadaan Sejahtera/Wellness (skor 1). Nilai pembandingnya adalah 3. Maka skor mentahnya adalah 2.
Keluarga dengan lansia penderita pasca stroke imobilisasi. Hasil pengkajian perawat: lansia terbaring konstan di kasur, terdapat luka dekubitus kemerahan di area bokong, keluarga menyatakan jarang merubah posisi tidur lansia karena sibuk bekerja dan tidak tahu cara memiringkan tubuh lansia. Apakah fungsi tugas kesehatan keluarga yang terganggu?
Pembahasan: Ketidakmampuan memberikan tindakan perawatan fisik langsung yang tepat bagi anggota keluarga yang sakit (seperti mobilisasi miring kanan-kiri mencegah dekubitus) menunjukkan kegagalan Tugas Kesehatan Keluarga ke-3: Merawat anggota keluarga yang sakit.
Pembahasan: Ketidakmampuan memberikan tindakan perawatan fisik langsung yang tepat bagi anggota keluarga yang sakit (seperti mobilisasi miring kanan-kiri mencegah dekubitus) menunjukkan kegagalan Tugas Kesehatan Keluarga ke-3: Merawat anggota keluarga yang sakit.
Kunjungan rumah perawat pada keluarga dengan anak usia sekolah (9 tahun) penderita asma bronkial. Ibu mengeluh serangan sesak napas anak sering kambuh mendadak terutama pada malam hari atau saat bermain di lantai yang berdebu karpet. Apakah intervensi utama tugas keperawatan keluarga untuk mengontrol kekambuhan?
Pembahasan: Pilar utama manajemen asma di keluarga adalah mengidentifikasi dan menghindari faktor pencetus (allergen) spesifik seperti debu, bulu binatang, udara dingin, atau karpet berdebu guna mencegah inflamasi jalan napas.
Pembahasan: Pilar utama manajemen asma di keluarga adalah mengidentifikasi dan menghindari faktor pencetus (allergen) spesifik seperti debu, bulu binatang, udara dingin, atau karpet berdebu guna mencegah inflamasi jalan napas.
Seorang perawat gerontik memberikan edukasi kesehatan di panti wreda. Perawat menjelaskan bahwa tubuh manusia dianalogikan seperti mesin yang lambat laun akan mengalami kerusakan komponen struktural akibat akumulasi stres penggunaan fungsional harian dan paparan toksin lingkungan sepanjang hidup. Apakah nama teori penuaan biologis tersebut?
Pembahasan: Teori Biologis Menua jenis Wear and Tear Theory (Teori Keausan) menyatakan bahwa sel dan jaringan tubuh mengalami kerusakan progresif akibat penggunaan terus menerus, stres harian, dan akumulasi trauma mekanis seiring waktu.
Pembahasan: Teori Biologis Menua jenis Wear and Tear Theory (Teori Keausan) menyatakan bahwa sel dan jaringan tubuh mengalami kerusakan progresif akibat penggunaan terus menerus, stres harian, dan akumulasi trauma mekanis seiring waktu.
Seorang perawat mengkaji kemandirian lansia perempuan berusia 72 tahun di panti wreda menggunakan instrumen indeks kemandirian katz (Katz Index). Hasil pemeriksaan: lansia mampu melakukan aktivitas mandi sendiri, berpakaian tanpa bantuan, ke toilet sendiri, mampu berpindah dari tempat tidur ke kursi mandiri, memiliki kendali penuh eliminasi (kontinen), dan mampu menyuap makanan sendiri ke mulut tanpa disuapi. Apakah klasifikasi Katz Index lansia tersebut?
Pembahasan: Berdasarkan skala Katz Index, jika lansia mandiri penuh dalam 6 fungsi aktivitas kehidupan sehari hari (mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah, kontinen BAB/BAK, dan makan), maka diklasifikasikan sebagai Katz Index A (Mandiri penuh).
Pembahasan: Berdasarkan skala Katz Index, jika lansia mandiri penuh dalam 6 fungsi aktivitas kehidupan sehari hari (mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah, kontinen BAB/BAK, dan makan), maka diklasifikasikan sebagai Katz Index A (Mandiri penuh).
Seorang Kepala Ruangan (Karu) bedah memimpin rapat bulanan untuk menyusun SOP pencegahan plebitis baru. Karu meminta masukan ide, memfasilitasi diskusi terbuka antar perawat pelaksana, dan mengambil keputusan akhir berdasarkan musyawarah mufakat mufakat kelompok. Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan Karu?
Pembahasan: Gaya kepemimpinan yang menghargai masukan bawahan, melibatkan staf dalam pengambilan keputusan melalui diskusi, serta mengutamakan musyawarah kelompok disebut Gaya Kepemimpinan Demokratis.
Pembahasan: Gaya kepemimpinan yang menghargai masukan bawahan, melibatkan staf dalam pengambilan keputusan melalui diskusi, serta mengutamakan musyawarah kelompok disebut Gaya Kepemimpinan Demokratis.
Seorang Kepala Bidang Keperawatan sedang menyusun draf rencana strategis jangka pendek (renstra) rumah sakit, meliputi target pencapaian angka kepuasan pasien, anggaran pelatihan perawat, dan jadwal audit internal tahun 2027. Apakah fungsi manajemen keperawatan yang sedang dijalankan?
Pembahasan: Aktivitas menyusun target, tujuan, program kerja, renstra, kebijakan, anggaran, dan jadwal kerja di masa depan merupakan perwujudan dari Fungsi Perencanaan (Planning).
Pembahasan: Aktivitas menyusun target, tujuan, program kerja, renstra, kebijakan, anggaran, dan jadwal kerja di masa depan merupakan perwujudan dari Fungsi Perencanaan (Planning).
Seorang pasien laki-laki berusia 42 tahun dirawat di IGD akibat cedera kepala berat dengan edema serebral masif (TIK meningkat). Dokter menginstruksikan pemberian infus osmotik diuretik Manitol 20% dosis cepat. Manakah hasil pemeriksaan laboratorium kontraindikasi utama yang wajib diperhatikan perawat sebelum mengguyur manitol?
Pembahasan: Manitol merupakan diuretik osmotik kuat yang mengekskresikan air via ginjal secara masif. Kontraindikasi mutlak penggunaannya adalah kondisi gagal ginjal akut (anuria berat), edema paru akut, dan kondisi dehidrasi osmotik plasma ekstrem (osmolalitas serum > 320 mOsm/kg).
Pembahasan: Manitol merupakan diuretik osmotik kuat yang mengekskresikan air via ginjal secara masif. Kontraindikasi mutlak penggunaannya adalah kondisi gagal ginjal akut (anuria berat), edema paru akut, dan kondisi dehidrasi osmotik plasma ekstrem (osmolalitas serum > 320 mOsm/kg).
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke IGD dengan kondisi amputasi traumatik parsial pada pergelangan tangan kiri akibat kecelakaan mesin pabrik. Potongan organ tangan yang terputus dibawa oleh rekan kerjanya. Bagaimanakah cara perawat IGD mengamankan dan mengawetkan potongan organ tersebut agar sirkulasi jaringannya tetap vital untuk re-implantasi?
Pembahasan: Prosedur pengawetan organ amputasi traumatik yang benar adalah: bersihkan organ dengan NaCl, bungkus dengan kassa steril, masukkan ke dalam kantong plastik kedap air, lalu masukkan kantong tersebut ke dalam wadah berisi campuran air dan es batu (bukan menempelkan es langsung ke organ).
Pembahasan: Prosedur pengawetan organ amputasi traumatik yang benar adalah: bersihkan organ dengan NaCl, bungkus dengan kassa steril, masukkan ke dalam kantong plastik kedap air, lalu masukkan kantong tersebut ke dalam wadah berisi campuran air dan es batu (bukan menempelkan es langsung ke organ).
Perawat komunitas mengevaluasi program pemicuan STOP BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di wilayah RW 04 setelah 3 bulan berjalan. Hasil menunjukkan terdapat penurunan angka diare sebesar 40% dan terbentuknya 25 unit jamban sehat baru buatan mandiri warga. Apakah jenis indikator evaluasi yang dinilai perawat?
Pembahasan: Evaluasi hasil (outcome/efektivitas) menilai perubahan nyata pada status kesehatan populasi (penurunan angka diare) serta perubahan kondisi lingkungan (adanya jamban baru) pasca pelaksanaan intervensi.
Pembahasan: Evaluasi hasil (outcome/efektivitas) menilai perubahan nyata pada status kesehatan populasi (penurunan angka diare) serta perubahan kondisi lingkungan (adanya jamban baru) pasca pelaksanaan intervensi.
Seorang perawat komunitas mengaplikasikan model konseptual keperawatan Betty Neuman saat mengkaji wilayah terdampak banjir bandang. Perawat menganalisis mekanisme pertahanan sediaan komunitas berupa gotong royong, ketersediaan posko obat, dan dapur umum penunjang stabilitas sistem dari hantaman stresor banjir. Apakah nama struktur garis pertahanan yang dinilai tersebut?
Pembahasan: Dalam Neuman Systems Model, sistem pertahanan atau koping komunitas sediaan yang langsung aktif mempertahankan kestabilan sistem dari ancaman stresor lingkungan disebut sebagai Garis Pertahanan Normal (Normal Line of Defense).
Pembahasan: Dalam Neuman Systems Model, sistem pertahanan atau koping komunitas sediaan yang langsung aktif mempertahankan kestabilan sistem dari ancaman stresor lingkungan disebut sebagai Garis Pertahanan Normal (Normal Line of Defense).
Seorang perawat melakukan pemeriksaan taktil fremitus (fremitus vokal) pada punggung pasien dengan diagnosis Pneumonia Lobaris kanan bawah. Perawat meletakkan kedua telapak tangannya di punggung pasien dan meminta pasien mengucapkan kata ‘sembilan sembilan’. Bagaimanakah karakteristik getaran vibrasi fremitus pada area lobus paru yang mengalami konsolidasi/pneumonia tersebut?
Pembahasan: Jaringan paru yang mengalami konsolidasi (pemadatan eksudat/pus) pada pneumonia bersifat menghantarkan getaran suara lebih baik daripada paru berisi udara normal. Maka getaran taktil fremitus akan Teraba Meningkat/Lebih Kuat pada area sakit.
Pembahasan: Jaringan paru yang mengalami konsolidasi (pemadatan eksudat/pus) pada pneumonia bersifat menghantarkan getaran suara lebih baik daripada paru berisi udara normal. Maka getaran taktil fremitus akan Teraba Meningkat/Lebih Kuat pada area sakit.
Seorang laki-laki berusia 68 tahun dirawat dengan diagnosis Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Pasien mengeluh perut bawahnya sangat nyeri, tegang, kencang, dan tidak bisa kencing sejak tadi pagi. Hasil palpasi kandung kemih: terdapat distensi suprapubik yang nyata (kandung kemih penuh menonjol). Apakah intervensi mandiri keperawatan darurat utama pelonggaran saluran?
Pembahasan: Kondisi retensi urine akut akibat sumbatan mekanis hiperplasia prostat membutuhkan pengosongan kandung kemih segera untuk mencegah cedera refluks ginjal dan meredakan nyeri hebat. Tindakan prioritas utamanya adalah pemasangan Kateter Urine Menetap (foley catheter).
Pembahasan: Kondisi retensi urine akut akibat sumbatan mekanis hiperplasia prostat membutuhkan pengosongan kandung kemih segera untuk mencegah cedera refluks ginjal dan meredakan nyeri hebat. Tindakan prioritas utamanya adalah pemasangan Kateter Urine Menetap (foley catheter).
Seorang perawat memberikan edukasi langkah tindakan skrining mandiri deteksi kanker payudara (SADARI) pada sekelompok kader wanita. Perawat menjelaskan penentuan jadwal waktu pelaksanaan rutin bulanan terbaik. Kapanakah waktu yang paling tepat dan akurat disarankan perawat bagi wanita yang masih mengalami menstruasi teratur?
Pembahasan: Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bagi wanita dengan siklus haid teratur adalah hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama haid, karena pada fase ini pengaruh hormon estrogen minimum sehingga payudara dalam kondisi paling lunak dan tidak bengkak.
Pembahasan: Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bagi wanita dengan siklus haid teratur adalah hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama haid, karena pada fase ini pengaruh hormon estrogen minimum sehingga payudara dalam kondisi paling lunak dan tidak bengkak.
Seorang perawat sedang melakukan tindakan penghisapan lendir (suctioning) pada pasien yang terpasang ventilator mekanik via Endotracheal Tube (ETT). Perawat memasukkan kateter suction tanpa mengaktifkan tekanan negatif. Apakah batasan durasi waktu maksimal penghisapan (suctioning) yang aman dilakukan setiap kali memasukkan kateter guna mencegah hipoksia sekunder?
Pembahasan: Prosedur penghisapan sekret (suctioning) jalan napas buatan (ETT/Trakeostomi) dibatasi durasi waktu maksimalnya antara 10 s.d 15 detik hantaman vakum. Melakukan penghisapan >15 detik berisiko tinggi memicu hipoksia parah, spasme laring, hingga bradikardia refleks vagal.
Pembahasan: Prosedur penghisapan sekret (suctioning) jalan napas buatan (ETT/Trakeostomi) dibatasi durasi waktu maksimalnya antara 10 s.d 15 detik hantaman vakum. Melakukan penghisapan >15 detik berisiko tinggi memicu hipoksia parah, spasme laring, hingga bradikardia refleks vagal.
Perawat menggambar peta silsilah keluarga (Genogram) tiga generasi dalam lembar pengkajian keluarga. Perawat menggambar garis putus-putus pendek yang menghubungkan lambang lingkaran (istri) dan kotak (suami). Apakah makna simbolik dari garis putus-putus horizontal tersebut?
Pembahasan: Dalam pembuatan standar genogram kesehatan keluarga, garis solid/lurus horizontal menghubungkan pasangan suami istri sah, sedangkan garis putus-putus horizontal melambangkan hubungan perceraian/pisang ranjang (divorce/separation).
Pembahasan: Dalam pembuatan standar genogram kesehatan keluarga, garis solid/lurus horizontal menghubungkan pasangan suami istri sah, sedangkan garis putus-putus horizontal melambangkan hubungan perceraian/pisang ranjang (divorce/separation).
Perawat mengkaji silsilah sebuah keluarga bentukan baru. Hasil wawancara: keluarga terdiri dari suami (duda dengan membawa satu anak kandung dari pernikahan pertama) dan istri (janda dengan membawa dua anak kandung dari pernikahan pertama) yang memutuskan menikah resmi dan tinggal serumah. Apakah tipe struktur keluarga ini?
Pembahasan: Tipe keluarga bentukan baru yang terdiri dari pasangan suami istri yang masing-masing atau salah satunya pernah menikah sebelumnya dan membawa anak kandung dari pernikahan masa lalu mereka disebut Keluarga Bentukan Baru (Blended Family / Stepfamily).
Pembahasan: Tipe keluarga bentukan baru yang terdiri dari pasangan suami istri yang masing-masing atau salah satunya pernah menikah sebelumnya dan membawa anak kandung dari pernikahan masa lalu mereka disebut Keluarga Bentukan Baru (Blended Family / Stepfamily).
Komite Keperawatan Rumah Sakit melakukan verifikasi berkas keaslian ijazah, STR, sertifikat kompetensi, serta melakukan uji kompetensi klinis pada para perawat baru sebelum menerbitkan Surat Penugasan Klinis (SPK) dan Rincian Kewenangan Klinis (RKK). Apakah nama proses manajemen ketenagaan tersebut?
Pembahasan: Kredensial (Credentialing) adalah proses evaluasi profesional terhadap tenaga keperawatan (meliputi verifikasi dokumen dan uji kompetensi) untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis di RS.
Pembahasan: Kredensial (Credentialing) adalah proses evaluasi profesional terhadap tenaga keperawatan (meliputi verifikasi dokumen dan uji kompetensi) untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis di RS.
Sekelompok perawat pelaksana bersama Ketua Tim dan Kepala Ruangan berkumpul di ruang pertemuan selama 60 menit untuk mendiskusikan masalah aktual penatalaksanaan kasus pasien phlebitis berulang di ruangan. Diskusi berjalan dengan prinsip refleksi diri, tidak menyalahkan, dan bertujuan meningkatkan mutu asuhan berdasarkan jurnal Evidence-Based Nursing. Apakah metode manajemen yang dijalankan?
Pembahasan: Refleksi Diskusi Kasus (RDK) adalah metode diskusi kelompok terstruktur bagi perawat untuk merefleksikan pengalaman klinis nyata secara kritis guna meningkatkan pemecahan masalah dan kepatuhan standar asuhan.
Pembahasan: Refleksi Diskusi Kasus (RDK) adalah metode diskusi kelompok terstruktur bagi perawat untuk merefleksikan pengalaman klinis nyata secara kritis guna meningkatkan pemecahan masalah dan kepatuhan standar asuhan.
Saat melakukan resusitasi jantung paru, monitor EKG defibrilator eksternal menganalisis irama jantung korban henti jantung dan menampilkan gambaran grafik Ventrikel Fibrilasi (VF) kasar. Tindakan prioritas utama apakah yang harus segera dikerjakan perawat?
Pembahasan: Irama henti jantung terbagi menjadi shockable (dapat dikorosi kejut listrik) dan non-shockable. Ventrikel Fibrilasi (VF) dan Pulseless Ventricular Tachycardia (VT tanpa nadi) adalah irama shockable yang memerlukan tindakan pemberian kejut listrik (Defibrilasi/Asynchronous Shock) segera.
Pembahasan: Irama henti jantung terbagi menjadi shockable (dapat dikorosi kejut listrik) dan non-shockable. Ventrikel Fibrilasi (VF) dan Pulseless Ventricular Tachycardia (VT tanpa nadi) adalah irama shockable yang memerlukan tindakan pemberian kejut listrik (Defibrilasi/Asynchronous Shock) segera.
Seorang pasien datang dengan keluhan deformitas kaku patah patah terbuka pada tulang lengan bawah kiri (fraktur radius-ulna terbuka) akibat kecelakaan. Tampak ujung fragmen tulang menyembul keluar disertai perdarahan aktif menetes masif. Apakah tindakan penanganan awal perimeter pembidangan yang benar?
Pembahasan: Penanganan awal fraktur terbuka dengan perdarahan adalah hentikan perdarahan menggunakan balut tekan steril, dilarang keras memasukkan kembali fragmen tulang yang keluar ke dalam kulit, lalu pasang bidai fiksasi imobilisasi mencakup 2 sendi.
Pembahasan: Penanganan awal fraktur terbuka dengan perdarahan adalah hentikan perdarahan menggunakan balut tekan steril, dilarang keras memasukkan kembali fragmen tulang yang keluar ke dalam kulit, lalu pasang bidai fiksasi imobilisasi mencakup 2 sendi.
Perawat melakukan skrining mobilitas fisik dan prediksi risiko jatuh pada lansia menggunakan uji fungsional motorik dinamis: lansia diminta berdiri dari kursi tanpa sandaran tangan, berjalan lurus sejauh 3 meter, berbalik arah, berjalan kembali, lalu duduk. Waktu tempuh diukur menggunakan stopwatch. Apakah nama instrumen pengkajian gerontik tersebut?
Pembahasan: Prosedur klinis evaluasi keseimbangan dinamis dan risiko jatuh dengan mengukur kecepatan waktu berdiri-berjalan 3 meter-duduk kembali secara standar dinamakan Timed Up and Go (TUG) Test.
Pembahasan: Prosedur klinis evaluasi keseimbangan dinamis dan risiko jatuh dengan mengukur kecepatan waktu berdiri-berjalan 3 meter-duduk kembali secara standar dinamakan Timed Up and Go (TUG) Test.
Perawat memberikan penyuluhan kesehatan mengenai proses penuaan biologis pada lansia. Perawat menjelaskan bahwa penuaan terjadi akibat akumulasi molekul oksigen tidak stabil dan sangat reaktif yang merusak membran sel, DNA, dan protein kolagen organ seiring bertambahnya usia, yang dapat dicegah dengan asupan antioksidan. Apakah teori biologi menua yang dimaksud?
Pembahasan: Teori penuaan biologi yang menyatakan bahwa kerusakan seluler akumulatif disebabkan oleh molekul sampingan metabolisme oksigen yang kehilangan elektron (tidak stabil) disebut Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory).
Pembahasan: Teori penuaan biologi yang menyatakan bahwa kerusakan seluler akumulatif disebabkan oleh molekul sampingan metabolisme oksigen yang kehilangan elektron (tidak stabil) disebut Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory).
Perawat komunitas memberikan suntikan Imunisasi Campak-Rubella (MR) massal pada kelompok anak usia sekolah dasar di wilayah binaan untuk mencegah terjadinya penularan epidemi infeksi virus campak secara luas di komunitas. Termasuk tingkat pencegahan manakah tindakan perawat tersebut?
Pembahasan: Tindakan pencegahan yang dilakukan sebelum penyakit terjadi (fase pre-patogenesis) melalui perlindungan spesifik (seperti imunisasi/vaksinasi) atau promosi kesehatan diklasifikasikan sebagai Pencegahan Primer (Primary Prevention).
Pembahasan: Tindakan pencegahan yang dilakukan sebelum penyakit terjadi (fase pre-patogenesis) melalui perlindungan spesifik (seperti imunisasi/vaksinasi) atau promosi kesehatan diklasifikasikan sebagai Pencegahan Primer (Primary Prevention).
Perawat komunitas mengevaluasi keberhasilan program pembentukan posyandu lansia ‘Sehat Mandiri’ di desa binaan setelah 6 bulan berjalan. Manakah indikator luaran (outcome) utama yang paling valid untuk menilai efektivitas keberhasilan program kesehatan agregat tersebut?
Pembahasan: Indikator luaran utama keberhasilan program pelayanan komunitas dinilai dari tingkat partisipasi/cakupan kehadiran target populasi (lansia yang rutin datang ke posyandu $\ge 80\%$) serta adanya tren perbaikan status kesehatan (penurunan komplikasi penyakit lansia).
Pembahasan: Indikator luaran utama keberhasilan program pelayanan komunitas dinilai dari tingkat partisipasi/cakupan kehadiran target populasi (lansia yang rutin datang ke posyandu $\ge 80\%$) serta adanya tren perbaikan status kesehatan (penurunan komplikasi penyakit lansia).