TO-3 Ukomners
0 dari 180 pertanyaan telah diselesaikan
Pertanyaan:
PETUNJUK:
Selamat Belajar !
Sudah dikerjakan
Kuis sedang loading...
Anda harus masuk atau mendaftar untuk memulai kuis.
Anda harus menyelesaikan kuis dibawah ini, untuk memulai kuis ini:
0 dari 180 pertanyaan terjawab dengan benar
Waktu Anda:
Waktu yang telah berlalu
Anda mendapatkan 0 poin dari total 0 poin, (0)
| Nilai rata-rata |
|
| Nilai Anda |
|
| No. | Nama | Masuk ke | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Tabel sedang loading | ||||
| Data tidak tersedia | ||||
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang KMB dengan keluhan pusing, badan terasa lemas, dan cepat lelah saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis dan sklera ikterik. Hasil laboratorium menunjukkan kadar Hemoglobin (Hb) didapatkan 6,2 g/dL. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang paling akurat untuk menentukan jenis anemia pada pasien tersebut?
Pembahasan: Untuk menegakkan diagnosis spesifik dan jenis penyebab anemia (apakah defisiensi besi, aplastik, atau hemolitik) setelah ditemukan kadar Hb sangat rendah (Anemia Gravis), pemeriksaan baku emas lanjutan yang diperlukan adalah Analisis Apusan Darah Tepi atau Aspirasi Sumsum Tulang (Bone Marrow Puncture).
Pembahasan: Untuk menegakkan diagnosis spesifik dan jenis penyebab anemia (apakah defisiensi besi, aplastik, atau hemolitik) setelah ditemukan kadar Hb sangat rendah (Anemia Gravis), pemeriksaan baku emas lanjutan yang diperlukan adalah Analisis Apusan Darah Tepi atau Aspirasi Sumsum Tulang (Bone Marrow Puncture).
Seorang pasien laki-laki berusia 38 tahun dirawat di ruang saraf dengan diagnosis Cedera Kepala Sedang (CKS). Hasil pengkajian: kesadaran somnolen, GCS 11, mengeluh pusing hebat, dan sempat muntah proyektil 1 kali. Manakah intervensi keperawatan mandiri yang paling tepat untuk mencegah terjadinya peningkatan Tekanan Intra Kranial (TIK)?
Pembahasan: Intervensi mandiri keperawatan utama untuk memfasilitasi venous return dari serebral ke jantung guna meminimalkan kongesti dan mencegah peningkatan TIK adalah mengatur posisi kepala tempat tidur ditinggikan 15-30 derajat (head up) dengan posisi leher netral (tidak fleksi/rotasi).
Pembahasan: Intervensi mandiri keperawatan utama untuk memfasilitasi venous return dari serebral ke jantung guna meminimalkan kongesti dan mencegah peningkatan TIK adalah mengatur posisi kepala tempat tidur ditinggikan 15-30 derajat (head up) dengan posisi leher netral (tidak fleksi/rotasi).
Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiri hebat yang menjalar ke lengan kiri dan rahang bawah semenjak 1 jam lalu. Nyeri dirasakan menetap dan terasa seperti tertindih beban berat. Hasil EKG menunjukkan adanya ST Elevasi pada lead V1-V4. Apakah komponen pengkajian nyeri PQRST yang menggambarkan karakteristik penjalaran nyeri dada tersebut?
Pembahasan: Dalam metode pengkajian nyeri PQRST, komponen ‘R’ (Region/Radiation) merujuk pada lokasi anatomi tempat nyeri dirasakan serta ke mana arah penjalaran (radiasi) nyeri tersebut terjadi.
Pembahasan: Dalam metode pengkajian nyeri PQRST, komponen ‘R’ (Region/Radiation) merujuk pada lokasi anatomi tempat nyeri dirasakan serta ke mana arah penjalaran (radiasi) nyeri tersebut terjadi.
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat dengan diagnosis Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Pasien mengeluh sulit berkemih, pancaran urine melemah, mengejan saat berkemih, dan urine sering menetes di akhir. Pada palpasi suprapubik teraba distensi kandung kemih yang tegang. Apakah tindakan kolaboratif prioritas utama yang harus dilakukan?
Pembahasan: Penumpukan urine akibat obstruksi prostat mekanis menyebabkan retensi urine akut yang memicu distensi kandung kemih dan risiko cedera ginjal. Tindakan segera dan mendesak untuk mengosongkan urin adalah pemasangan kateter foley menetap.
Pembahasan: Penumpukan urine akibat obstruksi prostat mekanis menyebabkan retensi urine akut yang memicu distensi kandung kemih dan risiko cedera ginjal. Tindakan segera dan mendesak untuk mengosongkan urin adalah pemasangan kateter foley menetap.
Seorang pasien terpasang selang dada WSD sistem dua botol akibat Efusi Pleura masif kanan. Saat pasien melakukan pernapasan (inspirasi dan ekspirasi), perawat mengamati adanya naik-turunnya (undulasi) permukaan cairan secara konsisten pada selang kontrol botol WSD. Apakah interpretasi klinis dari temuan perawat tersebut?
Pembahasan: Adanya naik-turunnya atau fluktuasi cairan (undulasi) pada selang botol WSD yang sinkron dengan pola pernapasan pasien menandakan bahwa sistem WSD berfungsi dengan baik, paten, dan tidak mengalami sumbatan/kolaps.
Pembahasan: Adanya naik-turunnya atau fluktuasi cairan (undulasi) pada selang botol WSD yang sinkron dengan pola pernapasan pasien menandakan bahwa sistem WSD berfungsi dengan baik, paten, dan tidak mengalami sumbatan/kolaps.
Seorang perempuan berusia 58 tahun dengan riwayat Diabetes Melitus tipe 2 selama 10 tahun dirawat karena luka pada telapak kaki kanan. Hasil pengkajian: luka meluas hingga mengenai jaringan subkutan, otot, dan tendon, tampak dasar luka kemerahan bercampur slough, jaringan nekrotik (+), namun belum mencapai struktur tulang. Menurut klasifikasi klasifikasi derajat luka Wagner, berada pada grade berapakah ulkus tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi Ulkus Diabetikum menurut Wagner: Grade 0 (Tidak ada luka terbuka); Grade 1 (Ulkus superfisial); Grade 2 (Ulkus dalam mengenai otot/tendon/kapsul sendi tanpa mengenai tulang); Grade 3 (Ulkus dalam disertai osteomielitis/abses tulang). Karena mengenai tendon/otot tapi belum kena tulang, maka termasuk Grade 2.
Pembahasan: Klasifikasi Ulkus Diabetikum menurut Wagner: Grade 0 (Tidak ada luka terbuka); Grade 1 (Ulkus superfisial); Grade 2 (Ulkus dalam mengenai otot/tendon/kapsul sendi tanpa mengenai tulang); Grade 3 (Ulkus dalam disertai osteomielitis/abses tulang). Karena mengenai tendon/otot tapi belum kena tulang, maka termasuk Grade 2.
Seorang pasien perempuan berusia 32 tahun dirawat dengan keluhan nyeri ulu hati hebat, mual, muntah setiap kali makan atau minum, dan nafsu makan menurun. Pasien didiagnosis mengalami Gastritis Akut. Apakah bentuk modifikasi pemenuhan nutrisi harian yang paling tepat disarankan oleh perawat?
Pembahasan: Pada fase akut gastritis dengan keluhan mual muntah berat, lambung harus diistirahatkan dari makanan yang merangsang asam lambung. Pola diet yang tepat adalah memberikan makanan bertekstur lunak dalam porsi kecil namun diberikan sering (small frequent feeding).
Pembahasan: Pada fase akut gastritis dengan keluhan mual muntah berat, lambung harus diistirahatkan dari makanan yang merangsang asam lambung. Pola diet yang tepat adalah memberikan makanan bertekstur lunak dalam porsi kecil namun diberikan sering (small frequent feeding).
Seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun dengan riwayat PPOK dirawat karena mengalami sesak napas berat dan kesadaran somnolen. Hasil pemeriksaan Analisis Gas Darah (AGD) menunjukkan nilai: pH 7,31; pCO2 56 mmHg; HCO3 25 mEq/L; pO2 65 mmHg. Apakah jenis gangguan asam basa yang dialami oleh pasien tersebut?
Pembahasan: Nilai pH < 7,35 mengindikasikan kondisi asidosis. Nilai pCO2 > 45 mmHg (meningkat) menunjukkan retensi CO2 akibat hipoventilasi alveolar paru, sementara nilai HCO3 berada pada batas normal (22-26 mEq/L). Kombinasi ini menegakkan diagnosis Asidosis Respiratorik belum terkompensasi.
Pembahasan: Nilai pH < 7,35 mengindikasikan kondisi asidosis. Nilai pCO2 > 45 mmHg (meningkat) menunjukkan retensi CO2 akibat hipoventilasi alveolar paru, sementara nilai HCO3 berada pada batas normal (22-26 mEq/L). Kombinasi ini menegakkan diagnosis Asidosis Respiratorik belum terkompensasi.
Perawat sedang melakukan pemeriksaan fisik neurologis saraf kranial pada pasien pasca tumor otak. Perawat meminta pasien menutup mata, lalu meneteskan cairan gula encer pada 2/3 anterior lidah pasien untuk menguji fungsi pengecapan rasa manis. Saraf kranial manakah yang sedang dievaluasi?
Pembahasan: Fungsi sensorik untuk mengecap rasa pada 2/3 anterior lidah dipersarafi oleh Saraf Kranial VII (Nervus Fasialis), sedangkan 1/3 posterior lidah dipersarafi oleh Saraf Kranial IX (Nervus Glosofaringeus).
Pembahasan: Fungsi sensorik untuk mengecap rasa pada 2/3 anterior lidah dipersarafi oleh Saraf Kranial VII (Nervus Fasialis), sedangkan 1/3 posterior lidah dipersarafi oleh Saraf Kranial IX (Nervus Glosofaringeus).
Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang intensif dengan krisis tiroid (thyroid storm) akibat Graves disease. Hasil pengkajian: pasien tampak gelisah, takikardia berat dengan nadi 142 x/menit, tremor, dan mengalami hipertermia ekstrem dengan suhu tubuh mencapai 40,2°C. Apakah tindakan pendinginan eksternal yang dilarang diberikan pada kondisi tersebut?
Pembahasan: Pada krisis tiroid, dilarang memberikan kompres air es (es batu langsung secara masif) atau aspirin untuk menurunkan demam, karena perubahan suhu ekstrem yang mendadak dapat memicu vasokonstriksi perifer parah dan syok sirkulasi. Kompres yang aman adalah menggunakan air hangat atau suam-suam kuku.
Pembahasan: Pada krisis tiroid, dilarang memberikan kompres air es (es batu langsung secara masif) atau aspirin untuk menurunkan demam, karena perubahan suhu ekstrem yang mendadak dapat memicu vasokonstriksi perifer parah dan syok sirkulasi. Kompres yang aman adalah menggunakan air hangat atau suam-suam kuku.
Seorang perawat sedang melakukan pengkajian risiko terjadinya luka tekan (dekubitus) pada pasien stroke dengan hemiparesis total yang mengalami imobilisasi lama tempat tidur. Perawat mengevaluasi parameter persepsi sensori, kelembaban kulit, aktivitas, mobilitas, nutrisi, serta gesekan/pergeseran. Apakah nama skala pengkajian standar yang digunakan?
Pembahasan: Skala Braden (Braden Scale) adalah instrumen standar yang digunakan secara klinis untuk memprediksi risiko terjadinya dekubitus berdasarkan 6 subskala tersebut.
Pembahasan: Skala Braden (Braden Scale) adalah instrumen standar yang digunakan secara klinis untuk memprediksi risiko terjadinya dekubitus berdasarkan 6 subskala tersebut.
Seorang perawat mengkaji kondisi ekstremitas bawah kaki kiri pasien pasca pemasangan gips sirkuler akibat fraktur tibia. Pasien mengeluh nyeri hebat yang progresif pada kaki kiri, teraba dingin, pucat, pulsasi arteri dorsalis pedis melemah, dan pasien merasa baal/kesemutan. Komplikasi kegawatan pembuluh darah apakah yang sedang dialami pasien?
Pembahasan: Tanda 5P (Pain, Pallor, Pulselessness, Paresthesia, Paralysis) disertai nyeri hebat yang tidak merespon analgesik pasca pemasangan gips merupakan tanda klasik terjadinya Sindrom Kompartemen (Compartment Syndrome).
Pembahasan: Tanda 5P (Pain, Pallor, Pulselessness, Paresthesia, Paralysis) disertai nyeri hebat yang tidak merespon analgesik pasca pemasangan gips merupakan tanda klasik terjadinya Sindrom Kompartemen (Compartment Syndrome).
Seorang pasien dirawat di ruang isolasi dengan diagnosis Meningitis Bakteri. Mengingat penularan bakteri penyebab infeksi selaput otak ini sangat rentan menyebar melalui percikan droplet saat pasien batuk atau bersin, manakah APD minimal yang wajib digunakan perawat saat melakukan tindakan berjarak <1 meter?
Pembahasan: Transmisi infeksi droplet membutuhkan perlindungan jalan napas perawat terhadap percikan droplet mukosa. APD minimal yang wajib dan esensial adalah menggunakan Masker Bedah (Surgical Mask) atau masker respiratorik pelindung.
Pembahasan: Transmisi infeksi droplet membutuhkan perlindungan jalan napas perawat terhadap percikan droplet mukosa. APD minimal yang wajib dan esensial adalah menggunakan Masker Bedah (Surgical Mask) atau masker respiratorik pelindung.
Seorang pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) stadium akhir menjalani hemodialisis rutin 2 kali seminggu. Hasil pengkajian pra-dialisis didapatkan bengkak edema pada kedua kaki, JVP meningkat, dan berat badan pasien melonjak naik sebesar 3,5 kg dibandingkan berat badan kering pasca-dialisis sebelumnya. Apakah diagnosis keperawatan prioritas?
Pembahasan: Penumpukan cairan sistemik akibat penurunan laju filtrasi glomerulus ginjal yang ditandai bengkak, peningkatan JVP, dan kenaikan berat badan ekstrem mengonfirmasi diagnosis keperawatan Hypervolemia.
Pembahasan: Penumpukan cairan sistemik akibat penurunan laju filtrasi glomerulus ginjal yang ditandai bengkak, peningkatan JVP, dan kenaikan berat badan ekstrem mengonfirmasi diagnosis keperawatan Hypervolemia.
Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik pada pasien pasca-operasi eksisi kelenjar tiroid total. Perawat mengetuk ringan area pipi anterior di depan lubang telinga (lokasi nervus fasialis). Hasil menunjukkan adanya kedutan (spasme) otot wajah secara ipsilateral. Apakah interpretasi klinis temuan tersebut?
Pembahasan: Tanda Chvostek (Chvostek sign) positif menandakan kondisi hipokalsemia akut akibat ikut terangkat atau cederanya kelenjar paratiroid selama pembedahan tiroidektomi.
Pembahasan: Tanda Chvostek (Chvostek sign) positif menandakan kondisi hipokalsemia akut akibat ikut terangkat atau cederanya kelenjar paratiroid selama pembedahan tiroidektomi.
Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas berat setelah terpapar debu jalanan. Hasil pemeriksaan fisik: terdengar suara wheezing nyaring bilateral pada akhir ekspirasi, pasien tampak gelisah, menggunakan otot bantu pernapasan, dan RR 28 x/menit. Apakah posisi dada yang paling efektif diatur oleh perawat?
Pembahasan: Posisi Fowler Tinggi (High Fowler) atau posisi duduk tegak memaksimalkan ekspansi ruang paru dengan menurunkan tekanan diafragma ke arah rongga abdomen, sehingga sangat efektif meredakan distress pernapasan akut pada asma.
Pembahasan: Posisi Fowler Tinggi (High Fowler) atau posisi duduk tegak memaksimalkan ekspansi ruang paru dengan menurunkan tekanan diafragma ke arah rongga abdomen, sehingga sangat efektif meredakan distress pernapasan akut pada asma.
Seorang pasien laki-laki berusia 42 tahun dirawat dengan keluhan mual muntah, lemas, nyeri kuadran kanan atas abdomen, urin berwarna pekat seperti teh gelap, serta sklera ikterik. Pasien dicurigai mengalami Hepatitis Akut. Apakah parameter biokimia hati laboratorium yang mengonfirmasi kerusakan sel hati tersebut?
Pembahasan: Enzim SGOT (AST) dan SGPT (ALT) merupakan indikator intraseluler yang paling sensitif dilepaskan ke sirkulasi darah apabila terjadi kerusakan nekrosis akut pada sel-sel parenkim hati (hepatosit).
Pembahasan: Enzim SGOT (AST) dan SGPT (ALT) merupakan indikator intraseluler yang paling sensitif dilepaskan ke sirkulasi darah apabila terjadi kerusakan nekrosis akut pada sel-sel parenkim hati (hepatosit).
Perawat menguji tanda rangsang meningeal pada pasien infeksi susunan saraf. Perawat memfleksikan panggul pasien sudut 90 derajat, lalu meluruskan sendi lutut tungkai bawah secara perlahan. Langkah terhambat oleh nyeri sbelum mencapai sudut 135 derajat. Apakah nama refleks patologis tersebut?
Pembahasan: Tanda Kernig (Kernig sign) dinyatakan positif apabila terdapat tahanan reflektif atau nyeri hebat saat mengekstensikan sendi lutut melebihi sudut 135 derajat dalam kondisi panggul terfleksi 90 derajat.
Pembahasan: Tanda Kernig (Kernig sign) dinyatakan positif apabila terdapat tahanan reflektif atau nyeri hebat saat mengekstensikan sendi lutut melebihi sudut 135 derajat dalam kondisi panggul terfleksi 90 derajat.
Seorang pasien pasca operasi ortopedi panggul imobilisasi lama mendadak mengeluh sesak napas ekstrem tiba-tiba, nyeri dada pleuritik, batuk darah, gelisah, tampak sianosis, dan kadar $SpO_2$ drop menjadi 84%. Pasien didiagnosis mengalami Emboli Paru masif. Apakah jenis terapi oksigen darurat pilihan pertama?
Pembahasan: Hipoksia ekstrem akut pada emboli paru membutuhkan oksigenasi konsentrasi tinggi segera. Alat non-rebreathing mask (NRM) dapat mengalirkan konsentrasi $O_2$ sebesar 80-100% dengan laju aliran 10-15 L/menit.
Pembahasan: Hipoksia ekstrem akut pada emboli paru membutuhkan oksigenasi konsentrasi tinggi segera. Alat non-rebreathing mask (NRM) dapat mengalirkan konsentrasi $O_2$ sebesar 80-100% dengan laju aliran 10-15 L/menit.
Seorang perawat merawat kateter urin menetap pada pasien laki-laki di ruang bedah. Sesuai dengan prinsip pencegahan penularan infeksi aliran urin (CAUTI), bagaimanakah posisi penempatan kantong penampung urine (urine bag) yang benar?
Pembahasan: Kantong urin bag harus selalu dipertahankan berada di bawah level kandung kemih (bladder) pasien dan digantung bebas tidak menyentuh lantai untuk mencegah terjadinya aliran balik (reflux) urin kotor ke kandung kemih yang memicu infeksi.
Pembahasan: Kantong urin bag harus selalu dipertahankan berada di bawah level kandung kemih (bladder) pasien dan digantung bebas tidak menyentuh lantai untuk mencegah terjadinya aliran balik (reflux) urin kotor ke kandung kemih yang memicu infeksi.
Perawat mengkaji tingkat keparahan sumbatan sirkulasi arterial perifer kaki kanan pada pasien dengan penyakit arteri perifer (PAD) menggunakan metode komparasi systolic tekanan darah kaki dibanding lengan. Apakah nama indeks parameter klinis tersebut?
Pembahasan: Ankle-Brachial Index (ABI) adalah parameter skrining non-invasif untuk menilai keparahan PAD dengan membandingkan tekanan darah sistolik pergelangan kaki (ankle) terhadap lengan (brachial).
Pembahasan: Ankle-Brachial Index (ABI) adalah parameter skrining non-invasif untuk menilai keparahan PAD dengan membandingkan tekanan darah sistolik pergelangan kaki (ankle) terhadap lengan (brachial).
Seorang pasien pasca Stroke Iskemik akut rawat jalan diberikan edukasi asuhan nutrisi terstruktur di rumah untuk meminimalkan risiko stroke sekunder/berulang. Manakah prinsip modifikasi diet lemak dan natrium harian yang harus diajarkan?
Pembahasan: Pencegahan stroke berulang berfokus pada kontrol tekanan darah dan aterosklerosis melalui diet rendah garam/natrium (<2 gram/hari) serta pembatasan asupan lemak jenuh dan kolesterol jahat.
Pembahasan: Pencegahan stroke berulang berfokus pada kontrol tekanan darah dan aterosklerosis melalui diet rendah garam/natrium (<2 gram/hari) serta pembatasan asupan lemak jenuh dan kolesterol jahat.
Seorang pasien dengan cedera medula spinalis torakal T6 mengeluh sakit kepala berdenyut ekstrem secara mendadak. Hasil pemeriksaan: TD melonjak menjadi 190/110 mmHg, wajah tampak kemerahan (flushing) disertai keringat banyak di atas area lesi, sedangkan ekstremitas bawah dingin. Kondisi kegawatan neurologis vaskular apakah yang sedang terjadi?
Pembahasan: Lonjakan tekanan darah masif disertai sakit kepala hebat, keringat, dan kemerahan di atas level cedera pada pasien lesi medula spinalis T6 ke atas merupakan tanda patognomonis Disrefleksia Otonomik (Autonomic Dysreflexia) akibat stimulus noksius (seperti distensi kandung kemih).
Pembahasan: Lonjakan tekanan darah masif disertai sakit kepala hebat, keringat, dan kemerahan di atas level cedera pada pasien lesi medula spinalis T6 ke atas merupakan tanda patognomonis Disrefleksia Otonomik (Autonomic Dysreflexia) akibat stimulus noksius (seperti distensi kandung kemih).
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang dengan keluhan buang air besar (BAB) berwarna hitam pekat, lembek, mengkilap, dan berbau sangat busuk semenjak 2 hari lalu. Pasien mengeluh perih ulu hati kronis. Apakah istilah klinis yang tepat untuk mendeskripsikan karakteristik feses tersebut?
Pembahasan: Feses yang berwarna hitam aspal mengkilap akibat perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) yang terdigesti oleh asam lambung disebut Melena.
Pembahasan: Feses yang berwarna hitam aspal mengkilap akibat perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) yang terdigesti oleh asam lambung disebut Melena.
Perawat selesai melakukan tindakan kolaboratif pemberian inhalasi uap (nebulizer) ventolin pada pasien PPOK yang mengalami serangan sesak napas eksaserbasi akut. Apakah parameter pengkajian fisik utama untuk mengevaluasi keberhasilan tindakan tersebut?
Pembahasan: Indikator langsung keberhasilan bronkodilator pasca-nebulisasi adalah penurunan sesak secara klinis yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas menuju batas normal dan berkurangnya/menghilangnya suara napas tambahan wheezing.
Pembahasan: Indikator langsung keberhasilan bronkodilator pasca-nebulisasi adalah penurunan sesak secara klinis yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas menuju batas normal dan berkurangnya/menghilangnya suara napas tambahan wheezing.
Seorang laki-laki berusia 28 tahun dirawat hari ke-3 pasca-amputasi tungkai bawah kaki kanan akibat trauma kecelakaan. Pasien mengeluh merasa nyeri hebat seperti tersayat pada area jari-jari kaki kanan yang senyatanya sudah terpotong/hilang. Fenomena nyeri apakah yang sedang dialami pasien?
Pembahasan: Sensasi nyeri subjektif yang dirasakan tetap muncul pada bagian ekstremitas tubuh yang sebetulnya telah diamputasi/dibuang secara anatomis secara klasik disebut sebagai Phantom Limb Pain.
Pembahasan: Sensasi nyeri subjektif yang dirasakan tetap muncul pada bagian ekstremitas tubuh yang sebetulnya telah diamputasi/dibuang secara anatomis secara klasik disebut sebagai Phantom Limb Pain.
Seorang perawat melakukan pemeriksaan auskultasi abdomen pada pasien yang mengalami distensi perut parah, muntah, dan tidak bisa buang angin (kentut) selama 2 hari. Perawat mendengar adanya suara bising usus yang bernada tinggi, nyaring, dan melengking (metallic sound). Apakah interpretasi dari temuan klinis tersebut?
Pembahasan: Suara bising usus bernada tinggi atau melengking nyaring (metallic sound/borborigmi) mengindikasikan adanya usaha hiperperistaltik usus melawan hambatan mekanis pada kondisi Ileus Obstruktif.
Pembahasan: Suara bising usus bernada tinggi atau melengking nyaring (metallic sound/borborigmi) mengindikasikan adanya usaha hiperperistaltik usus melawan hambatan mekanis pada kondisi Ileus Obstruktif.
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat dengan luka bakar derajat II-III seluas 30% pada pukul 10.00 WIB. Berat badan pasien 60 kg. Menggunakan rumus Parkland, berapakah sisa volume cairan resusitasi yang harus dialirkan konstan pada 16 jam berikutnya?
Pembahasan: Kebutuhan total cairan 24 jam Parkland = 4 mL x BB (kg) x Luas Luka Bakar (%) = 4 x 60 x 30 = 7200 mL. Setengah (50%) dari total cairan diberikan pada 8 jam pertama = 3600 mL. Sisanya (50% sisanya) dialirkan pada 16 jam berikutnya = 3600 mL.
Pembahasan: Kebutuhan total cairan 24 jam Parkland = 4 mL x BB (kg) x Luas Luka Bakar (%) = 4 x 60 x 30 = 7200 mL. Setengah (50%) dari total cairan diberikan pada 8 jam pertama = 3600 mL. Sisanya (50% sisanya) dialirkan pada 16 jam berikutnya = 3600 mL.
Perawat sedang memasang kantong kolostomi baru pada pasien pasca-operasi bedah reseksi tumor kolon. Saat memotong diameter lembaran plastik perekat kantong kolostomi, berapakah ukuran kelonggaran lubang potong yang ideal dibandingkan ukuran stoma untuk mencegah iritasi maupun nekrosis?
Pembahasan: Ukuran lubang kantong kolostomi harus disisakan longgar sedikit berkisar 1/8 inci atau 2-3 mm lebih besar dari diameter terluar stoma guna mencegah gesekan mekanis ketat yang memicu iskemia/trauma stoma tanpa menyebabkan kebocoran.
Pembahasan: Ukuran lubang kantong kolostomi harus disisakan longgar sedikit berkisar 1/8 inci atau 2-3 mm lebih besar dari diameter terluar stoma guna mencegah gesekan mekanis ketat yang memicu iskemia/trauma stoma tanpa menyebabkan kebocoran.
Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik palpasi rongga dada belakang pada pasien Efusi Pleura sinistra masif. Perawat menempelkan kedua telapak tangan pada punggung pasien dan meminta pasien menyebutkan kata ‘tujuh-tujuh’. Bagaimanakah kondisi getaran taktil fremitus yang akan ditemukan?
Pembahasan: Adanya akumulasi cairan masif di rongga pleura bertindak sebagai peredam getaran suara dari paru ke dinding dada. Temuan palpasi yang khas adalah penurunan atau hilangnya getaran taktil fremitus pada sisi yang sakit (sinistra).
Pembahasan: Adanya akumulasi cairan masif di rongga pleura bertindak sebagai peredam getaran suara dari paru ke dinding dada. Temuan palpasi yang khas adalah penurunan atau hilangnya getaran taktil fremitus pada sisi yang sakit (sinistra).
Seorang laki-laki berusia 62 tahun dirawat dengan keluhan sering pusing berputar dan sempat pingsan 1 kali di rumah. Perawat melakukan perekaman EKG 12 lead untuk mengevaluasi sistem konduksi jantung pasien.
Perhatikan gambar potongan hasil rekaman EKG berikut:
Hasil analisis menunjukkan interval PR memanjang secara progresif pada setiap siklus diikuti oleh adanya satu gelombang P yang gagal dihantarkan (dropped beat/tanpa kompleks QRS). Apakah jenis disritmia yang dialami pasien?
Pembahasan: Karakteristik interval PR yang memanjang secara bertahap (progresif) dari siklus ke siklus sampai akhirnya ada satu gelombang P yang tidak diikuti oleh kompleks QRS (dropped beat) merupakan tanda klasik dari AV Block Derajat 2 Tipe 1 (Wenckebach).
Pembahasan: Karakteristik interval PR yang memanjang secara bertahap (progresif) dari siklus ke siklus sampai akhirnya ada satu gelombang P yang tidak diikuti oleh kompleks QRS (dropped beat) merupakan tanda klasik dari AV Block Derajat 2 Tipe 1 (Wenckebach).
Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan BB 50 kg dirawat di ruang luka bakar pada fase akut pasca resusitasi cairan. Perawat memonitor ketepatan volume cairan intravena yang masuk melalui evaluasi haluaran urine (urine output). Berapakah target volume urine minimal per jam yang menandakan perfusi ginjal pasien tetap adekuat?
Pembahasan: Indikator utama keberhasilan resusitasi cairan pada fase akut luka bakar dewasa adalah mempertahankan target haluaran urine minimal sebesar 0,5 mL/kg BB/jam sampai 1 mL/kg BB/jam. Untuk BB 50 kg: 0,5 mL x 50 = 25 mL/jam.
Pembahasan: Indikator utama keberhasilan resusitasi cairan pada fase akut luka bakar dewasa adalah mempertahankan target haluaran urine minimal sebesar 0,5 mL/kg BB/jam sampai 1 mL/kg BB/jam. Untuk BB 50 kg: 0,5 mL x 50 = 25 mL/jam.
Perawat sedang menguji fungsi konduksi pendengaran seorang pasien menggunakan garputala 512 Hz. Perawat menggetarkan garputala, lalu menempelkan tangkainya pada tulang mastoid belakang telinga pasien. Setelah pasien tidak mendengar bunyi lagi, perawat segera memindahkan garputala ke depan liang telinga luar pasien. Apakah nama prosedur pemeriksaan fisik tersebut?
Pembahasan: Prosedur membandingkan hantaran suara melalui tulang (tangkai di mastoid) dengan hantaran melalui udara (di depan liang telinga) merupakan deskripsi langkah kerja dari Uji Rinne.
Pembahasan: Prosedur membandingkan hantaran suara melalui tulang (tangkai di mastoid) dengan hantaran melalui udara (di depan liang telinga) merupakan deskripsi langkah kerja dari Uji Rinne.
Seorang laki-laki berusia 26 tahun dirawat pasca kecelakaan lalu lintas dengan benturan dada kanan keras. Hasil pengkajian: dada kanan tampak tertinggal saat bernapas, perkusi hipersonor pada lapang paru kanan. Bagaimanakah karakteristik suara napas (auskultasi) yang akan ditemukan perawat pada area paru kanan tersebut?
Pembahasan: Akumulasi udara bebas dalam kavum pleura (pneumotoraks) mendesak jaringan paru sehingga kolaps. Hal ini menyebabkan hilangnya hantaran suara napas, sehingga saat di-auskultasi suara napas vesikuler melemah atau hilang sama sekali di sisi terdampak.
Pembahasan: Akumulasi udara bebas dalam kavum pleura (pneumotoraks) mendesak jaringan paru sehingga kolaps. Hal ini menyebabkan hilangnya hantaran suara napas, sehingga saat di-auskultasi suara napas vesikuler melemah atau hilang sama sekali di sisi terdampak.
Seorang pasien perempuan berusia 68 tahun mengalami tirah baring lama (bedridden) total akibat komplikasi stroke hemoragik kronis. Untuk mencegah terjadinya pemendekan otot dan kekakuan sendi permanen (kontraktur), manakah intervensi keperawatan berkala yang paling tepat dilaksanakan?
Pembahasan: Tindakan mandiri keperawatan utama untuk mempertahankan rentang gerak sendi, merangsang sirkulasi perifer, dan mencegah terjadinya kontraktur sendi pada pasien imobilisasi adalah latihan Range of Motion (ROM) Pasif minimal 2 kali sehari.
Pembahasan: Tindakan mandiri keperawatan utama untuk mempertahankan rentang gerak sendi, merangsang sirkulasi perifer, dan mencegah terjadinya kontraktur sendi pada pasien imobilisasi adalah latihan Range of Motion (ROM) Pasif minimal 2 kali sehari.
Seorang perawat mengkaji tingkat kesadaran pasien cedera kepala pasca kecelakaan. Saat dirangsang nyeri cubitan pada sternum: pasien membuka mata, merespons verbal hanya berupa suara mengerang tidak membentuk kata, dan tangan pasien bergerak fleksi abnormal (dekortikasi). Berapakah total skor Glasgow Coma Scale (GCS) pasien tersebut?
Pembahasan: Komponen GCS: Eye = 2 (membuka mata dengan rangsang nyeri); Verbal = 2 (suara mengerang tanpa kata); Motorik = 3 (fleksi abnormal/dekortikasi). Total skor GCS = $2 + 2 + 3 = 7$ (Somnolen/Stupor).
Pembahasan: Komponen GCS: Eye = 2 (membuka mata dengan rangsang nyeri); Verbal = 2 (suara mengerang tanpa kata); Motorik = 3 (fleksi abnormal/dekortikasi). Total skor GCS = $2 + 2 + 3 = 7$ (Somnolen/Stupor).
Seorang pasien gagal ginjal akut dilaporkan memiliki kadar kalium serum kritis sebesar 6,8 mEq/L (Hiperkalemia berat). Pada monitor EKG, perawat mendeteksi adanya gelombang T yang tinggi dan lancip (peaked T wave). Apakah tindakan kolaboratif darurat yang berfungsi memasukkan kalium kembali ke dalam sel?
Pembahasan: Pemberian kombinasi cairan Dekstrosa 10-20% bersama Insulin reguler via intravena berfungsi menggeser ion kalium ekstraseluler masuk kembali ke dalam kompartemen intraseluler, sehingga menurunkan kadar kalium darah secara cepat.
Pembahasan: Pemberian kombinasi cairan Dekstrosa 10-20% bersama Insulin reguler via intravena berfungsi menggeser ion kalium ekstraseluler masuk kembali ke dalam kompartemen intraseluler, sehingga menurunkan kadar kalium darah secara cepat.
Seorang pasien laki-laki berusia 68 tahun terpasang kateter foley sistem irigasi kandung kemih continuous bladder irrigation (CBI) 3-way hari ke-1 pasca-operasi TURP prostat. Perawat mengamati bahwa aliran keluar (drainase) urin bag mendadak berhenti mengalir dan pasien mengeluh nyeri kolik suprapubik hebat. Apakah tindakan awal mandiri yang harus segera dikerjakan?
Pembahasan: Sumbatan mendadak pada sistem CBI pasca TURP umumnya disebabkan oleh adanya sumbatan bekuan darah (blood clot) di dalam selang kateter. Tindakan awal perawat adalah menghentikan sementara tetesan infus irigasi, lalu mengecek adanya tekukan selang atau melakukan aspirasi/spooling kateter secara steril.
Pembahasan: Sumbatan mendadak pada sistem CBI pasca TURP umumnya disebabkan oleh adanya sumbatan bekuan darah (blood clot) di dalam selang kateter. Tindakan awal perawat adalah menghentikan sementara tetesan infus irigasi, lalu mengecek adanya tekukan selang atau melakukan aspirasi/spooling kateter secara steril.
Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan pandangan mata kanan kabur bertahap seperti terhalang kabut asap putih semenjak 6 bulan lalu. Pasien juga mengeluhkan silau (glare) hebat saat melihat cahaya lampu di malam hari. Pada pemeriksaan pupil tampak kekeruhan lensa berwarna keputihan. Apakah gangguan mata yang dialami?
Pembahasan: Kekeruhan lensa mata yang berjalan progresif lambat, memicu keluhan pandangan berkabut/berasap, serta silau saat melihat cahaya merupakan tanda klinis khas dari Katarak.
Pembahasan: Kekeruhan lensa mata yang berjalan progresif lambat, memicu keluhan pandangan berkabut/berasap, serta silau saat melihat cahaya merupakan tanda klinis khas dari Katarak.
Seorang perawat memberikan edukasi pulang (discharge planning) pada keluarga pasien dengan riwayat Epilepsi Grand Mal. Manakah instruksi tindakan awal paling aman yang wajib diajarkan pada keluarga jika pasien mendadak mengalami serangan kejang berulang di rumah?
Pembahasan: Tindakan keselamatan utama saat kejang di rumah adalah melindungi jalan napas dan mencegah aspirasi dengan membaringkan pasien di tempat rata dan memposisikan tubuh miring ke satu sisi (recovery position), serta menjauhkan benda tajam.
Pembahasan: Tindakan keselamatan utama saat kejang di rumah adalah melindungi jalan napas dan mencegah aspirasi dengan membaringkan pasien di tempat rata dan memposisikan tubuh miring ke satu sisi (recovery position), serta menjauhkan benda tajam.
Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun yang sedang menjalani pengobatan Tuberkulosis (TB) paru fase intensif bulan ke-1 datang ke poliklinik. Pasien mengeluh cemas karena air kencing (urine) dan air matanya berubah warna menjadi merah kemerahan/oranye. Apakah edukasi penjelasan perawat yang paling tepat?
Pembahasan: Perubahan warna urine, keringat, dan air mata menjadi merah-oranye merupakan efek samping yang normal, jinak, dan tidak berbahaya dari metabolisme obat Rifampisin. Pasien harus ditenangkan agar tidak menghentikan konsumsi OAT.
Pembahasan: Perubahan warna urine, keringat, dan air mata menjadi merah-oranye merupakan efek samping yang normal, jinak, dan tidak berbahaya dari metabolisme obat Rifampisin. Pasien harus ditenangkan agar tidak menghentikan konsumsi OAT.
Seorang pasien dibawa ke ICCU dengan diagnosis Infark Miokard Akut (IMA). Perawat berkolaborasi dalam pemeriksaan laboratorium penanda jantung (cardiac marker) serum darah untuk memvalidasi luasnya nekrosis sel miokard. Apakah biomarker laboratorium yang paling spesifik dan sensitif meningkat paling awal?
Pembahasan: Troponin (terutama Troponin T atau Troponin I) merupakan biomarker protein jantung yang paling spesifik dan sensitif karena meningkat dalam beberapa jam pasca onset kerusakan miokard dan bertahan hingga 1-2 minggu.
Pembahasan: Troponin (terutama Troponin T atau Troponin I) merupakan biomarker protein jantung yang paling spesifik dan sensitif karena meningkat dalam beberapa jam pasca onset kerusakan miokard dan bertahan hingga 1-2 minggu.
Seorang pasien laki-laki berusia 32 tahun berada pada fase rehabilitasi pasca mengalami luka bakar derajat III meluas pada area sendi bahu dan ketiak kanan. Luka telah menutup sempurna (epitelisasi penuh). Apakah intervensi utama perawat untuk mencegah terjadinya kontraktur keloid ketiak yang membatasi gerak tangan?
Pembahasan: Pada fase rehabilitasi luka bakar area persendian, penggunaan pakaian tekan khusus (pressure garment) dikombinasikan dengan latihan ROM aktif intensif sangat krusial untuk menekan hipertrofi jaringan parut (keloid) dan mencegah kontraktur fleksi.
Pembahasan: Pada fase rehabilitasi luka bakar area persendian, penggunaan pakaian tekan khusus (pressure garment) dikombinasikan dengan latihan ROM aktif intensif sangat krusial untuk menekan hipertrofi jaringan parut (keloid) dan mencegah kontraktur fleksi.
Seorang perempuan berusia 28 tahun dirawat dengan keluhan mudah pingsan, pusing, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi adanya Anemia Defisiensi Besi. Manakah karakteristik nilai indeks eritrosit (MCV, MCH) yang paling valid menggambarkan morfologi sel darah tersebut?
Pembahasan: Anemia Defisiensi Besi secara morfologis diklasifikasikan sebagai Anemia Mikrositik Hipokromik, yang ditandai dengan penurunan nilai Mean Corpuscular Volume (MCV < 80 fL) dan Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH < 27 pg).
Pembahasan: Anemia Defisiensi Besi secara morfologis diklasifikasikan sebagai Anemia Mikrositik Hipokromik, yang ditandai dengan penurunan nilai Mean Corpuscular Volume (MCV < 80 fL) dan Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH < 27 pg).
Seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun mengeluh nyeri perut kanan bawah yang mendadak makin hebat disertai demam ringan, mual, dan muntah. Perawat melakukan palpasi pada titik sepertiga jarak dari spina iliaka anterior superior (SIAS) kanan ke umbilikus. Titik pengkajian manakah yang dimaksud?
Pembahasan: Lokasi anatomi spesifik pada 1/3 jarak dari SIAS kanan ke umbilikus disebut Titik McBurney (McBurney’s Point). Nyeri tekan lokal yang hebat di area ini merupakan tanda kardinal Appendisitis Akut.
Pembahasan: Lokasi anatomi spesifik pada 1/3 jarak dari SIAS kanan ke umbilikus disebut Titik McBurney (McBurney’s Point). Nyeri tekan lokal yang hebat di area ini merupakan tanda kardinal Appendisitis Akut.
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dengan riwayat PPOK berat dirawat karena mengalami sesak napas berat. Hasil AGD menunjukkan adanya retensi kronis karbondioksida (hiperkapnia). Manakah alat pemberian oksigen (oxygen delivery device) yang paling aman dan akurat untuk mencegah depresi pusat pernapasan pada pasien tersebut?
Pembahasan: Pasien PPOK dengan hiperkapnia kronik bergantung pada stimulus hipoksik untuk memicu dorongan napas. Pemberian $O_2$ konsentrasi tinggi dapat menekan pusat pernapasan. Masker Venturi (Venturi Mask) adalah alat paling tepat karena dapat memberikan fraksi oksigen ($FiO_2$) yang sangat akurat, konsisten, dan terkontrol rendah.
Pembahasan: Pasien PPOK dengan hiperkapnia kronik bergantung pada stimulus hipoksik untuk memicu dorongan napas. Pemberian $O_2$ konsentrasi tinggi dapat menekan pusat pernapasan. Masker Venturi (Venturi Mask) adalah alat paling tepat karena dapat memberikan fraksi oksigen ($FiO_2$) yang sangat akurat, konsisten, dan terkontrol rendah.
Seorang pasien yang sedang dirawat karena Ulkus Gaster kronis mendadak berteriak mengeluh nyeri perut hebat seperti ditusuk pisau yang menyebar ke seluruh lapang abdomen. Pada pemeriksaan fisik, seluruh dinding abdomen teraba sangat keras dan kaku seperti papan (board-like rigidity). Komplikasi kegawatan bedah apakah yang terjadi?
Pembahasan: Nyeri perut mendadak yang sangat hebat disertai tanda perut kaku keras seperti papan (board-like rigidity) merupakan tanda patognomonis terjadinya perforasi ulkus lambung yang memicu peritonitis difus akibat kebocoran asam lambung.
Pembahasan: Nyeri perut mendadak yang sangat hebat disertai tanda perut kaku keras seperti papan (board-like rigidity) merupakan tanda patognomonis terjadinya perforasi ulkus lambung yang memicu peritonitis difus akibat kebocoran asam lambung.
Seorang perawat melakukan pemeriksaan fisik fungsi persarafan motorik bola mata pada pasien pasca trauma wajah. Perawat menggerakkan ujung jari tangan membentuk huruf ‘H’ di depan wajah pasien dan meminta mata pasien mengikuti gerakan tersebut. Saraf kranial kelompok manakah yang sedang dievaluasi terintegrasi?
Pembahasan: Gerakan motorik bola mata ke enam arah kardinal dikendalikan secara sinergis oleh tiga Saraf Kranial, yaitu: Nervus Okulomotorius (N. III), Nervus Troklearis (N. IV), dan Nervus Abdusens (N. VI).
Pembahasan: Gerakan motorik bola mata ke enam arah kardinal dikendalikan secara sinergis oleh tiga Saraf Kranial, yaitu: Nervus Okulomotorius (N. III), Nervus Troklearis (N. IV), dan Nervus Abdusens (N. VI).
Seorang pasien perempuan berusia 45 tahun dengan Diabetes Melitus tipe 1 diajarkan kemandirian penyuntikan insulin subkutan (pen insulin) harian sebelum pulang ke rumah. Apakah prinsip edukasi yang wajib disampaikan perawat terkait pemilihan lokasi area penyuntikan?
Pembahasan: Untuk mencegah terjadinya komplikasi atrofi atau hipertrofi jaringan lemak subkutan (Lipodistrofi) yang mengganggu absorpsi insulin, lokasi penyuntikan insulin harus selalu dirotasi secara sistematis berjarak minimal 2-3 cm dari lokasi sebelumnya.
Pembahasan: Untuk mencegah terjadinya komplikasi atrofi atau hipertrofi jaringan lemak subkutan (Lipodistrofi) yang mengganggu absorpsi insulin, lokasi penyuntikan insulin harus selalu dirotasi secara sistematis berjarak minimal 2-3 cm dari lokasi sebelumnya.
Seorang pasien laki-laki berusia 52 tahun baru saja kembali ke bangsal perawatan pasca menjalani tindakan kateterisasi jantung (coronary angiography) via pendekatan arteri femoralis kanan. Manakah tindakan evaluasi keperawatan prioritas utama pada 1 jam pertama?
Pembahasan: Pasca kateterisasi jantung via arteri femoralis, risiko komplikasi terbesar adalah perdarahan lokal atau hematoma masif pada area insersi, serta sumbatan trombus distal. Tindakan prioritas perawat adalah memantau tanda perdarahan di selangkangan dan mengecek pulsasi arteri dorsalis pedis distal.
Pembahasan: Pasca kateterisasi jantung via arteri femoralis, risiko komplikasi terbesar adalah perdarahan lokal atau hematoma masif pada area insersi, serta sumbatan trombus distal. Tindakan prioritas perawat adalah memantau tanda perdarahan di selangkangan dan mengecek pulsasi arteri dorsalis pedis distal.
Seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun dirawat dengan kecurigaan Leukimia Akut. Hasil pengkajian fisik: ditemukan pembesaran kelenjar getah bening servikal, hepatosplenomegali, perdarahan gusi spontan, dan petekie luas di ekstremitas. Manakah hasil laboratorium darah tepi yang paling selaras mendukung diagnosis keganasan sel darah tersebut?
Pembahasan: Leukimia ditandai oleh proliferasi sel darah putih imatur (blast cell) secara abnormal dan masif di sumsum tulang, yang mendesak jalur sel hemopoietik lain sehingga memicu anemia (Hb drop) dan trombositopenia berat (pemicu petekie/perdarahan).
Pembahasan: Leukimia ditandai oleh proliferasi sel darah putih imatur (blast cell) secara abnormal dan masif di sumsum tulang, yang mendesak jalur sel hemopoietik lain sehingga memicu anemia (Hb drop) dan trombositopenia berat (pemicu petekie/perdarahan).
Seorang pasien perempuan berusia 60 tahun menjalani operasi penggantian sendi panggul total (total hip replacement) hari ke-1. Pasien diwajibkan tirah baring. Manakah intervensi kolaboratif mekanis utama yang direkomendasikan perawat untuk menurunkan risiko komplikasi Deep Vein Thrombosis (DVT)?
Pembahasan: Penggunaan stocking kompresi pneumatik sekuensial (sequential compression devices) atau stocking anti-embolisme (TED stocking) dikombinasikan dengan latihan pompa pergelangan kaki berfungsi meningkatkan venous return aliran darah balik kaki, sehingga efektif mencegah stasis vena pembentuk DVT.
Pembahasan: Penggunaan stocking kompresi pneumatik sekuensial (sequential compression devices) atau stocking anti-embolisme (TED stocking) dikombinasikan dengan latihan pompa pergelangan kaki berfungsi meningkatkan venous return aliran darah balik kaki, sehingga efektif mencegah stasis vena pembentuk DVT.
Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun dibawa ke IGD karena mengalami serangan kepanikan (panic attack) hebat setelah mendengar kabar buruk. Pasien tampak bernapas sangat cepat dan dalam (hiperventilasi), mengeluh pusing, baal di sekitar mulut, dan carpopedal spasme otot tangan. Hasil analisis gas darah (AGD) manakah yang paling akurat menggambarkan kondisi tersebut?
Pembahasan: Hiperventilasi menyebabkan pengeluaran gas $CO_2$ secara berlebihan melalui paru (washout $CO_2$). Hal ini mengakibatkan penurunan pCO2 (< 35 mmHg) dan peningkatan pH darah (> 7,45), yang menegakkan kondisi Alkalosis Respiratorik.
Pembahasan: Hiperventilasi menyebabkan pengeluaran gas $CO_2$ secara berlebihan melalui paru (washout $CO_2$). Hal ini mengakibatkan penurunan pCO2 (< 35 mmHg) dan peningkatan pH darah (> 7,45), yang menegakkan kondisi Alkalosis Respiratorik.
Seorang perawat memeriksa distensi abdomen pada pasien dengan diagnosis Sirosis Hepatis stadium lanjut. Perawat melakukan perkusi dari area umbilikus ke arah lateral lateral perut, lalu meminta pasien miring ke satu sisi dan melakukan perkusi ulang pada area yang sama untuk mendeteksi pergeseran batas redup. Apakah nama teknik pemeriksaan fisik ini?
Pembahasan: Teknik memeriksa adanya akumulasi cairan bebas dalam rongga peritoneum (asites) dengan mendeteksi perubahan batas bunyi timpani ke redup saat pasien berubah posisi tidur disebut Uji Shifting Dullness.
Pembahasan: Teknik memeriksa adanya akumulasi cairan bebas dalam rongga peritoneum (asites) dengan mendeteksi perubahan batas bunyi timpani ke redup saat pasien berubah posisi tidur disebut Uji Shifting Dullness.
Seorang perempuan berusia 38 tahun dirawat di poliklinik dengan diagnosis Rheumatoid Arthritis (RA). Pasien mengeluh sendi jari-jari kedua belah tangannya mengalami bengkak, kemerahan, terasa panas, dan sangat kaku nyeri hebat di pagi hari (fase inflamasi akut). Apakah intervensi kenyamanan non-farmakologis lokal yang paling tepat disarankan perawat?
Pembahasan: Pada fase akut inflamasi sendi (sendi bengkak, merah, panas), intervensi lokal non-farmakologis yang tepat adalah aplikasi kompres dingin (cold pack) untuk vasokonstriksi pembuluh darah sehingga menekan mediator inflamasi dan meredakan nyeri.
Pembahasan: Pada fase akut inflamasi sendi (sendi bengkak, merah, panas), intervensi lokal non-farmakologis yang tepat adalah aplikasi kompres dingin (cold pack) untuk vasokonstriksi pembuluh darah sehingga menekan mediator inflamasi dan meredakan nyeri.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat mendadak pada mata kiri, kepala pusing, pandangan kabur, dan melihat bayangan pelangi (halo) di sekitar lampu. Perawat berkolaborasi melakukan pengukuran tekanan intraokular (TIO) menggunakan alat Tonometer Schiotz. Berapakah nilai batas atas TIO normal yang menjadi rujukan evaluasi?
Pembahasan: Tekanan Intraokular (TIO) mata yang normal berkisar antara 10 mmHg sampai 21 mmHg. Peningkatan TIO melebihi 21 mmHg merupakan indikasi utama Glaukoma.
Pembahasan: Tekanan Intraokular (TIO) mata yang normal berkisar antara 10 mmHg sampai 21 mmHg. Peningkatan TIO melebihi 21 mmHg merupakan indikasi utama Glaukoma.
Perawat melakukan pemeriksaan fisik thorax pada pasien dengan diagnosis Efusi Pleura masif dekstra di ruang rawat KMB. Bagaimanakah karakteristik suara perkusi yang akan didapatkan perawat saat mengetuk area basal lapang paru dekstra pasien?
Pembahasan: Akumulasi cairan masif di dalam rongga pleura meredam gelombang suara udara paru, sehingga merubah karakteristik suara perkusi paru dari sonor (normal) menjadi pekak (dullness/stony dullness).
Pembahasan: Akumulasi cairan masif di dalam rongga pleura meredam gelombang suara udara paru, sehingga merubah karakteristik suara perkusi paru dari sonor (normal) menjadi pekak (dullness/stony dullness).
Seorang pasien laki-laki dirawat dengan pemasangan traksi skeletal (skeletal traction) pada tulang femur akibat fraktur comminuted. Untuk mencegah terjadinya infeksi jalur pin besi masuk kulit (pin tract infection), manakah prinsip tindakan keperawatan berkala yang paling tepat dilaksanakan?
Pembahasan: Pencegahan pin tract infection membutuhkan perawatan luka insersi pin besi secara aseptik berkala (pin site care) menggunakan cairan antiseptik klorheksidin atau NaCl 0,9% steril dan memonitor adanya rembesan pus/nanah.
Pembahasan: Pencegahan pin tract infection membutuhkan perawatan luka insersi pin besi secara aseptik berkala (pin site care) menggunakan cairan antiseptik klorheksidin atau NaCl 0,9% steril dan memonitor adanya rembesan pus/nanah.
Seorang perawat menganalisis lembar grafik EKG 12 lead pasien sindrom koroner akut. Perawat menemukan adanya gambaran elevasi segmen ST yang persisten pada lead II, III, dan aVF. Di manakah lokasi anatomi dinding ventrikel jantung yang mengalami infark?
Pembahasan: Perubahan gelombang iskemia/infark pada lead II, III, dan aVF secara anatomis spesifik merepresentasikan proyeksi dinding bawah atau Dinding Inferior ventrikel jantung.
Pembahasan: Perubahan gelombang iskemia/infark pada lead II, III, dan aVF secara anatomis spesifik merepresentasikan proyeksi dinding bawah atau Dinding Inferior ventrikel jantung.
Seorang laki-laki berusia 38 tahun dirawat di ruang bedah dengan keluhan buang air besar (BAB) mengeluarkan darah segar berwarna merah terang, menetes, dan terpisah dari feses yang padat semenjak 1 hari lalu. Pasien memiliki riwayat hemoroid interna grade II. Apakah istilah klinis yang tepat untuk karakteristik feses tersebut?
Pembahasan: Pengeluaran darah segar berwarna merah terang melalui anus yang biasanya bersumber dari perdarahan saluran cerna bagian bawah (SCBB), seperti hemoroid atau kanker kolorektal distal, secara klinis disebut Hematokezia.
Pembahasan: Pengeluaran darah segar berwarna merah terang melalui anus yang biasanya bersumber dari perdarahan saluran cerna bagian bawah (SCBB), seperti hemoroid atau kanker kolorektal distal, secara klinis disebut Hematokezia.
Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilannya yang pertama. Hasil pengkajian: pasien menyatakan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) jatuh pada tanggal 10 Oktober 2025. Kapan Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang paling tepat untuk janin pasien tersebut?
Pembahasan: Menggunakan Rumus Naegele untuk HPHT bulan Oktober-Desember (Bulan + 9, Hari + 7, Tahun + 0):
Hari: 10 + 7 = 17
Bulan: 10 – 3 = 7 (Juli)
Tahun: 2025 + 1 = 2026.
Maka HPL jatuh pada tanggal 17 Juli 2026.
Pembahasan: Menggunakan Rumus Naegele untuk HPHT bulan Oktober-Desember (Bulan + 9, Hari + 7, Tahun + 0):
Hari: 10 + 7 = 17
Bulan: 10 – 3 = 7 (Juli)
Tahun: 2025 + 1 = 2026.
Maka HPL jatuh pada tanggal 17 Juli 2026.
Perawat melakukan pemeriksaan palpasi abdomen Leopold I pada seorang ibu hamil G2P1A0 dengan usia kehamilan 32 minggu. Perawat mengumpulkan rahim ke tengah, lalu mengukur Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan meraba bagian janin yang berada di area fundus uteri. Apakah tujuan spesifik dari tindakan perawat tersebut?
Pembahasan: Tujuan utama Palpasi Leopold I adalah untuk menentukan Tinggi Fundus Uteri (TFU) guna mengestimasi usia kehamilan/berat janin, serta mengidentifikasi bagian tubuh janin apa yang terletak di area fundus uteri pasien.
Pembahasan: Tujuan utama Palpasi Leopold I adalah untuk menentukan Tinggi Fundus Uteri (TFU) guna mengestimasi usia kehamilan/berat janin, serta mengidentifikasi bagian tubuh janin apa yang terletak di area fundus uteri pasien.
Seorang ibu hamil trimester III dirawat di kamar bersalin karena Preklampsia Berat (PEB) dan sedang mendapatkan terapi drip Magnesium Sulfat ($MgSO_4$) intravena. Sebelum melanjutkan pemberian dosis pemeliharaan, parameter klinis mutlak apakah yang wajib dievaluasi perawat untuk mencegah intoksikasi obat?
Pembahasan: Syarat mutlak keamanan pemberian atau kelanjutan $MgSO_4$ adalah: adanya refleks patella yang positif (+), frekuensi pernapasan (RR) minimal > 16 kali/menit, dan produksi haluaran urine minimal > 30 mL/jam (atau 0,5 mL/kgBB/jam).
Pembahasan: Syarat mutlak keamanan pemberian atau kelanjutan $MgSO_4$ adalah: adanya refleks patella yang positif (+), frekuensi pernapasan (RR) minimal > 16 kali/menit, dan produksi haluaran urine minimal > 30 mL/jam (atau 0,5 mL/kgBB/jam).
Seorang perawat selesai melakukan palpasi Leopold II pada pasien G1P0A0 dengan usia kehamilan 36 minggu. Hasil pengkajian: teraba bagian keras, memanjang, dan membal seperti papan pada sisi kiri abdomen ibu. Di manakah lokasi penempatan transduser Doppler yang paling tepat untuk mendengarkan Denyut Jantung Janin (DJJ)?
Pembahasan: Hasil Leopold II menunjukkan punggung janin berada di sisi kiri rahim ibu (Punggung Kiri / Puki). Titik terdengar DJJ paling keras (punctum maximum) terletak pada kuadran kiri bawah abdomen ibu (jika presentasi kepala).
Pembahasan: Hasil Leopold II menunjukkan punggung janin berada di sisi kiri rahim ibu (Punggung Kiri / Puki). Titik terdengar DJJ paling keras (punctum maximum) terletak pada kuadran kiri bawah abdomen ibu (jika presentasi kepala).
Seorang perempuan berusia 23 tahun G1P0A0 inpartu Kala I fase aktif mengeluh nyeri perut bawah yang semakin sering, hebat, dan menjalar hingga ke pinggang. Pasien tampak meringis kesakitan, tegang, dan memegangi tempat tidur. Manakah tindakan non-farmakologis lokal yang paling tepat diinstruksikan perawat?
Pembahasan: Untuk meredakan nyeri persalinan akibat kontraksi uterus pada Kala I, teknik non-farmakologis yang sangat efektif adalah melatih teknik pernapasan dalam (deep breathing) yang dikombinasikan dengan usapan lembut pada abdomen (teknik effleurage) atau penekanan area sakrum.
Pembahasan: Untuk meredakan nyeri persalinan akibat kontraksi uterus pada Kala I, teknik non-farmakologis yang sangat efektif adalah melatih teknik pernapasan dalam (deep breathing) yang dikombinasikan dengan usapan lembut pada abdomen (teknik effleurage) atau penekanan area sakrum.
Seorang perempuan datang ke klinik kehamilan. Pengkajian riwayat obstetri menunjukkan: pasien saat ini sedang hamil, pernah melahirkan bayi kembar hidup pada usia kehamilan 38 minggu, pernah melahirkan bayi tunggal hidup usia kehamilan 39 minggu, dan sempat mengalami keguguran 1 kali saat usia kehamilan 10 minggu. Bagaimanakah penulisan status obstetri Gravida dan Paritas (G-P-A) pasien yang benar?
Pembahasan: Gravida (G) = total kehamilan termasuk yang sekarang = 1 (sekarang) + 1 (kembar) + 1 (tunggal) + 1 (keguguran) = 4. Paritas (P) = jumlah persalinan yang mencapai usia viabilitas (>20/22 minggu) = 1 (kembar dihitung 1 peristiwa persalinan) + 1 (tunggal) = 2. Abortus (A) = 1. Maka status obstetrinya adalah G4P2A1.
Pembahasan: Gravida (G) = total kehamilan termasuk yang sekarang = 1 (sekarang) + 1 (kembar) + 1 (tunggal) + 1 (keguguran) = 4. Paritas (P) = jumlah persalinan yang mencapai usia viabilitas (>20/22 minggu) = 1 (kembar dihitung 1 peristiwa persalinan) + 1 (tunggal) = 2. Abortus (A) = 1. Maka status obstetrinya adalah G4P2A1.
Seorang perempuan hamil 34 minggu datang ke UGD mengeluh keluar cairan jernih encer merembes dalam jumlah banyak dari jalan lahir sejak 3 jam lalu tanpa disertai mules kontraksi. Perawat berkolaborasi melakukan tes lakmus (Nitrazin test) menggunakan kertas lakmus merah pada cairan tersebut. Hasil perubahan warna apakah yang mengonfirmasi adanya air ketuban?
Pembahasan: Cairan vagina normal bersifat asam, sedangkan air ketuban bersifat basa (alkalis) dengan pH berkisar 7,0-7,5. Jika mengenai air ketuban, kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru (Tes Nitrazin positif).
Pembahasan: Cairan vagina normal bersifat asam, sedangkan air ketuban bersifat basa (alkalis) dengan pH berkisar 7,0-7,5. Jika mengenai air ketuban, kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru (Tes Nitrazin positif).
Seorang perempuan P1A0 baru saja melahirkan bayi secara spontan 15 menit lalu, plasenta lahir lengkap. Hasil pengkajian Kala IV menunjukkan adanya perdarahan pervaginam berwarna merah segar yang mengalir banyak, uterus teraba lembek, dan fundus uteri berada di atas pusat. Apakah tindakan mandiri kedaruratan keperawatan awal yang harus segera dikerjakan?
Pembahasan: Perdarahan postpartum primer dengan kondisi uterus lembek disebabkan oleh Atonia Uteri. Tindakan segera dan utama untuk merangsang miometrium berkontraksi adalah melakukan pijatan masase fundus uteri secara sirkuler selama maksimal 15 detik.
Pembahasan: Perdarahan postpartum primer dengan kondisi uterus lembek disebabkan oleh Atonia Uteri. Tindakan segera dan utama untuk merangsang miometrium berkontraksi adalah melakukan pijatan masase fundus uteri secara sirkuler selama maksimal 15 detik.
Seorang ibu masa nifas hari ke-3 pasca bersalin mengeluh kedua payudaranya terasa bengkak, kencang, nyeri hebat saat tersentuh, dan badan terasa meriang. Hasil pemeriksaan fisik: payudara keras, mengkilap, kemerahan, ASI keluar hanya sedikit. Apakah diagnosis keperawatan utama pada kondisi tersebut?
Pembahasan: Akumulasi ASI berlebih akibat pengosongan payudara yang tidak adekuat pada hari-hari awal nifas memicu bendungan ASI atau Pembengkakan Payudara (Breast Engorgement), yang didiagnosis sebagai Menyusui Tidak Efektif.
Pembahasan: Akumulasi ASI berlebih akibat pengosongan payudara yang tidak adekuat pada hari-hari awal nifas memicu bendungan ASI atau Pembengkakan Payudara (Breast Engorgement), yang didiagnosis sebagai Menyusui Tidak Efektif.
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah pada ibu pasca melahirkan hari ke-5. Perawat mengevaluasi cairan sekret vagina nifas (lokhea) yang menempel pada pembalut. Bagaimanakah karakteristik cairan lokhea yang normal ditemukan pada fase nifas tersebut?
Pembahasan: Tahapan lokhea: Lokhea Rubra (hari 1-3, merah segar); Lokhea Sanguinolenta (hari 4-7, berwarna merah kecokelatan berlendir); Lokhea Serosa (hari 8-14, kekuningan/merah muda); Lokhea Alba (>14 hari, putih jernih). Maka pada hari ke-5 normalnya adalah Lokhea Sanguinolenta.
Pembahasan: Tahapan lokhea: Lokhea Rubra (hari 1-3, merah segar); Lokhea Sanguinolenta (hari 4-7, berwarna merah kecokelatan berlendir); Lokhea Serosa (hari 8-14, kekuningan/merah muda); Lokhea Alba (>14 hari, putih jernih). Maka pada hari ke-5 normalnya adalah Lokhea Sanguinolenta.
Seorang perempuan berusia 30 tahun akseptor baru kontrasepsi Suntik KB 3 bulan (Progestin) datang ke poliklinik KIA. Pasien mengeluh cemas karena semenjak menggunakan metode KB tersebut, ia tidak pernah mendapatkan haid sama sekali (amenorea) dan berat badannya naik 3 kg. Apakah edukasi perawat yang paling tepat?
Pembahasan: Kontrasepsi progestin dosis tinggi (seperti suntik 3 bulan) bekerja menebalkan mukosa serviks dan menekan ovulasi, yang secara umum memicu efek samping umum berupa amenorea sekunder serta peningkatan nafsu makan penyebab kenaikan berat badan.
Pembahasan: Kontrasepsi progestin dosis tinggi (seperti suntik 3 bulan) bekerja menebalkan mukosa serviks dan menekan ovulasi, yang secara umum memicu efek samping umum berupa amenorea sekunder serta peningkatan nafsu makan penyebab kenaikan berat badan.
Seorang ibu P1A0 hari ke-4 pasca melahirkan menangis tiba-tiba di kamar perawatan tanpa sebab yang jelas. Ibu mengeluh merasa sangat lelah, sedih, cemas tidak mampu merawat bayinya dengan baik, dan mudah tersinggung. Ibu masih bersedia menyusui bayinya jika dibantu. Tahapan adaptasi psikologis nifas manakah yang dialami ibu?
Pembahasan: Gangguan suasana hati ringan, cemas, mudah menangis, dan sedih yang muncul pada minggu pertama pasca melahirkan (puncaknya hari ke-3 s.d ke-5) disebut sindrom Postpartum Blues (Baby Blues).
Pembahasan: Gangguan suasana hati ringan, cemas, mudah menangis, dan sedih yang muncul pada minggu pertama pasca melahirkan (puncaknya hari ke-3 s.d ke-5) disebut sindrom Postpartum Blues (Baby Blues).
Seorang ibu menyusui bayinya yang berusia 3 minggu datang mengeluh payudara sebelah kanan terasa sangat nyeri, bengkak, dan keras. Hasil pemeriksaan fisik: payudara kanan kemerahan lokal terlokalisir, teraba sangat panas, bengkak kencang, dan suhu tubuh ibu demam mencapai 38,9°C. Apakah peradangan infeksi yang dialami?
Pembahasan: Peradangan jaringan payudara disertai infeksi bakteri (umumnya Staphylococcus aureus) yang ditandai dengan area payudara kemerahan lokal, mengeras panas, disertai demam sistemik tinggi dinamakan Mastitis.
Pembahasan: Peradangan jaringan payudara disertai infeksi bakteri (umumnya Staphylococcus aureus) yang ditandai dengan area payudara kemerahan lokal, mengeras panas, disertai demam sistemik tinggi dinamakan Mastitis.
Seorang perempuan berusia 28 tahun P1A0 dirawat di ruang rawat nifas 6 jam pasca melahirkan spontan. Pasien mengeluh masih lemas dan takut untuk bergerak dari tempat tidur karena khawatir jahitannya terlepas. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat untuk mempercepat proses involusi uteri?
Pembahasan: Mobilisasi dini (early ambulation) secara bertahap pasca melahirkan sangat bermanfaat untuk merangsang kontraksi miometrium, memperlancar pengeluaran lokhea, mencegah tromboemboli, dan mempercepat involusi uterus.
Pembahasan: Mobilisasi dini (early ambulation) secara bertahap pasca melahirkan sangat bermanfaat untuk merangsang kontraksi miometrium, memperlancar pengeluaran lokhea, mencegah tromboemboli, dan mempercepat involusi uterus.
Seorang perempuan berusia 22 tahun datang dengan keluhan mual muntah di pagi hari dan terlambat menstruasi selama 2 bulan. Perawat melakukan pengkajian klinis. Manakah tanda klinis di bawah ini yang diklasifikasikan sebagai Tanda Pasti Kehamilan?
Pembahasan: Tanda pasti kehamilan adalah data objektif yang membuktikan adanya janin secara konklusif, yaitu: terdengarnya Denyut Jantung Janin (DJJ) via Doppler/fetoskop, terabanya gerakan janin oleh pemeriksa, dan terlihatnya kantong janin/janin pada USG.
Pembahasan: Tanda pasti kehamilan adalah data objektif yang membuktikan adanya janin secara konklusif, yaitu: terdengarnya Denyut Jantung Janin (DJJ) via Doppler/fetoskop, terabanya gerakan janin oleh pemeriksa, dan terlihatnya kantong janin/janin pada USG.
Seorang bayi laki-laki baru saja dilahirkan spontan menangis kuat, perawat telah melakukan suntikan oksitosin 10 unit IM pada paha ibu. Beberapa menit kemudian, perawat mengamati adanya tanda pelepasan plasenta. Manakah tanda pelepasan plasenta yang paling tepat?
Pembahasan: Tanda-tanda pelepasan plasenta meliputi: adanya semburan darah mendadak dan singkat, tali pusat memanjang di depan vulva, serta perubahan bentuk uterus menjadi bulat keras (globuler) dan terdorong naik ke atas pusat.
Pembahasan: Tanda-tanda pelepasan plasenta meliputi: adanya semburan darah mendadak dan singkat, tali pusat memanjang di depan vulva, serta perubahan bentuk uterus menjadi bulat keras (globuler) dan terdorong naik ke atas pusat.
Perawat sedang merawat bayi baru lahir berumur 1 jam dari ibu dengan riwayat menderita infeksi menular seksual Gonore aktif. Apakah tindakan profilaksis rutin dan wajib yang harus segera dioleskan perawat pada area mata bayi?
Pembahasan: Bayi yang lahir dari ibu penderita IMS Gonore atau Klamidia berisiko tinggi mengalami konjungtivitis neonatal parah (Oftalmia Neonatorum) penyebab kebutaan. Profilaksis wajib adalah salep mata Eritromisin 0,5% atau Tetr डिलिव 1%.
Pembahasan: Bayi yang lahir dari ibu penderita IMS Gonore atau Klamidia berisiko tinggi mengalami konjungtivitis neonatal parah (Oftalmia Neonatorum) penyebab kebutaan. Profilaksis wajib adalah salep mata Eritromisin 0,5% atau Tetr डिलिव 1%.
Seorang perawat memberikan konseling nutrisi pada ibu pasca melahirkan hari ke-2. Perawat menganjurkan ibu untuk sesegera mungkin menyusui dan tidak membuang cairan ASI awal berwarna kekuningan dan kental (kolostrum). Apakah kandungan imunologis utama kolostrum tersebut?
Pembahasan: Kolostrum (ASI awal hari 1-3) kaya akan protein pelindung, terutama Imunoglobulin A (IgA) sekretori, yang berfungsi melapisi saluran cerna bayi sebagai proteksi imun alami terkuat dari patogen.
Pembahasan: Kolostrum (ASI awal hari 1-3) kaya akan protein pelindung, terutama Imunoglobulin A (IgA) sekretori, yang berfungsi melapisi saluran cerna bayi sebagai proteksi imun alami terkuat dari patogen.
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan deteksi dini (skrining) kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA test). Hasil pengkajian menunjukkan terbentuknya plak putih kasar (acetowhite epithelium) pada zona transformasi serviks setelah diulas asam asetat 3-5%. Apakah interpretasi klinis temuan tersebut?
Pembahasan: Munculnya bercak atau plak putih (acetowhite epithelium) pada pemeriksaan IVA test menandakan hasil tes Positif (+), yang mengindikasikan adanya displasia sel atau Lesi Prakanker Serviks.
Pembahasan: Munculnya bercak atau plak putih (acetowhite epithelium) pada pemeriksaan IVA test menandakan hasil tes Positif (+), yang mengindikasikan adanya displasia sel atau Lesi Prakanker Serviks.
Seorang ibu nifas hari ke-2 mengeluh area luka jahitan perineum (episiotomi) terasa nyeri, kaku, dan tidak nyaman untuk duduk. Hasil pengkajian: luka utuh, tidak ada rembesan nanah, edema minimal. Apakah intervensi mandiri hidroterapi lokal yang efektif meredakan nyeri serta merangsang vaskularisasi penyembuhan?
Pembahasan: Berendam pantat air hangat (Sitz bath) menggunakan wadah khusus selama 15-20 menit sangat direkomendasikan pada masa nifas untuk meningkatkan sirkulasi darah lokal ke perineum, meredakan nyeri, edema, dan mempercepat penyembuhan jaringan episiotomi.
Pembahasan: Berendam pantat air hangat (Sitz bath) menggunakan wadah khusus selama 15-20 menit sangat direkomendasikan pada masa nifas untuk meningkatkan sirkulasi darah lokal ke perineum, meredakan nyeri, edema, dan mempercepat penyembuhan jaringan episiotomi.
Seorang bayi laki-laki baru lahir spontan di kamar bersalin. Hasil pengkajian 1 menit pertama: bayi menangis lemah, frekuensi denyut jantung didapatkan 92 x/menit, gerakan otot fleksi sedikit pada ekstremitas, tubuh berwarna kemerahan namun tangan dan kaki tampak kebiruan (akrosianosis), serta bayi meringis saat ditunjang stimulasi taktil. Berapakah total nilai APGAR score bayi tersebut?
Pembahasan: Komponen APGAR Score: Appearance = 1 (tubuh kemerahan, akrosianosis kaki/tangan); Pulse = 1 (nadi < 100 x/menit); Grimace = 1 (meringis saat stimulasi); Activity = 1 (fleksi sedikit/lemah); Respiration = 1 (menangis lemah/lambat). Total APGAR = $1 + 1 + 1 + 1 + 1 = 5$ (Asfiksia Sedang).
Pembahasan: Komponen APGAR Score: Appearance = 1 (tubuh kemerahan, akrosianosis kaki/tangan); Pulse = 1 (nadi < 100 x/menit); Grimace = 1 (meringis saat stimulasi); Activity = 1 (fleksi sedikit/lemah); Respiration = 1 (menangis lemah/lambat). Total APGAR = $1 + 1 + 1 + 1 + 1 = 5$ (Asfiksia Sedang).
Seorang anak perempuan berusia 3 tahun dirawat di ruang anak dengan diagnosis Gastroenteritis Akut (GEA) disertai Dehidrasi Ringan-Sedang. Berat badan anak didapatkan 15 kg. Menggunakan metode standard rumus Holliday-Segar, berapakah total kebutuhan cairan rumatan (maintenance) harian anak tersebut dalam 24 jam?
Pembahasan: Rumus Holliday-Segar untuk berat badan 11-20 kg:
10 kg pertama = 1000 mL
Sisa BB (15 – 10 = 5 kg) x 50 mL = 250 mL.
Total kebutuhan cairan maintenance harian = 1000 + 250 = 1250 mL/24 jam.
Pembahasan: Rumus Holliday-Segar untuk berat badan 11-20 kg:
10 kg pertama = 1000 mL
Sisa BB (15 – 10 = 5 kg) x 50 mL = 250 mL.
Total kebutuhan cairan maintenance harian = 1000 + 250 = 1250 mL/24 jam.
Perawat menguji refleks primitif pada bayi berumur 1 bulan. Perawat mengubah posisi kepala bayi secara mendadak atau mengejutkan bayi dengan ketukan meja yang keras. Resonansi respon bayi adalah mengekstensikan dan mengabduksikan kedua lengan dengan jari membentuk huruf ‘C’, diikuti dengan fleksi serta adduksi kembali. Apakah nama refleks primitif tersebut?
Pembahasan: Respon terkejut berupa abduksi-ekstensi lengan diikuti adduksi-fleksi simetris saat mendapati stimulus mendadak dinamakan Refleks Moro (Moro Reflex). Refleks ini normalnya menghilang pada usia 4-6 bulan.
Pembahasan: Respon terkejut berupa abduksi-ekstensi lengan diikuti adduksi-fleksi simetris saat mendapati stimulus mendadak dinamakan Refleks Moro (Moro Reflex). Refleks ini normalnya menghilang pada usia 4-6 bulan.
Seorang neonatus dirawat dengan diagnosis Hiperbilirubinemia neonatorum derajat tinggi dan diputuskan untuk menjalani tindakan fototerapi (blue light therapy). Mengingat paparan lampu fototerapi dapat meningkatkan penguapan cairan tubuh secara signifikan, berapakah persentase rata-rata penambahan volume cairan harian (IWL) yang harus dipenuhi perawat?
Pembahasan: Paparan lampu fototerapi memicu peningkatan Insensible Water Loss (IWL) eksesif pada kulit neonatus. Oleh karena itu, kebutuhan cairan harian total bayi harus dinaikkan/ditambahkan sebesar 10% s.d 20% dari kebutuhan cairan basal harian.
Pembahasan: Paparan lampu fototerapi memicu peningkatan Insensible Water Loss (IWL) eksesif pada kulit neonatus. Oleh karena itu, kebutuhan cairan harian total bayi harus dinaikkan/ditambahkan sebesar 10% s.d 20% dari kebutuhan cairan basal harian.
Seorang anak laki-laki berusia 18 bulan dibawa ibunya ke puskesmas karena batuk dan sesak napas. Perawat menerapkan algoritma Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Pada penghitungan napas dalam 1 menit penuh, didapatkan frekuensi napas (RR) anak 42 x/menit, tidak ada tarikan dinding dada ke dalam (retraksi). Apakah klasifikasi MTBS yang tepat?
Pembahasan: Berdasarkan standar klasifikasi MTBS, batasan napas cepat untuk anak usia 12 bulan hingga 5 tahun adalah $\ge 40$ x/menit. Karena RR anak 42 x/menit (napas cepat) tanpa disertai tanda bahaya umum/retraksi dada, maka diklasifikasikan sebagai Pneumonia.
Pembahasan: Berdasarkan standar klasifikasi MTBS, batasan napas cepat untuk anak usia 12 bulan hingga 5 tahun adalah $\ge 40$ x/menit. Karena RR anak 42 x/menit (napas cepat) tanpa disertai tanda bahaya umum/retraksi dada, maka diklasifikasikan sebagai Pneumonia.
Seorang bayi perempuan baru lahir spontan di puskesmas, kondisi sehat, bugar, langsung menangis kuat. Sesuai dengan jadwal rekomendasi program imunisasi dasar nasional Kementerian Kesehatan, kapankah waktu yang paling tepat untuk pemberian vaksin Imunisasi Hepatitis B0 (HB-0)?
Pembahasan: Vaksin Hepatitis B0 (HB-0) wajib diberikan sebagai pencegahan transmisi vertikal sesegera mungkin pasca lahir, dengan waktu ideal kurang dari 24 jam setelah kelahiran (biasanya 1-2 jam pasca injeksi Vitamin K1).
Pembahasan: Vaksin Hepatitis B0 (HB-0) wajib diberikan sebagai pencegahan transmisi vertikal sesegera mungkin pasca lahir, dengan waktu ideal kurang dari 24 jam setelah kelahiran (biasanya 1-2 jam pasca injeksi Vitamin K1).
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun dengan diagnosis Tetralogy of Fallot (TOF) sedang bermain di bangsal anak. Tiba-tiba anak mengalami serangan sianotik akut (tet spell) yang ditandai dengan sesak napas berat dan bibir menjadi sangat biru. Apakah posisi tubuh adaptif yang spontan atau harus diatur perawat untuk meningkatkan aliran oksigen sistemik?
Pembahasan: Posisi Menekuk Lutut ke Dada (Knee-chest position / Squatting) sangat efektif pada serangan sianotik TOF karena meningkatkan resistensi vaskular sistemik (SVR), yang meminimalkan pirau kanan-ke-kiri di jantung dan meningkatkan sirkulasi darah ke paru.
Pembahasan: Posisi Menekuk Lutut ke Dada (Knee-chest position / Squatting) sangat efektif pada serangan sianotik TOF karena meningkatkan resistensi vaskular sistemik (SVR), yang meminimalkan pirau kanan-ke-kiri di jantung dan meningkatkan sirkulasi darah ke paru.
Seorang perawat merancang program terapi bermain (play therapy) untuk anak berusia 2,5 tahun (toddler) yang sedang mengalami kecemasan hospitalisasi hari ke-3 di ruang anak. Karakteristik tipe bermain anak toddler umumnya bersifat soliter atau paralel. Manakah alat permainan yang paling aman dan merangsang perkembangan motorik serta kognitifnya?
Pembahasan: Untuk anak usia toddler (1-3 tahun), jenis permainan edukatif yang aman, melatih koordinasi motorik halus, memecahkan masalah dasar, serta mendukung karakteristik paralel play adalah menyusun balok besar warna-warni (building blocks).
Pembahasan: Untuk anak usia toddler (1-3 tahun), jenis permainan edukatif yang aman, melatih koordinasi motorik halus, memecahkan masalah dasar, serta mendukung karakteristik paralel play adalah menyusun balok besar warna-warni (building blocks).
Seorang bayi berumur 10 bulan dibawa ke klinik anak karena berat badan sangat kurus. Hasil pengkajian fisik: ditemukan wajah anak tampak keriput mengkerut seperti orang tua (old man face), iga cembung menonjol (baggy pants (+)), jaringan lemak subkutan menghilang total, otot atrofi, dan anak sangat apatis. Apakah klasifikasi klinis gizi buruk yang dialami anak?
Pembahasan: Tanda klinis berupa penampilan wajah keriput seperti orang tua (old man face), hilangnya lemak subkutan secara ekstrem, otot atrofi, serta pantat keriput (baggy pants) merupakan manifestasi patognomonis dari gizi buruk jenis Marasmus (akibat defisiensi kalori kronis).
Pembahasan: Tanda klinis berupa penampilan wajah keriput seperti orang tua (old man face), hilangnya lemak subkutan secara ekstrem, otot atrofi, serta pantat keriput (baggy pants) merupakan manifestasi patognomonis dari gizi buruk jenis Marasmus (akibat defisiensi kalori kronis).
Seorang anak berusia 14 bulan dibawa ke IGD karena mengalami kejang di rumah saat demam tinggi mencapai 39,2°C. Perawat mengkaji karakteristik serangan kejang. Manakah temuan klinis di bawah ini yang mengklasifikasikan kondisi tersebut ke dalam Kejang Demam Kompleks (KDK)?
Pembahasan: Kriteria Kejang Demam Kompleks (KDK): Kejang berlangsung lama (>15 menit), kejang bersifat fokal/parsial fokal (bukan umum seluruh tubuh), atau kejang berulang $\ge 2$ kali dalam waktu 24 jam dengan kesadaran pulih di antaranya.
Pembahasan: Kriteria Kejang Demam Kompleks (KDK): Kejang berlangsung lama (>15 menit), kejang bersifat fokal/parsial fokal (bukan umum seluruh tubuh), atau kejang berulang $\ge 2$ kali dalam waktu 24 jam dengan kesadaran pulih di antaranya.
Seorang bayi laki-laki berumur 3 hari dirawat pasca tindakan operasi pembuatan kolostomi pengalihan sementara akibat kelainan kongenital Atresia Ani. Perawat mengevaluasi kesiapan pemberian nutrisi enteral awal peroral (ASI). Apakah indikator klinis utama yang menandakan saluran pencernaan pasca operasi sudah paten dan berfungsi?
Pembahasan: Indikator klinis utama kembalinya fungsi peristaltik usus dan patensi sirkulasi sistem cerna pasca operasi abdomen/kolostomi anak adalah terdengarnya bising usus yang normal serta keluarnya gas (flatus) atau feses mekonium melalui stoma kolostomi.
Pembahasan: Indikator klinis utama kembalinya fungsi peristaltik usus dan patensi sirkulasi sistem cerna pasca operasi abdomen/kolostomi anak adalah terdengarnya bising usus yang normal serta keluarnya gas (flatus) atau feses mekonium melalui stoma kolostomi.
Perawat melakukan skrining tumbuh kembang anak usia 24 bulan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Dari total 10 pertanyaan aspek gerak kasar, gerak halus, bicara-bahasa, dan sosialisasi-kemandirian, ibu menjawab ‘YA’ sebanyak 8 item. Apakah interpretasi skor perkembangan anak tersebut?
Pembahasan: Berdasarkan pedoman interpretasi skor KPSP:
Skor 9-10 = Sesuai (S) tahapan perkembangan;
Skor 7-8 = Meragukan (M) perlunya evaluasi ulang;
Skor $\le 6$ = Penyimpangan (P). Karena skor didapatkan 8, maka perkembangannya dikategorikan Meragukan.
Pembahasan: Berdasarkan pedoman interpretasi skor KPSP:
Skor 9-10 = Sesuai (S) tahapan perkembangan;
Skor 7-8 = Meragukan (M) perlunya evaluasi ulang;
Skor $\le 6$ = Penyimpangan (P). Karena skor didapatkan 8, maka perkembangannya dikategorikan Meragukan.
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dengan riwayat Thalassemia Mayor dirawat karena kembali mengalami anemia berat. Hasil pemeriksaan fisik wajah anak menunjukkan adanya penonjolan tulang dahi (frontal bossing), jarak kedua mata menjauh, dan os maksila menonjol hipertrofi akibat hiperplasia sumsum tulang wajah. Apakah nama karakteristik visual wajah tersebut?
Pembahasan: Perubahan bentuk fasial atau deformitas tulang wajah khas pada pasien Thalassemia Mayor akibat kompensasi hiperplasia jaringan eritroid sumsum tulang yang masif dikenal dengan istilah Facies Cooley (Cooley’s Face).
Pembahasan: Perubahan bentuk fasial atau deformitas tulang wajah khas pada pasien Thalassemia Mayor akibat kompensasi hiperplasia jaringan eritroid sumsum tulang yang masif dikenal dengan istilah Facies Cooley (Cooley’s Face).
Perawat sedang melakukan resusitasi neonatus pada bayi baru lahir dengan asfiksia berat di meja resusitasi. Langkah ventilasi tekanan positif (VTP) efektif telah dikerjakan 30 detik, namun denyut jantung bayi tetap berada di bawah 60 x/menit. Perawat memutuskan memulai kompresi dada terkoordinasi VTP. Berapakah rasio perbandingan kompresi dada dengan ventilasi yang benar?
Pembahasan: Sesuai dengan pedoman resusitasi neonatus (PALS/Neonatal Resuscitation Program), rasio kompresi dada banding ventilasi buatan untuk neonatus adalah 3 banding 1 (3 kompresi diikuti 1 ventilasi), guna menghasilkan total 120 siklus kegiatan per menit.
Pembahasan: Sesuai dengan pedoman resusitasi neonatus (PALS/Neonatal Resuscitation Program), rasio kompresi dada banding ventilasi buatan untuk neonatus adalah 3 banding 1 (3 kompresi diikuti 1 ventilasi), guna menghasilkan total 120 siklus kegiatan per menit.
Seorang bayi berumur 8 bulan dibawa ibunya karena diare cair terus-menerus sebanyak 8 kali hari ini. Perawat memeriksa dengan algoritma MTBS: didapatkan mata bayi sangat cekung, cubitan kulit perut (turgor) kembali sangat lambat (lebih dari 2 detik), dan bayi tampak letargik / tidak sadar. Apakah klasifikasi derajat dehidrasi MTBS tersebut?
Pembahasan: Dua tanda klinis berupa kondisi letargik/tidak sadar ditemani turgor kulit perut kembali sangat lambat (>2 detik) dan mata cekung secara konklusif memenuhi kriteria klasifikasi MTBS Diare Dehidrasi Berat.
Pembahasan: Dua tanda klinis berupa kondisi letargik/tidak sadar ditemani turgor kulit perut kembali sangat lambat (>2 detik) dan mata cekung secara konklusif memenuhi kriteria klasifikasi MTBS Diare Dehidrasi Berat.
Seorang ibu membawa bayi laki-lakinya yang berusia 2 bulan ke posyandu untuk mendapatkan suntikan vaksinasi Imunisasi Pentavalen 1 (DPT-HB-Hib 1) dan Polio 2. Apakah informasi edukasi antisipasi efek samping tersering (KIPI) yang wajib disampaikan perawat?
Pembahasan: Komponen Pertusis (bakteri mati) dalam vaksin DPT secara luas dikenal sering memicu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berupa reaksi demam ringan hingga tinggi serta nyeri/kemerahan lokal di area suntikan paha bayi.
Pembahasan: Komponen Pertusis (bakteri mati) dalam vaksin DPT secara luas dikenal sering memicu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berupa reaksi demam ringan hingga tinggi serta nyeri/kemerahan lokal di area suntikan paha bayi.
Seorang bayi berumur 4 hari dirawat dengan distensi perut yang kembung parah dan riwayat belum mengeluarkan feses mekonium pertama hingga 48 jam pasca lahir. Perawat berkolaborasi melakukan colok dubur (digital rectal examination). Saat jari perawat ditarik, terjadi pengeluaran feses menyemprot (muncrat) yang masif. Apakah diagnosis kelainan saraf usus yang dicurigai?
Pembahasan: Pengeluaran feses menyemprot (squirt sign / explosive stool) pasca tindakan colok dubur pada neonatus dengan riwayat keterlambatan pengeluaran mekonium dan distensi abdomen merupakan tanda klasik dari Penyakit Hirschsprung (Megakolon Kongenital).
Pembahasan: Pengeluaran feses menyemprot (squirt sign / explosive stool) pasca tindakan colok dubur pada neonatus dengan riwayat keterlambatan pengeluaran mekonium dan distensi abdomen merupakan tanda klasik dari Penyakit Hirschsprung (Megakolon Kongenital).
Seorang bayi berusia 6 bulan dirawat di ruang rawat anak dengan diagnosis Bronkiolitis Akut. Hasil pengkajian: terdapat sekret kental di hidung, terdengar suara napas tambahan ronkhi basah halus bilateral, cuping hidung kembang kempis, dan $SpO_2$ 93% ruangan. Apakah posisi dada tempat tidur yang paling tepat diatur perawat?
Pembahasan: Mengatur posisi kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat (Semi-Fowler) dengan leher sedikit ekstensi (posisi mengendus/sniffing position) membantu memaksimalkan kelancaran jalan napas dan ekspansi paru pada bayi sesak.
Pembahasan: Mengatur posisi kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat (Semi-Fowler) dengan leher sedikit ekstensi (posisi mengendus/sniffing position) membantu memaksimalkan kelancaran jalan napas dan ekspansi paru pada bayi sesak.
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah neonatal pasca lahir hari ke-5. Perawat memeriksa kondisi puntung tali pusat bayi. Manakah temuan klinis yang mengindikasikan terjadinya komplikasi Omfalitis (infeksi tali pusat) lokal?
Pembahasan: Omfalitis ditandai dengan adanya eritema (kemerahan) lokal dan edema (bengkak) pada jaringan kulit periumbilikal di sekeliling pangkal tali pusat, seringkali disertai rembesan cairan berbau busuk atau nanah (purulen).
Pembahasan: Omfalitis ditandai dengan adanya eritema (kemerahan) lokal dan edema (bengkak) pada jaringan kulit periumbilikal di sekeliling pangkal tali pusat, seringkali disertai rembesan cairan berbau busuk atau nanah (purulen).
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dirawat dengan edema anasarka (seluruh tubuh bengkak) parah, terutama kelopak mata (edema periorbital) setiap bangun pagi. Pasien dicurigai menderita Sindrom Nefrotik. Manakah kombinasi hasil laboratorium (trias) yang mengonfirmasi gangguan filtrasi ginjal tersebut?
Pembahasan: Tiga komponen penegak diagnosis (trias klasik) Sindrom Nefrotik meliputi: Proteinuria masif (kadar protein urin kualitatif $\ge +3$ atau $>50$ mg/kgBB/hari), Hipoalbuminemia berat (<2,5 g/dL), serta Hiperkolesterolemia.
Pembahasan: Tiga komponen penegak diagnosis (trias klasik) Sindrom Nefrotik meliputi: Proteinuria masif (kadar protein urin kualitatif $\ge +3$ atau $>50$ mg/kgBB/hari), Hipoalbuminemia berat (<2,5 g/dL), serta Hiperkolesterolemia.
Seorang laki-laki berusia 28 tahun dirawat di RS Jiwa dengan keluhan sering berbicara dan tertawa sendiri. Hasil pengkajian: pasien mengatakan mendengar suara bisikan gaib yang menyuruhnya untuk melompat ke sumur, terutama saat pasien sedang menyendiri di kamar. Apakah tindakan keperawatan awal (SP 1) yang paling tepat diajarkan pada pasien?
Pembahasan: Tindakan keperawatan utama pada Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) Pasien dengan Halusinasi adalah membantu pasien mengenali halusinasi (isi, waktu, frekuensi, situasi pencetus, perasaan) dan melatih cara mengontrol halusinasi yang pertama, yaitu dengan teknik Menghardik.
Pembahasan: Tindakan keperawatan utama pada Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) Pasien dengan Halusinasi adalah membantu pasien mengenali halusinasi (isi, waktu, frekuensi, situasi pencetus, perasaan) dan melatih cara mengontrol halusinasi yang pertama, yaitu dengan teknik Menghardik.
Seorang perempuan berusia 24 tahun dirawat di RS Jiwa. Hasil pengkajian fisik dan wawancara: pasien tampak sering duduk menyendiri di sudut ruangan, selalu menundukkan kepala, menghindari kontak mata dengan perawat saat diajak berbicara, menjawab pertanyaan hanya dengan satu kata pendek, dan menolak ikut serta dalam kegiatan makan bersama. Apakah masalah keperawatan utama pasien tersebut?
Pembahasan: Tanda klinis berupa perilaku menyendiri, menarik diri dari lingkungan, menolak berinteraksi dengan orang lain, serta kontak mata yang tidak adekuat/menunduk merupakan manifestasi klasik dari Masalah Isolasi Sosial.
Pembahasan: Tanda klinis berupa perilaku menyendiri, menarik diri dari lingkungan, menolak berinteraksi dengan orang lain, serta kontak mata yang tidak adekuat/menunduk merupakan manifestasi klasik dari Masalah Isolasi Sosial.
Seorang pasien laki-laki berusia 32 tahun mengamuk di ruang rawat akut RS Jiwa. Pasien tampak membanting kursi, berteriak-teriak mengancam akan membunuh perawat, mata melotot, dan tangan mengepal kencang. Tindakan de-eskalasi verbal serta kolaborasi injeksi obat penenang tidak berhasil meredakan emosinya. Apakah tindakan kedaruratan keperawatan selanjutnya yang paling tepat?
Pembahasan: Jika pasien dengan Perilaku Kekerasan tidak dapat ditenangkan melalui pendekatan verbal atau farmakologis dan membahayakan diri sendiri/orang lain, tindakan darurat pengekangan fisik (Restraint/Fiksasi) secara tim yang aman dan lege artis harus segera dilakukan.
Pembahasan: Jika pasien dengan Perilaku Kekerasan tidak dapat ditenangkan melalui pendekatan verbal atau farmakologis dan membahayakan diri sendiri/orang lain, tindakan darurat pengekangan fisik (Restraint/Fiksasi) secara tim yang aman dan lege artis harus segera dilakukan.
Seorang perempuan berusia 40 tahun dirawat karena terus-menerus mengaku dirinya adalah seorang Nabi utusan Tuhan yang membawa wahyu keselamatan. Pasien marah jika perkataannya disangkal oleh orang lain. Bagaimanakah prinsip komunikasi terapeutik perawat yang paling tepat menghadapi kondisi tersebut?
Pembahasan: Prinsip menghadapi pasien dengan Waham adalah tidak mendukung/memvalidasi waham pasien (jangan diiyakan) dan tidak membantah/menentang secara konfrontatif (jangan didebat), melainkan menerima perasaan pasien dan memfokuskan pembicaraan pada realitas.
Pembahasan: Prinsip menghadapi pasien dengan Waham adalah tidak mendukung/memvalidasi waham pasien (jangan diiyakan) dan tidak membantah/menentang secara konfrontatif (jangan didebat), melainkan menerima perasaan pasien dan memfokuskan pembicaraan pada realitas.
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke poliklinik karena mengalami kepanikan pasca pemutusan hubungan kerja (PHK). Hasil pengkajian: pasien tampak gemetar hebat, mondar-mandir tanpa arah, bernapas cepat dan pendek (RR 32 x/menit), mengeluh pusing berputar, lapangan persepsinya menyempit secara signifikan sehingga tidak mampu berfokus pada hal lain di ruangan. Berada pada tingkat ansietas manakah pasien tersebut?
Pembahasan: Ansietas dibagi menjadi: Ringan, Sedang, Berat, dan Panik. Tanda berupa gemetar hebat, lapangan persepsi sangat menyempit (hanya fokus pada satu detail kecil), pernapasan cepat, dan tidak mampu berpikir logis menandakan tingkat Ansietas Berat.
Pembahasan: Ansietas dibagi menjadi: Ringan, Sedang, Berat, dan Panik. Tanda berupa gemetar hebat, lapangan persepsi sangat menyempit (hanya fokus pada satu detail kecil), pernapasan cepat, dan tidak mampu berpikir logis menandakan tingkat Ansietas Berat.
Seorang mahasiswi perempuan berusia 21 tahun dirawat di RS Jiwa pasca putus cinta. Pasien kedapatan menulis surat di secarik kertas yang berisi pesan perpisahan terakhir untuk keluarganya dan berulang kali mengatakan kepada perawat, ‘Besok pagi Anda tidak akan repot mengurus saya lagi, semua akan selesai’. Masalah keperawatan jiwa prioritas utama yang harus ditegakkan adalah?
Pembahasan: Adanya tulisan pesan perpisahan terakhir serta ungkapan verbal yang secara implisit menyatakan keinginan untuk mati/menghilang diklasifikasikan sebagai Isyarat Bunuh Diri, sehingga masalah keperawatan prioritas utama mutlak adalah Risiko Bunuh Diri.
Pembahasan: Adanya tulisan pesan perpisahan terakhir serta ungkapan verbal yang secara implisit menyatakan keinginan untuk mati/menghilang diklasifikasikan sebagai Isyarat Bunuh Diri, sehingga masalah keperawatan prioritas utama mutlak adalah Risiko Bunuh Diri.
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di RS Jiwa dengan diagnosis Harga Diri Rendah Kronis. Hasil wawancara: pasien merasa dirinya tidak berguna, bodoh, dan tidak memiliki kelebihan apa pun. Sesuai dengan tahapan SP 1 pasien HDR, manakah intervensi keperawatan kognitif awal yang harus dilakukan?
Pembahasan: Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) pada pasien Harga Diri Rendah Kronis berfokus pada: mendiskusikan dan mengidentifikasi daftar aspek positif dan kemampuan yang masih dimiliki pasien, membantu pasien memilih kemampuan yang dapat dilatih di RS, lalu melatih kemampuan terpilih tersebut.
Pembahasan: Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) pada pasien Harga Diri Rendah Kronis berfokus pada: mendiskusikan dan mengidentifikasi daftar aspek positif dan kemampuan yang masih dimiliki pasien, membantu pasien memilih kemampuan yang dapat dilatih di RS, lalu melatih kemampuan terpilih tersebut.
Seorang pemuda berusia 23 tahun dibawa keluarga ke pusat rehabilitasi karena mengalami sindrom putus obat (withdrawal/sakau) akibat penghentian mendadak penggunaan zat adiktif jenis Heroin/Opioid. Manakah manifestasi klinis fisik yang khas akan ditemukan oleh perawat?
Pembahasan: Tanda klinis khas putus zat (sakau) opioid/heroin meliputi: midriasis (pupil melebar), lakrimasi (mata berair), rinorea (hidung meler), merinding (piloereksi), kram perut hebat, diare, mual muntah, dan nyeri otot/tulang.
Pembahasan: Tanda klinis khas putus zat (sakau) opioid/heroin meliputi: midriasis (pupil melebar), lakrimasi (mata berair), rinorea (hidung meler), merinding (piloereksi), kram perut hebat, diare, mual muntah, dan nyeri otot/tulang.
Seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di bangsal bedah umum pasca operasi mastektomi (pengangkatan payudara kiri) akibat kanker payudara. Hasil pengkajian: pasien menolak melihat ke arah dadanya, selalu menutupi cermin, menolak dikunjungi teman, dan berulang kali mengatakan ‘Saya bukan wanita utuh lagi’. Apakah masalah keperawatan jiwa utama pasien?
Pembahasan: Perasaan negatif, penolakan melihat atau menerima perubahan struktur anatomi fungsi tubuh akibat amputasi/pembedahan merupakan tanda dari Gangguan Citra Tubuh (Disturbances in Body Image).
Pembahasan: Perasaan negatif, penolakan melihat atau menerima perubahan struktur anatomi fungsi tubuh akibat amputasi/pembedahan merupakan tanda dari Gangguan Citra Tubuh (Disturbances in Body Image).
Perawat jiwa merancang sesi Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) untuk sekelompok pasien halusinasi yang kondisinya sudah mulai stabil dan kooperatif di ruangan. Jenis TAK manakah yang paling efektif dan direkomendasikan untuk melatih kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi secara kolektif?
Pembahasan: Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi: Halusinasi merupakan modalitas keperawatan jiwa paling tepat untuk membantu pasien melatih cara mengevaluasi, mengenali, dan mengontrol stimulus halusinasinya bersama pasien lain.
Pembahasan: Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi: Halusinasi merupakan modalitas keperawatan jiwa paling tepat untuk membantu pasien melatih cara mengevaluasi, mengenali, dan mengontrol stimulus halusinasinya bersama pasien lain.
Seorang pasien laki-laki dirawat di RS Jiwa. Hasil pengkajian perawat: rambut acak-acakan penuh ketombe, badan tercium bau busuk menyengat, pakaian kotor kusam robek, kuku jari tangan panjang dan hitam, serta area sekitar bed pasien berantakan dengan sisa makanan. Apakah masalah keperawatan jiwa utama yang tepat?
Pembahasan: Tanda klinis berupa ketidakmampuan menjaga personal hygiene (rambut ketombean, bau badan, kuku kotor), ketidakmampuan berpakaian rapi, serta ketidakmampuan makan/toileting mandiri menegakkan diagnosis Defisit Perawatan Diri.
Pembahasan: Tanda klinis berupa ketidakmampuan menjaga personal hygiene (rambut ketombean, bau badan, kuku kotor), ketidakmampuan berpakaian rapi, serta ketidakmampuan makan/toileting mandiri menegakkan diagnosis Defisit Perawatan Diri.
Seorang laki-laki berusia 26 tahun dirawat di RS Jiwa karena riwayat memukul tetangga rumah. Saat ini, perawat sedang mengajari pasien mengendalikan amarahnya pada sesi SP 1. Cara fisik manakah yang pertama kali dilatih untuk mengontrol marah saat tanda ketegangan fisik muncul?
Pembahasan: Berdasarkan Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) Pasien Perilaku Kekerasan, perawat melatih dua cara fisik untuk menyalurkan kemarahan secara asertif/aman, yaitu: latihan Tarik Napas Dalam dan latihan Memukul Kasur/Bantal.
Pembahasan: Berdasarkan Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) Pasien Perilaku Kekerasan, perawat melatih dua cara fisik untuk menyalurkan kemarahan secara asertif/aman, yaitu: latihan Tarik Napas Dalam dan latihan Memukul Kasur/Bantal.
Seorang pasien skizofrenia kronis mendapatkan terapi psikofarmaka obat antipsikotik golongan tipikal Haloperidol harian. Perawat mengamati pasien mendadak berjalan kaku seperti robot, mengalami gemetar halus pada jari-jari tangan saat istirahat (tremor), otot leher kaku, dan air liur menetes berlebih. Efek samping obat sistemik apakah yang dialami pasien?
Pembahasan: Penggunaan antipsikotik tipikal potensi tinggi (seperti Haloperidol) sering memicu blokade reseptor dopamin sirkulasi nigrostriatal, memicu efek samping berupa Sindrom Ekstrapiramidal (EPS) atau Sindrom Parkinsonisme.
Pembahasan: Penggunaan antipsikotik tipikal potensi tinggi (seperti Haloperidol) sering memicu blokade reseptor dopamin sirkulasi nigrostriatal, memicu efek samping berupa Sindrom Ekstrapiramidal (EPS) atau Sindrom Parkinsonisme.
Seorang perempuan berusia 48 tahun dibawa ke poliklinik karena terus-menerus histeris menolak kenyataan bahwa anak tunggalnya telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas seminggu lalu. Pasien selalu merapikan tempat tidur anaknya dan berteriak, ‘Anak saya belum mati! Dia sedang sekolah, jangan berbohong!’. Berada pada fase berduka (Kubler-Ross) manakah pasien tersebut?
Pembahasan: Lima tahapan berduka (Kubler-Ross): Denial (Penolakan), Anger (Marah), Bargaining (Tawar-menawar), Depression (Depresi), Acceptance (Menerima). Perilaku menolak keras kenyataan obyektif kehilangan menandakan Fase Denial.
Pembahasan: Lima tahapan berduka (Kubler-Ross): Denial (Penolakan), Anger (Marah), Bargaining (Tawar-menawar), Depression (Depresi), Acceptance (Menerima). Perilaku menolak keras kenyataan obyektif kehilangan menandakan Fase Denial.
Seorang pasien perempuan dirawat di RS Jiwa dengan diagnosis Isolasi Sosial. Perawat mulai menerapkan intervensi Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) untuk membantu pasien membuka diri secara interpersonal. Apakah kompetensi interaksi awal yang dilatih secara bertahap?
Pembahasan: Kompetensi awal yang dilatih pada SP 1 Pasien dengan Isolasi Sosial adalah: menjelaskan keuntungan punya teman dan kerugian menyendiri, serta melatih cara berkenalan dengan satu orang (perawat) secara bertahap.
Pembahasan: Kompetensi awal yang dilatih pada SP 1 Pasien dengan Isolasi Sosial adalah: menjelaskan keuntungan punya teman dan kerugian menyendiri, serta melatih cara berkenalan dengan satu orang (perawat) secara bertahap.
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di RS Jiwa karena menolak makan dan minum. Hasil wawancara: pasien dengan tatapan kosong terus menyatakan, ‘Saya ini sebetulnya sudah mati, dunia ini sudah kiamat hancur, dan organ tubuh saya sudah membusuk hilang’. Apakah jenis waham yang dialami oleh pasien tersebut?
Pembahasan: Keyakinan palsu yang menetap bahwa dirinya sendiri, orang lain, atau dunia ini sudah tidak ada, hancur, atau sudah meninggal dunia secara klasik diklasifikasikan sebagai Waham Nihilistik.
Pembahasan: Keyakinan palsu yang menetap bahwa dirinya sendiri, orang lain, atau dunia ini sudah tidak ada, hancur, atau sudah meninggal dunia secara klasik diklasifikasikan sebagai Waham Nihilistik.
Perawat sedang merawat seorang pasien perempuan yang mengalami kecemasan (ansietas) tingkat sedang akibat divonis menderita kista ovarium. Perawat mengajari pasien mengontrol kecemasannya menggunakan teknik relaksasi mandiri pelan. Manakah metode yang paling tepat diinstruksikan perawat?
Pembahasan: Penatalaksanaan mandiri keperawatan awal untuk menurunkan hiperaktivitas sistem saraf otonom pada ansietas sedang adalah mengajarkan teknik latihan relaksasi napas dalam (deep breathing exercise) atau distraksi hipnosis 5 jari.
Pembahasan: Penatalaksanaan mandiri keperawatan awal untuk menurunkan hiperaktivitas sistem saraf otonom pada ansietas sedang adalah mengajarkan teknik latihan relaksasi napas dalam (deep breathing exercise) atau distraksi hipnosis 5 jari.
Perawat jiwa melakukan kunjungan rumah pasca-hospitalisasi pasien halusinasi. Perawat melakukan sesi edukasi Strategi Pelaksanaan Keluarga (SP 1 Keluarga). Apakah fokus utama kompetensi asuhan yang diajarkan perawat kepada keluarga pasien?
Pembahasan: Sesi SP 1 Keluarga berfokus pada: mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien, menjelaskan pengertian, tanda/gejala, proses terjadinya masalah keperawatan pasien, serta cara merawat pasien di rumah.
Pembahasan: Sesi SP 1 Keluarga berfokus pada: mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien, menjelaskan pengertian, tanda/gejala, proses terjadinya masalah keperawatan pasien, serta cara merawat pasien di rumah.
Seorang laki-laki berusia 29 tahun dibawa kembali ke UGD RS Jiwa karena mengamuk di rumah. Keluarga mengatakan pasien mendadak mulai kambuh berbicara sendiri semenjak 3 hari lalu setelah obat habis dan pasien menolak kontrol ulang ke rumah sakit. Apakah faktor presipitasi (pemicu) kekambuhan pasien?
Pembahasan: Faktor Presipitasi adalah stimulus pencetus/pemicu utama yang memicu munculnya gejala gangguan jiwa saat ini dalam kurun waktu dekat (<6 bulan). Pada kasus ini, faktor pemicunya adalah Perilaku Ketidakpatuhan Minum Obat (putus obat).
Pembahasan: Faktor Presipitasi adalah stimulus pencetus/pemicu utama yang memicu munculnya gejala gangguan jiwa saat ini dalam kurun waktu dekat (<6 bulan). Pada kasus ini, faktor pemicunya adalah Perilaku Ketidakpatuhan Minum Obat (putus obat).
Seorang perawat jiwa mengimplementasikan Strategi Pelaksanaan 1 (SP 1) pada pasien dengan masalah Defisit Perawatan Diri (DPD). Apakah komponen tindakan fisik perawatan diri yang dilatih perawat pada sesi awal tersebut?
Pembahasan: Sesuai dengan modul SP 1 Pasien Defisit Perawatan Diri, tindakan awal yang diajarkan dan dilatih adalah menjelaskan pentingnya kebersihan diri serta melatih cara Mandi, mencuci rambut, menggosok gigi, dan memotong kuku secara benar.
Pembahasan: Sesuai dengan modul SP 1 Pasien Defisit Perawatan Diri, tindakan awal yang diajarkan dan dilatih adalah menjelaskan pentingnya kebersihan diri serta melatih cara Mandi, mencuci rambut, menggosok gigi, dan memotong kuku secara benar.
Perawat melakukan kunjungan rumah pada sebuah keluarga. Hasil pengkajian: struktur keluarga terdiri dari suami (32 tahun), istri (28 tahun), anak pertama (7 tahun) yang baru menduduki kelas 1 SD, dan anak kedua (4 tahun). Apakah tahap perkembangan keluarga yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pembahasan: Tahap perkembangan keluarga ditentukan oleh usia anak tertua. Karena anak pertama berusia 7 tahun dan sudah mulai menempuh pendidikan sekolah dasar, maka keluarga tersebut berada pada Tahap IV: Keluarga dengan Anak Usia Sekolah (School-age Family).
Pembahasan: Tahap perkembangan keluarga ditentukan oleh usia anak tertua. Karena anak pertama berusia 7 tahun dan sudah mulai menempuh pendidikan sekolah dasar, maka keluarga tersebut berada pada Tahap IV: Keluarga dengan Anak Usia Sekolah (School-age Family).
Dalam kunjungan rumah, perawat mendapati seorang lansia menderita Diabetes Melitus dengan luka gangren kecil di kaki. Saat diwawancara, keluarga menyatakan bingung dan tidak tahu cara membersihkan serta mengganti perban luka tersebut, sehingga luka dibiarkan terbuka. Manakah dari 5 Tugas Kesehatan Keluarga yang belum terpenuhi?
Pembahasan: Ketidakmampuan keluarga dalam melakukan perawatan luka mandiri di rumah secara teoritis menunjukkan kegagalan pada fungsi Tugas Kesehatan Keluarga yang ke-3, yaitu: Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Pembahasan: Ketidakmampuan keluarga dalam melakukan perawatan luka mandiri di rumah secara teoritis menunjukkan kegagalan pada fungsi Tugas Kesehatan Keluarga yang ke-3, yaitu: Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Perawat melakukan kunjungan pada keluarga dengan anggota pasca stroke yang mengalami hemiparesis (kelumpuhan sebagian) tubuh sebelah kanan. Hasil inspeksi: lantai kamar mandi licin, tidak ada pegangan di dinding, dan penerangan rumah remang-remang. Apakah intervensi prioritas utama untuk mendukung pemenuhan Tugas Kesehatan Keluarga ke-4?
Pembahasan: Tugas kesehatan keluarga yang ke-4 adalah memodifikasi lingkungan. Untuk mencegah risiko jatuh/cedera berulang pada pasien stroke dengan hemiparesis, tindakan prioritas adalah mengedukasi keluarga untuk memodifikasi rumah (memasang pegangan kamar mandi, membersihkan lantai licin, meningkatkan pencahayaan).
Pembahasan: Tugas kesehatan keluarga yang ke-4 adalah memodifikasi lingkungan. Untuk mencegah risiko jatuh/cedera berulang pada pasien stroke dengan hemiparesis, tindakan prioritas adalah mengedukasi keluarga untuk memodifikasi rumah (memasang pegangan kamar mandi, membersihkan lantai licin, meningkatkan pencahayaan).
Perawat mengkaji struktur sebuah rumah tangga. Hasil pengkajian didapatkan di dalam rumah tersebut tinggal suami, istri, dua orang anak kandung, disertai oleh nenek (ibu dari istri) dan seorang bibi dari jalur suami. Apakah tipe struktur keluarga yang tepat pada kasus tersebut?
Pembahasan: Tipe keluarga yang terdiri dari keluarga inti (suami, istri, anak) ditambah dengan anggota keluarga lain yang masih memiliki hubungan darah (seperti nenek, kakek, paman, bibi) disebut Keluarga Besar (Extended Family).
Pembahasan: Tipe keluarga yang terdiri dari keluarga inti (suami, istri, anak) ditambah dengan anggota keluarga lain yang masih memiliki hubungan darah (seperti nenek, kakek, paman, bibi) disebut Keluarga Besar (Extended Family).
Seorang kepala keluarga menderita Hipertensi tingkat II. Saat kunjungan rumah, perawat mendapati pasien sering mengonsumsi ikan asin, merokok, dan menghentikan konsumsi obat antihipertensi dari puskesmas karena merasa tidak ada keluhan pusing. Keluarga membiarkan hal tersebut. Apakah diagnosis keperawatan keluarga utama?
Pembahasan: Perilaku tidak patuh terhadap program terapi, kegagalan menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan faktor risiko penyakit, serta penghentian obat tanpa rekomendasi medis menegakkan diagnosis Manajemen Kesehatan Tidak Efektif.
Pembahasan: Perilaku tidak patuh terhadap program terapi, kegagalan menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan faktor risiko penyakit, serta penghentian obat tanpa rekomendasi medis menegakkan diagnosis Manajemen Kesehatan Tidak Efektif.
Perawat mengunjungi keluarga dengan anak balita gizi kurang. Saat ditanya mengenai kondisi anaknya, orang tua mengatakan bahwa anaknya biasa saja, hanya kurus karena faktor keturunan dan tidak menganggapnya sebagai suatu masalah medis serius. Manakah aspek 5 Tugas Kesehatan Keluarga yang gagal dicapai?
Pembahasan: Ketidakmampuan keluarga mengidentifikasi penyimpangan kesehatan, ketidaktahuan tentang pengertian, tanda, gejala, atau bahaya dari suatu kondisi klinis (gizi kurang) menandakan kegagalan pada Tugas Kesehatan Keluarga yang ke-1: Mengenal masalah kesehatan keluarga.
Pembahasan: Ketidakmampuan keluarga mengidentifikasi penyimpangan kesehatan, ketidaktahuan tentang pengertian, tanda, gejala, atau bahaya dari suatu kondisi klinis (gizi kurang) menandakan kegagalan pada Tugas Kesehatan Keluarga yang ke-1: Mengenal masalah kesehatan keluarga.
Seorang bapak dalam keluarga didiagnosis menderita TB Paru BTA (+) dan baru memulai pengobatan OAT bulan pertama. Perawat mengunjungi rumah untuk membentuk sistem pendukung pengobatan mandiri. Siapakah yang paling tepat ditunjuk dan dilatih oleh perawat sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO)?
Pembahasan: Pengawas Menelan Obat (PMO) yang paling efektif adalah anggota keluarga terdekat yang tinggal serumah, disegani, memiliki kedekatan emosional, dan berkomitmen memonitor pasien minum OAT setiap hari secara patuh. Dalam konteks keluarga, istri/suami adalah pilihan utama.
Pembahasan: Pengawas Menelan Obat (PMO) yang paling efektif adalah anggota keluarga terdekat yang tinggal serumah, disegani, memiliki kedekatan emosional, dan berkomitmen memonitor pasien minum OAT setiap hari secara patuh. Dalam konteks keluarga, istri/suami adalah pilihan utama.
Perawat mengkaji sebuah keluarga dengan struktur: suami (45 masehi), istri (40 tahun), anak pertama perempuan (15 tahun) kelas 1 SMA, dan anak kedua laki-laki (11 tahun) kelas 6 SD. Apakah tahap perkembangan keluarga saat ini?
Pembahasan: Mengingat anak tertua dalam keluarga tersebut sudah menginjak usia remaja (15 tahun, usia SMA), maka tahapan perkembangan keluarga masuk dalam Tahap V: Keluarga dengan Anak Remaja (Families with Teenagers).
Pembahasan: Mengingat anak tertua dalam keluarga tersebut sudah menginjak usia remaja (15 tahun, usia SMA), maka tahapan perkembangan keluarga masuk dalam Tahap V: Keluarga dengan Anak Remaja (Families with Teenagers).
Perawat melakukan skoring prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan metode Skala Bailon & Maglaya. Kriteria pertama yang dinilai adalah ‘Sifat Masalah’. Jika suatu masalah kesehatan dinilai sudah terjadi dan memerlukan penanganan segera (seperti penyakit asma kambuh), berapakah bobot skor aktual untuk kriteria Sifat Masalah tersebut?
Pembahasan: Berdasarkan rumus Bailon & Maglaya, untuk kriteria Sifat Masalah: Aktual/Tidak Sehat diberi nilai 3; Risiko/Ancaman Kesehatan diberi nilai 2; Keadaan Sejahtera/Potensial diberi nilai 1. Nilai aktual kriteria ini adalah 3.
Pembahasan: Berdasarkan rumus Bailon & Maglaya, untuk kriteria Sifat Masalah: Aktual/Tidak Sehat diberi nilai 3; Risiko/Ancaman Kesehatan diberi nilai 2; Keadaan Sejahtera/Potensial diberi nilai 1. Nilai aktual kriteria ini adalah 3.
Kunjungan rumah menunjukkan seorang ibu mengeluh diare cair 6 kali sejak pagi. Keluarga mengetahui kondisi tersebut, namun enggan membawa ibu ke fasilitas kesehatan atau memberikan oralit karena menganggap diare akan berhenti sendiri besok. Manakah fungsi 5 Tugas Kesehatan Keluarga yang bermasalah?
Pembahasan: Ketika keluarga mengetahui adanya penyakit (mengenal masalah) namun tidak mengambil tindakan pengobatan yang tepat atau menunda mencari pertolongan medis, maka keluarga gagal dalam Tugas Kesehatan Keluarga ke-2: Mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat.
Pembahasan: Ketika keluarga mengetahui adanya penyakit (mengenal masalah) namun tidak mengambil tindakan pengobatan yang tepat atau menunda mencari pertolongan medis, maka keluarga gagal dalam Tugas Kesehatan Keluarga ke-2: Mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat.
Perawat melakukan kunjungan rumah pada keluarga dengan anak penderita Asma Bronkial berulang. Hasil inspeksi kamar tidur anak: terdapat tumpukan boneka berbulu tebal, karpet berdebu, jendela jarang dibuka, dan sirkulasi udara pengap. Apakah topik edukasi utama yang harus disampaikan perawat?
Pembahasan: Serangan asma dipicu oleh paparan alergen lingkungan. Untuk membantu keluarga memodifikasi lingkungan rumah (Tugas Keluarga ke-4), perawat harus mengedukasi kontrol pemicu asma seperti membersihkan debu, menyingkirkan boneka berbulu, dan meningkatkan sirkulasi udara.
Pembahasan: Serangan asma dipicu oleh paparan alergen lingkungan. Untuk membantu keluarga memodifikasi lingkungan rumah (Tugas Keluarga ke-4), perawat harus mengedukasi kontrol pemicu asma seperti membersihkan debu, menyingkirkan boneka berbulu, dan meningkatkan sirkulasi udara.
Seorang perawat mengunjungi rumah tangga yang terdiri dari seorang ibu berusia 35 tahun (janda cerai mati) bersama satu orang anak perempuannya yang berumur 8 tahun. Tidak ada orang lain yang tinggal di rumah tersebut. Apakah tipe struktur keluarga ini?
Pembahasan: Tipe struktur keluarga yang hanya terdiri dari satu orang tua (bisa ayah saja atau ibu saja) akibat perceraian, kematian, atau ditinggalkan bersama anak-anak kandungnya disebut Keluarga Orang Tua Tunggal (Single Parent Family).
Pembahasan: Tipe struktur keluarga yang hanya terdiri dari satu orang tua (bisa ayah saja atau ibu saja) akibat perceraian, kematian, atau ditinggalkan bersama anak-anak kandungnya disebut Keluarga Orang Tua Tunggal (Single Parent Family).
Pengkajian keperawatan keluarga menunjukkan: sepasang suami-istri tinggal berdua di rumah setelah anak pertama mereka (25 tahun) menikah dan pindah rumah sebulan lalu, sedangkan anak bungsu mereka (21 tahun) baru saja berangkat ke luar kota untuk bekerja. Apakah tahap perkembangan keluarga pasangan tersebut?
Pembahasan: Tahap perkembangan keluarga yang dimulai sejak anak pertama meninggalkan rumah orang tua hingga anak terakhir pindah/meninggalkan rumah dinamakan Tahap VI: Keluarga Melepaskan Anak Dewasa Muda (Launching Center Family).
Pembahasan: Tahap perkembangan keluarga yang dimulai sejak anak pertama meninggalkan rumah orang tua hingga anak terakhir pindah/meninggalkan rumah dinamakan Tahap VI: Keluarga Melepaskan Anak Dewasa Muda (Launching Center Family).
Perawat mengunjungi keluarga dengan anak balita penderita batuk kronik berulang. Hasil wawancara menunjukkan keluarga enggan membawa anaknya berobat ke Puskesmas karena alasan jarak yang jauh, antrean panjang, dan ketidaktahuan bahwa pengobatan balita di puskesmas gratis. Manakah dari 5 Tugas Kesehatan Keluarga yang mengalami kendala?
Pembahasan: Ketidakmampuan atau keengganan keluarga mengunjungi atau menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk pengobatan penyakit dikategorikan sebagai hambatan pada Tugas Kesehatan Keluarga ke-5: Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pembahasan: Ketidakmampuan atau keengganan keluarga mengunjungi atau menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk pengobatan penyakit dikategorikan sebagai hambatan pada Tugas Kesehatan Keluarga ke-5: Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Perawat merencanakan intervensi untuk meningkatkan kemampuan merawat (Tugas Keluarga ke-3) pada keluarga dengan Hipertensi kronis. Perawat ingin melatih cara pembuatan terapi herbal komplementer alternatif jus mentimun penurun tekanan darah. Manakah metode edukasi kunjungan rumah yang paling efektif dilaksanakan?
Pembahasan: Metode edukasi psikomotor/keterampilan merawat terbaik dalam kunjungan keluarga di rumah adalah metode Demonstrasi/Redemonstrasi, di mana perawat mempraktikkan langsung langkah-langkahnya lalu meminta keluarga mengulanginya.
Pembahasan: Metode edukasi psikomotor/keterampilan merawat terbaik dalam kunjungan keluarga di rumah adalah metode Demonstrasi/Redemonstrasi, di mana perawat mempraktikkan langsung langkah-langkahnya lalu meminta keluarga mengulanginya.
Perawat mengkaji sepasang suami-istri yang baru melangsungkan pernikahan 3 bulan lalu. Mereka tinggal berdua di rumah kontrakan dan menyatakan saat ini sedang merencanakan untuk memiliki anak pertama. Apakah tahap perkembangan keluarga pasangan tersebut?
Pembahasan: Tahap awal perkembangan keluarga yang dimulai sejak ikatan pernikahan sah hingga istri melahirkan anak pertama diklasifikasikan sebagai Tahap I: Keluarga Baru Menikah (Beginning Families / Newly Married Couples).
Pembahasan: Tahap awal perkembangan keluarga yang dimulai sejak ikatan pernikahan sah hingga istri melahirkan anak pertama diklasifikasikan sebagai Tahap I: Keluarga Baru Menikah (Beginning Families / Newly Married Couples).
Perawat menggambar peta silsilah keluarga (Genogram) tiga generasi dalam lembar pengkajian keluarga. Perawat menggambar garis putus-putus pendek yang menghubungkan lambang lingkaran (istri) dan kotak (suami). Apakah makna simbolik dari garis putus-putus horizontal tersebut?
Pembahasan: Dalam pembuatan standar genogram kesehatan keluarga, garis solid/lurus horizontal menghubungkan pasangan suami istri sah, sedangkan garis putus-putus horizontal melambangkan hubungan perceraian/pisang ranjang (divorce/separation).
Pembahasan: Dalam pembuatan standar genogram kesehatan keluarga, garis solid/lurus horizontal menghubungkan pasangan suami istri sah, sedangkan garis putus-putus horizontal melambangkan hubungan perceraian/pisang ranjang (divorce/separation).
Perawat mengkaji silsilah sebuah keluarga bentukan baru. Hasil wawancara: keluarga terdiri dari suami (duda dengan membawa satu anak kandung dari pernikahan pertama) dan istri (janda dengan membawa dua anak kandung dari pernikahan pertama) yang memutuskan menikah resmi dan tinggal serumah. Apakah tipe struktur keluarga ini?
Pembahasan: Tipe keluarga bentukan baru yang terdiri dari pasangan suami istri yang masing-masing atau salah satunya pernah menikah sebelumnya dan membawa anak kandung dari pernikahan masa lalu mereka disebut Keluarga Bentukan Baru (Blended Family / Stepfamily).
Pembahasan: Tipe keluarga bentukan baru yang terdiri dari pasangan suami istri yang masing-masing atau salah satunya pernah menikah sebelumnya dan membawa anak kandung dari pernikahan masa lalu mereka disebut Keluarga Bentukan Baru (Blended Family / Stepfamily).
Seorang Kepala Ruangan (Karu) KMB mengadakan rapat bulanan untuk menyusun jadwal dinas dan pembagian libur hari raya. Karu memberikan kesempatan kepada seluruh perawat pelaksana untuk memberikan usulan, berdiskusi, dan mengambil keputusan bersama melalui pemungutan suara terbanyak. Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan Karu tersebut?
Pembahasan: Gaya kepemimpinan Demokratis ditandai dengan adanya keterbukaan pimpinan, menghargai pendapat staf, serta melibatkan bawahan secara aktif dalam proses diskusi dan pengambilan keputusan organisasi.
Pembahasan: Gaya kepemimpinan Demokratis ditandai dengan adanya keterbukaan pimpinan, menghargai pendapat staf, serta melibatkan bawahan secara aktif dalam proses diskusi dan pengambilan keputusan organisasi.
Sebuah ruang rawat inap mengimplementasikan metode pemberian asuhan keperawatan profesional yang membagi perawat ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diketuai oleh seorang perawat profesional (Ketua Tim) yang bertanggung jawab memimpin asuhan untuk sekelompok pasien tertentu. Apakah nama metode MAKP ini?
Pembahasan: Metode MAKP Tim bekerja dengan membagi tenaga perawat ke dalam tim-tim yang dipimpin oleh Ketua Tim (Katim) untuk mengelola sekelompok pasien secara terarah dan kolaboratif.
Pembahasan: Metode MAKP Tim bekerja dengan membagi tenaga perawat ke dalam tim-tim yang dipimpin oleh Ketua Tim (Katim) untuk mengelola sekelompok pasien secara terarah dan kolaboratif.
Seorang Kepala Bidang Keperawatan di rumah sakit sedang menyusun rancangan rencana strategis (Renstra) lima tahunan, termasuk merevisi visi, misi, dan nilai-nilai dasar pelayanan keperawatan rumah sakit. Berada pada fungsi manajemen manakah tindakan yang dilakukan tersebut?
Pembahasan: Menyusun visi, misi, tujuan, filosofi, serta rencana strategis jangka pendek maupun jangka panjang merupakan aktivitas inti dari Fungsi Perencanaan (Planning).
Pembahasan: Menyusun visi, misi, tujuan, filosofi, serta rencana strategis jangka pendek maupun jangka panjang merupakan aktivitas inti dari Fungsi Perencanaan (Planning).
Seorang pasien berhak menolak untuk dipasang kateter urin menetap setelah mendapatkan penjelasan lengkap dari perawat mengenai indikasi, manfaat, dan risiko tindakan medis tersebut. Perawat menghormati keputusan pasien dan mendokumentasikannya. Apakah prinsip etik yang dijunjung tinggi oleh perawat?
Pembahasan: Prinsip Otonomi (Autonomy) menekankan hak individu/pasien untuk mengambil keputusan secara bebas dan mandiri terkait tubuh dan perawatan medis mereka sendiri setelah mendapatkan informasi adekuat (informed consent).
Pembahasan: Prinsip Otonomi (Autonomy) menekankan hak individu/pasien untuk mengambil keputusan secara bebas dan mandiri terkait tubuh dan perawatan medis mereka sendiri setelah mendapatkan informasi adekuat (informed consent).
Perawat shift malam melakukan timbang terima pasien (overan) ke perawat shift pagi di ners station. Saat melaporkan kondisi pasien, perawat menggunakan kerangka komunikasi efektif SBAR. Di manakah perawat melaporkan hasil tanda-tanda vital aktual, keluhan subjektif pasien saat ini, serta tingkat kesadaran pasien?
Pembahasan: Dalam komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), hasil pemeriksaan objektif (TTV, kesadaran) dan keluhan klinis terkini dilaporkan pada komponen ‘A’ (Assessment).
Pembahasan: Dalam komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), hasil pemeriksaan objektif (TTV, kesadaran) dan keluhan klinis terkini dilaporkan pada komponen ‘A’ (Assessment).
Terjadi perbedaan pendapat antara dua perawat pelaksana mengenai pembagian tugas asuhan pasien kelolaan. Ketua Tim menengahi konflik dengan mengajak kedua perawat duduk bersama, menganalisis akar masalah, dan mencari solusi alternatif yang memuaskan dan menguntungkan kedua belah pihak secara adil. Apakah strategi penyelesaian konflik yang dipilih Katim?
Pembahasan: Strategi penyelesaian konflik di mana kedua pihak yang berselisih bekerja sama mencari solusi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution) disebut Kolaborasi (Collaborating) atau Integrasi.
Pembahasan: Strategi penyelesaian konflik di mana kedua pihak yang berselisih bekerja sama mencari solusi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution) disebut Kolaborasi (Collaborating) atau Integrasi.
Seorang Karu menghitung kebutuhan tenaga perawat harian menggunakan Rumus Gillies. Jika total jam keperawatan langsung dan tidak langsung yang dibutuhkan seluruh pasien di ruangan adalah 40 jam per hari, berapakah jumlah perawat yang bertugas untuk shift pagi apabila proporsi shift pagi menurut standar Gillies adalah 47%?
Pembahasan: Distribusi proporsi tenaga dinas harian menurut standard manajemen keperawatan: Shift Pagi = 47%, Shift Siang/Sore = 36%, Shift Malam = 17%.
Pembahasan: Distribusi proporsi tenaga dinas harian menurut standard manajemen keperawatan: Shift Pagi = 47%, Shift Siang/Sore = 36%, Shift Malam = 17%.
Seorang perawat mengkaji pasien dengan kondisi: kesadaran somnolen, seluruh aktivitas pemenuhan kebutuhan dasar (mandi, makan, eliminasi) dibantu total oleh perawat, terpasang infus, kateter urine menetap, monitor sirkulasi jantung, serta memerlukan observasi TTV berkala setiap 1 jam. Menurut klasifikasi Douglas, masuk dalam tingkat ketergantungan manakah pasien tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi Ketergantungan Pasien (Douglas): Minimal Care (Mandiri), Partial Care (Bantuan Sebagian), dan Total/Intensive Care (Bantuan Penuh/Total). Kriteria asupan total, pemantauan ketat tiap jam menunjukkan pasien termasuk dalam kriteria Total Care.
Pembahasan: Klasifikasi Ketergantungan Pasien (Douglas): Minimal Care (Mandiri), Partial Care (Bantuan Sebagian), dan Total/Intensive Care (Bantuan Penuh/Total). Kriteria asupan total, pemantauan ketat tiap jam menunjukkan pasien termasuk dalam kriteria Total Care.
Seorang Kepala Ruangan mendatangi perawat pelaksana yang sedang melakukan tindakan rawat luka dekubitus di kamar pasien. Karu mengamati ketepatan sterilitas prosedur tindakan, mencatat kepatuhan SOP, memberikan bimbingan langsung, serta melakukan evaluasi umpan balik objektif pasca tindakan. Apakah nama aktivitas manajemen yang dilakukan Karu?
Pembahasan: Supervisi keperawatan adalah proses pengawasan, bimbingan, dan evaluasi langsung yang dilakukan oleh struktural atas (Karu/Katim) terhadap perawat pelaksana guna menjamin mutu pelayanan sesuai SOP.
Pembahasan: Supervisi keperawatan adalah proses pengawasan, bimbingan, dan evaluasi langsung yang dilakukan oleh struktural atas (Karu/Katim) terhadap perawat pelaksana guna menjamin mutu pelayanan sesuai SOP.
Seorang pasien didiagnosis menderita kanker paru stadium terminal dengan prognosis buruk. Keluarga meminta perawat untuk tidak memberitahukan hal tersebut kepada pasien demi menjaga kondisi psikologisnya. Namun, saat pasien bertanya langsung mengenai penyakitnya, perawat memilih menjelaskan kondisi medis pasien sejujurnya dengan empati. Apakah prinsip etik yang dipenuhi perawat?
Pembahasan: Prinsip Kejujuran (Veracity) mewajibkan tenaga perawat untuk menyampaikan informasi klinis secara benar, jujur, akurat, transparan, dan tidak menyesatkan kepada pasien.
Pembahasan: Prinsip Kejujuran (Veracity) mewajibkan tenaga perawat untuk menyampaikan informasi klinis secara benar, jujur, akurat, transparan, dan tidak menyesatkan kepada pasien.
Komite Keperawatan Rumah Sakit melakukan verifikasi berkas keaslian ijazah, STR, sertifikat kompetensi, serta melakukan uji kompetensi klinis pada para perawat baru sebelum menerbitkan Surat Penugasan Klinis (SPK) dan Rincian Kewenangan Klinis (RKK). Apakah nama proses manajemen ketenagaan tersebut?
Pembahasan: Kredensial (Credentialing) adalah proses evaluasi profesional terhadap tenaga keperawatan (meliputi verifikasi dokumen dan uji kompetensi) untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis di RS.
Pembahasan: Kredensial (Credentialing) adalah proses evaluasi profesional terhadap tenaga keperawatan (meliputi verifikasi dokumen dan uji kompetensi) untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis di RS.
Sekelompok perawat pelaksana bersama Ketua Tim dan Kepala Ruangan berkumpul di ruang pertemuan selama 60 menit untuk mendiskusikan masalah aktual penatalaksanaan kasus pasien phlebitis berulang di ruangan. Diskusi berjalan dengan prinsip refleksi diri, tidak menyalahkan, dan bertujuan meningkatkan mutu asuhan berdasarkan jurnal Evidence-Based Nursing. Apakah metode manajemen yang dijalankan?
Pembahasan: Refleksi Diskusi Kasus (RDK) adalah metode diskusi kelompok terstruktur bagi perawat untuk merefleksikan pengalaman klinis nyata secara kritis guna meningkatkan pemecahan masalah dan kepatuhan standar asuhan.
Pembahasan: Refleksi Diskusi Kasus (RDK) adalah metode diskusi kelompok terstruktur bagi perawat untuk merefleksikan pengalaman klinis nyata secara kritis guna meningkatkan pemecahan masalah dan kepatuhan standar asuhan.
Terjadi kecelakaan bus pariwisata masuk jurang dengan korban masal. Perawat tim triase bencana melakukan pemilahan menggunakan sistem START (Simple Triage and Rapid Treatment). Perawat mengkaji seorang korban dewasa: kesadaran stupor, napas spontan cepat 34 x/menit, dan pengisian kapiler (capillary refill time) melambat > 2 detik. Manakah label warna triase yang wajib diberikan?
Pembahasan: Berdasarkan algoritma triase START, korban dengan parameter napas > 30 x/menit, CRT > 2 detik, atau tidak mampu mengikuti perintah sederhana langsung dimasukkan ke dalam Kategori Prioritas I (Label Merah/Immediate).
Pembahasan: Berdasarkan algoritma triase START, korban dengan parameter napas > 30 x/menit, CRT > 2 detik, atau tidak mampu mengikuti perintah sederhana langsung dimasukkan ke dalam Kategori Prioritas I (Label Merah/Immediate).
Seorang laki-laki paruh baya mendadak memegangi lehernya dengan kedua tangan (tanda tersedak universal), wajah tampak sianosis, dan tidak mampu berbicara atau batuk sama sekali saat sedang makan bakso di kantin. Apakah tindakan bantuan darurat awal pilihan pertama yang harus dilakukan perawat?
Pembahasan: Sumbatan jalan napas total (foreign body airway obstruction) benda padat pada korban sadar diatasi dengan melakukan Manuver Heimlich (Abdominal Thrusts) untuk mendesak udara keluar dari paru dan mengeluarkan benda asing.
Pembahasan: Sumbatan jalan napas total (foreign body airway obstruction) benda padat pada korban sadar diatasi dengan melakukan Manuver Heimlich (Abdominal Thrusts) untuk mendesak udara keluar dari paru dan mengeluarkan benda asing.
Perawat melakukan kompresi dada luar berkualitas tinggi (High-Quality CPR) pada korban dewasa yang mengalami henti jantung (cardiac arrest) di area IGD. Berapakah rentang kedalaman kompresi dada yang ideal dan direkomendasikan oleh AHA?
Pembahasan: Sesuai dengan panduan AHA (American Heart Association), kedalaman kompresi dada luar berkualitas tinggi untuk korban dewasa adalah minimal 2 inci (5 cm) dan tidak boleh melebihi 2,4 inci (6 cm).
Pembahasan: Sesuai dengan panduan AHA (American Heart Association), kedalaman kompresi dada luar berkualitas tinggi untuk korban dewasa adalah minimal 2 inci (5 cm) dan tidak boleh melebihi 2,4 inci (6 cm).
Seorang korban laki-laki dibawa ke IGD pasca jatuh dari pohon dengan ketinggian 4 meter. Korban tidak sadarkan diri, terdapat jejas memar (kontusio) di atas tulang klavikula leher, dan terdengar suara napas tambahan gurgling (kumur). Apakah teknik membuka jalan napas manual yang paling aman dilakukan?
Pembahasan: Pada korban dengan kecurigaan cedera servikal (ditandai jejas di atas klavikula, mekanisme trauma jatuh dari ketinggian), membuka jalan napas manual dilarang menggunakan head tilt-chin lift. Teknik yang wajib dipilih adalah Jaw Thrust manuver.
Pembahasan: Pada korban dengan kecurigaan cedera servikal (ditandai jejas di atas klavikula, mekanisme trauma jatuh dari ketinggian), membuka jalan napas manual dilarang menggunakan head tilt-chin lift. Teknik yang wajib dipilih adalah Jaw Thrust manuver.
Seorang pasien dibawa ke IGD dengan luka tusuk tembus dinding dada kanan. Hasil pengkajian: tampak adanya hembusan udara disertai darah keluar-masuk dari lubang luka tusuk tersebut di setiap siklus pernapasan (sucking chest wound). Apakah tindakan keperawatan darurat penutupan luka pilihan utama?
Pembahasan: Sucking chest wound (Open Pneumothorax) membutuhkan penutupan luka kedap udara menggunakan Kassa Steril 3 Sisi (Flutter Valve Occlusive Dressing). Kassa ini bertindak sebagai katup satu arah, mengeluarkan udara pleura saat ekspirasi dan mencegah udara luar masuk saat inspirasi.
Pembahasan: Sucking chest wound (Open Pneumothorax) membutuhkan penutupan luka kedap udara menggunakan Kassa Steril 3 Sisi (Flutter Valve Occlusive Dressing). Kassa ini bertindak sebagai katup satu arah, mengeluarkan udara pleura saat ekspirasi dan mencegah udara luar masuk saat inspirasi.
Seorang pasien tidak sadarkan diri akibat overdosis obat penenang dirawat di ruang resusitasi. Saat bernapas, terdengar suara napas tambahan yang mendengkur kasar (snoring). Apakah penyebab anatomis penyumbatan jalan napas dan alat penanganan mekanis pilihan utama?
Pembahasan: Suara mendengkur (snoring) pada pasien tidak sadar disebabkan oleh lidah jatuh ke belakang menutup orofaring akibat relaksasi otot. Penanganan mekanis yang tepat adalah pemasangan Oropharyngeal Airway (OPA / Mayo).
Pembahasan: Suara mendengkur (snoring) pada pasien tidak sadar disebabkan oleh lidah jatuh ke belakang menutup orofaring akibat relaksasi otot. Penanganan mekanis yang tepat adalah pemasangan Oropharyngeal Airway (OPA / Mayo).
Seorang pasien IMA di IGD mendadak mengeluh lemas ekstrem, dingin, dan berkeringat dingin banyak. Hasil pemeriksaan fisik: kesadaran somnolen, TD drop menjadi 80/50 mmHg, nadi cepat dan lemah 118 x/menit, akral dingin basah, CRT 4 detik, dan JVP meningkat masif. Apakah jenis syok hemodinamik yang terjadi?
Pembahasan: Kegagalan pompa jantung ventrikel kiri pasca IMA berakibat pada penurunan cardiac output parah yang ditandai hipotensi berat, takikardia, perfusi perifer buruk (akral dingin, CRT memanjang), disertai kongesti vena (JVP meningkat). Kondisi ini menegakkan Syok Kardiogenik.
Pembahasan: Kegagalan pompa jantung ventrikel kiri pasca IMA berakibat pada penurunan cardiac output parah yang ditandai hipotensi berat, takikardia, perfusi perifer buruk (akral dingin, CRT memanjang), disertai kongesti vena (JVP meningkat). Kondisi ini menegakkan Syok Kardiogenik.
Seorang pemuda dibawa ke IGD karena menelan cairan pembersih lantai (asam korosif kuat) 30 menit yang lalu dengan tujuan bunuh diri. Pasien sadar, mengeluh nyeri terbakar hebat pada area mulut dan tenggorokan. Apakah tindakan darurat lambung yang dilarang keras dilakukan oleh perawat?
Pembahasan: Pada kasus keracunan zat korosif kuat (asam/basa kuat), dilarang keras melakukan bilas lambung (gastric lavage) atau merangsang muntah (induksi muntah) karena zat korosif akan merusak jaringan esofagus/mulut untuk kedua kalinya dan memicu risiko perforasi gaster.
Pembahasan: Pada kasus keracunan zat korosif kuat (asam/basa kuat), dilarang keras melakukan bilas lambung (gastric lavage) atau merangsang muntah (induksi muntah) karena zat korosif akan merusak jaringan esofagus/mulut untuk kedua kalinya dan memicu risiko perforasi gaster.
Seorang pasien trauma dada mengalami sesak napas ekstrem progresif, deviasi trakea bergeser ke arah kiri, vena leher (JVP) membengkak, dan hilangnya suara napas pada lapang paru kanan disertai perkusi hipersonor. Kondisi ini didiagnosis sebagai Tension Pneumothorax kanan. Apakah tindakan dekompresi darurat jarum (needle decompression) yang harus segera dikeraborasi?
Pembahasan: Tindakan penyelamat nyawa (life-saving) darurat Tension Pneumothorax adalah dekompresi jarum segera menggunakan kateter vena besar pada lokasi interkosta ke-2 (ICS 2) di linea mid-klavikula sisi paru yang sakit (dekstra).
Pembahasan: Tindakan penyelamat nyawa (life-saving) darurat Tension Pneumothorax adalah dekompresi jarum segera menggunakan kateter vena besar pada lokasi interkosta ke-2 (ICS 2) di linea mid-klavikula sisi paru yang sakit (dekstra).
Perawat memimpin tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada pasien dewasa di ruang gawat darurat. Sesuai dengan panduan High-Quality CPR dari AHA, berapakah kecepatan frekuensi kompresi dada luar yang konstan dalam 1 menit?
Pembahasan: Parameter RJP berkualitas tinggi menurut AHA menetapkan target kecepatan frekuensi kompresi dada luar berkisar antara 100 kali per menit sampai 120 kali per menit.
Pembahasan: Parameter RJP berkualitas tinggi menurut AHA menetapkan target kecepatan frekuensi kompresi dada luar berkisar antara 100 kali per menit sampai 120 kali per menit.
Saat melakukan resusitasi jantung paru, monitor EKG defibrilator eksternal menganalisis irama jantung korban henti jantung dan menampilkan gambaran grafik Ventrikel Fibrilasi (VF) kasar. Tindakan prioritas utama apakah yang harus segera dikerjakan perawat?
Pembahasan: Irama henti jantung terbagi menjadi shockable (dapat dikorosi kejut listrik) dan non-shockable. Ventrikel Fibrilasi (VF) dan Pulseless Ventricular Tachycardia (VT tanpa nadi) adalah irama shockable yang memerlukan tindakan pemberian kejut listrik (Defibrilasi/Asynchronous Shock) segera.
Pembahasan: Irama henti jantung terbagi menjadi shockable (dapat dikorosi kejut listrik) dan non-shockable. Ventrikel Fibrilasi (VF) dan Pulseless Ventricular Tachycardia (VT tanpa nadi) adalah irama shockable yang memerlukan tindakan pemberian kejut listrik (Defibrilasi/Asynchronous Shock) segera.
Seorang pasien datang dengan keluhan deformitas kaku patah patah terbuka pada tulang lengan bawah kiri (fraktur radius-ulna terbuka) akibat kecelakaan. Tampak ujung fragmen tulang menyembul keluar disertai perdarahan aktif menetes masif. Apakah tindakan penanganan awal perimeter pembidangan yang benar?
Pembahasan: Penanganan awal fraktur terbuka dengan perdarahan adalah hentikan perdarahan menggunakan balut tekan steril, dilarang keras memasukkan kembali fragmen tulang yang keluar ke dalam kulit, lalu pasang bidai fiksasi imobilisasi mencakup 2 sendi.
Pembahasan: Penanganan awal fraktur terbuka dengan perdarahan adalah hentikan perdarahan menggunakan balut tekan steril, dilarang keras memasukkan kembali fragmen tulang yang keluar ke dalam kulit, lalu pasang bidai fiksasi imobilisasi mencakup 2 sendi.
Perawat melakukan pengkajian status fungsional aktivitas sehari-hari (ADL) pada seorang lansia berusia 72 tahun di Panti Werdha. Hasil pengkajian menunjukkan lansia mampu mandiri total dalam hal mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah tempat, kontinensia (kontrol BAB/BAK), namun memerlukan bantuan penuh saat makan. Menurut klasifikasi Indeks Katz, berada pada kategori berapakah tingkat kemandirian lansia tersebut?
Pembahasan: Berdasarkan Klasifikasi Indeks Katz:
Indeks Katz A: Mandiri untuk seluruh 6 fungsi ADL.
Indeks Katz B: Mandiri untuk 5 fungsi ADL dan ketergantungan pada 1 fungsi lainnya. Karena lansia mandiri dalam 5 fungsi dan hanya dibantu saat makan (1 fungsi), maka termasuk kategori Indeks Katz B.
Pembahasan: Berdasarkan Klasifikasi Indeks Katz:
Indeks Katz A: Mandiri untuk seluruh 6 fungsi ADL.
Indeks Katz B: Mandiri untuk 5 fungsi ADL dan ketergantungan pada 1 fungsi lainnya. Karena lansia mandiri dalam 5 fungsi dan hanya dibantu saat makan (1 fungsi), maka termasuk kategori Indeks Katz B.
Perawat menguji status mental seorang lansia berusia 78 tahun menggunakan instrumen Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ). Lansia tidak mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai tanggal hari ini, hari apa sekarang, nama presiden saat ini, dan salah melakukan pengurangan angka berurutan matematika dasar. Total kesalahan jawaban didapatkan sebanyak 4 item. Apakah tingkat kerusakan intelektual lansia tersebut?
Pembahasan: Interpretasi skor kesalahan SPMSQ:
Kesalahan 0-2: Fungsi intelektual utuh;
Kesalahan 3-4: Kerusakan intelektual ringan;
Kesalahan 5-7: Kerusakan intelektual sedang;
Kesalahan 8-10: Kerusakan intelektual berat. Karena jumlah kesalahan adalah 4, maka termasuk Kerusakan Intelektual Ringan.
Pembahasan: Interpretasi skor kesalahan SPMSQ:
Kesalahan 0-2: Fungsi intelektual utuh;
Kesalahan 3-4: Kerusakan intelektual ringan;
Kesalahan 5-7: Kerusakan intelektual sedang;
Kesalahan 8-10: Kerusakan intelektual berat. Karena jumlah kesalahan adalah 4, maka termasuk Kerusakan Intelektual Ringan.
Seorang lansia berusia 65 tahun mengeluh nyeri bengkak hebat kemerahan pada sendi ibu jari kaki kanan (metatarsophalangeal). Hasil pemeriksaan kadar asam urat serum melonjak tinggi mencapai 9,2 mg/dL. Manakah modifikasi diet gizi harian yang wajib diajarkan perawat untuk menekan serangan berulang?
Pembahasan: Penyakit Gout Artritis dipicu oleh penumpukan kristal monosodium urat akibat metabolisme purin berlebih. Intervensi utama adalah membatasi makanan tinggi purin (seperti jeroan, makanan laut, emping melinjo, sarden, daging merah) dan meningkatkan hidrasi air putih.
Pembahasan: Penyakit Gout Artritis dipicu oleh penumpukan kristal monosodium urat akibat metabolisme purin berlebih. Intervensi utama adalah membatasi makanan tinggi purin (seperti jeroan, makanan laut, emping melinjo, sarden, daging merah) dan meningkatkan hidrasi air putih.
Perawat mengkaji kondisi psikososial seorang lansia yang tampak sering murung, menarik diri dari kegiatan panti, merasa hidupnya kosong, dan merasa tidak memiliki harapan di usia tua. Apakah nama instrumen standar skrining depresi yang paling tepat digunakan?
Pembahasan: Geriatric Depression Scale (GDS) adalah instrumen kuesioner baku emas yang digunakan secara klinis untuk mendeteksi dan mengukur tingkat keparahan risiko depresi khusus pada populasi lanjut usia (lansia).
Pembahasan: Geriatric Depression Scale (GDS) adalah instrumen kuesioner baku emas yang digunakan secara klinis untuk mendeteksi dan mengukur tingkat keparahan risiko depresi khusus pada populasi lanjut usia (lansia).
Seorang lansia berusia 80 masehi menderita Demensia Alzheimer stadium sedang di panti werdha. Lansia sering mengalami disorientasi waktu dan tempat, mendadak lupa kamarnya, serta sering mengira perawat adalah ibunya yang sudah lama meninggal. Manakah intervensi modalitas kognitif harian yang paling tepat dipimpin oleh perawat?
Pembahasan: Terapi Orientasi Realitas (TOR) menggunakan alat bantu kalender besar, jam dinding, papan nama, atau foto keluarga sangat efektif dilakukan secara berkala untuk merangsang srikulasi memori dan meminimalkan disorientasi pada lansia demensia.
Pembahasan: Terapi Orientasi Realitas (TOR) menggunakan alat bantu kalender besar, jam dinding, papan nama, atau foto keluarga sangat efektif dilakukan secara berkala untuk merangsang srikulasi memori dan meminimalkan disorientasi pada lansia demensia.
Perawat mengukur skor fungsional Barthel Index pada seorang lansia pasca stroke kronis. Dari total 10 item kegiatan ADL yang dinilai (mandi, makan, eliminasi, berpindah, dsb), total akumulasi skor aktual yang didapatkan lansia adalah 11 poin. Masuk dalam klasifikasi ketergantungan manakah lansia tersebut?
Pembahasan: Klasifikasi skor Barthel Index:
Skor 20: Mandiri total;
Skor 12-19: Ketergantungan ringan;
Skor 9-11: Ketergantungan sedang;
Skor 5-8: Ketergantungan berat;
Skor 0-4: Ketergantungan total. Karena skor didapatkan 11, maka masuk klasifikasi Ketergantungan Sedang.
Pembahasan: Klasifikasi skor Barthel Index:
Skor 20: Mandiri total;
Skor 12-19: Ketergantungan ringan;
Skor 9-11: Ketergantungan sedang;
Skor 5-8: Ketergantungan berat;
Skor 0-4: Ketergantungan total. Karena skor didapatkan 11, maka masuk klasifikasi Ketergantungan Sedang.
Seorang lansia perempuan berusia 68 tahun menderita Osteoartritis (OA) kronis lutut bilateral. Lansia mengeluh nyeri ngilu kaku pada kedua lutut saat digerakkan terutama sehabis bangun tidur. Apakah edukasi prinsip perlindungan sendi (joint protection) yang tepat diajarkan perawat?
Pembahasan: Prinsip joint protection pada pasien OA lutut adalah meminimalkan stres mekanis vertikal berlebih pada sendi lutut. Edukasi yang tepat meliputi: menghindari naik turun tangga berulang, membatasi jongkok lama, menurunkan berat badan badan jika obesitas, serta menggunakan alas kaki datar sol empuk.
Pembahasan: Prinsip joint protection pada pasien OA lutut adalah meminimalkan stres mekanis vertikal berlebih pada sendi lutut. Edukasi yang tepat meliputi: menghindari naik turun tangga berulang, membatasi jongkok lama, menurunkan berat badan badan jika obesitas, serta menggunakan alas kaki datar sol empuk.
Perawat melakukan skrining mobilitas fisik dan prediksi risiko jatuh pada lansia menggunakan uji fungsional motorik dinamis: lansia diminta berdiri dari kursi tanpa sandaran tangan, berjalan lurus sejauh 3 meter, berbalik arah, berjalan kembali, lalu duduk. Waktu tempuh diukur menggunakan stopwatch. Apakah nama instrumen pengkajian gerontik tersebut?
Pembahasan: Prosedur klinis evaluasi keseimbangan dinamis dan risiko jatuh dengan mengukur kecepatan waktu berdiri-berjalan 3 meter-duduk kembali secara standar dinamakan Timed Up and Go (TUG) Test.
Pembahasan: Prosedur klinis evaluasi keseimbangan dinamis dan risiko jatuh dengan mengukur kecepatan waktu berdiri-berjalan 3 meter-duduk kembali secara standar dinamakan Timed Up and Go (TUG) Test.
Perawat memberikan penyuluhan kesehatan mengenai proses penuaan biologis pada lansia. Perawat menjelaskan bahwa penuaan terjadi akibat akumulasi molekul oksigen tidak stabil dan sangat reaktif yang merusak membran sel, DNA, dan protein kolagen organ seiring bertambahnya usia, yang dapat dicegah dengan asupan antioksidan. Apakah teori biologi menua yang dimaksud?
Pembahasan: Teori penuaan biologi yang menyatakan bahwa kerusakan seluler akumulatif disebabkan oleh molekul sampingan metabolisme oksigen yang kehilangan elektron (tidak stabil) disebut Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory).
Pembahasan: Teori penuaan biologi yang menyatakan bahwa kerusakan seluler akumulatif disebabkan oleh molekul sampingan metabolisme oksigen yang kehilangan elektron (tidak stabil) disebut Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory).
Perawat komunitas mengumpulkan data agregat kesehatan di suatu kelurahan menggunakan kerangka pengkajian Community as Partner (Anderson & McFarlane). Perawat mendata total jumlah penduduk harian, sebaran kelompok umur, angka kematian bayi, rasio jenis kelamin, serta komposisi suku dan agama warga setempat. Disebut apakah komponen data pengkajian tersebut?
Pembahasan: Dalam model Community as Partner, data mengenai total populasi, struktur umur, jenis kelamin, mortalitas, rasio demografis, suku, dan agama merupakan komponen utama dari Inti Komunitas (Community Core).
Pembahasan: Dalam model Community as Partner, data mengenai total populasi, struktur umur, jenis kelamin, mortalitas, rasio demografis, suku, dan agama merupakan komponen utama dari Inti Komunitas (Community Core).
Hasil angket survei kesehatan perawat komunitas di suatu RW didapatkan: 65% warga usia produktif menderita Hipertensi, 70% warga tetap gemar mengonsumsi makanan tinggi natrium/asin, 80% pria merokok aktif di dalam rumah, serta tidak ada posbindu PTM yang berjalan aktif. Apakah diagnosis keperawatan komunitas utama yang tepat?
Pembahasan: Adanya masalah kesehatan agregat (hipertensi) dibarengi kegagalan menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan faktor risiko penyakit serta kebiasaan buruk masyarakat menegakkan diagnosis Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko.
Pembahasan: Adanya masalah kesehatan agregat (hipertensi) dibarengi kegagalan menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan faktor risiko penyakit serta kebiasaan buruk masyarakat menegakkan diagnosis Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko.
Perawat komunitas selesai melakukan tabulasi, analisis data survei kesehatan (Community Diagnosis), dan merumuskan diagnosa prioritas. Perawat kemudian mengundang tokoh masyarakat, kader kesehatan, RT/RW, dan puskesmas untuk memaparkan hasil survei serta menyusun rencana aksi pemecahan masalah bersama. Apakah nama forum musyawarah tersebut?
Pembahasan: Forum pertemuan warga dan tokoh masyarakat di komunitas untuk memaparkan hasil survei pengkajian (Survey Mawas Diri) serta menyepakati rencana tindak lanjut pemecahan masalah kesehatan disebut Musyawarah Masyarakat Desa/Kelurahan (MMD).
Pembahasan: Forum pertemuan warga dan tokoh masyarakat di komunitas untuk memaparkan hasil survei pengkajian (Survey Mawas Diri) serta menyepakati rencana tindak lanjut pemecahan masalah kesehatan disebut Musyawarah Masyarakat Desa/Kelurahan (MMD).
Perawat komunitas menyelenggarakan kegiatan pos pembinaan terpadu (Posbindu) PTM berupa skrining massal pemeriksaan tekanan darah berkala, tes gula darah acak gratis, serta penimbangan lingkar perut warga untuk mendeteksi dini kasus hipertensi dan diabetes terselubung. Termasuk dalam tingkatan pencegahan manakah aktivitas tersebut?
Pembahasan: Tindakan pencegahan yang berfokus pada deteksi dini penyakit (early detection/screening) serta pengobatan segera (prompt treatment) untuk mencegah komplikasi lanjut diklasifikasikan sebagai Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention).
Pembahasan: Tindakan pencegahan yang berfokus pada deteksi dini penyakit (early detection/screening) serta pengobatan segera (prompt treatment) untuk mencegah komplikasi lanjut diklasifikasikan sebagai Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention).
Perawat komunitas berkeliling wilayah desa binaan menggunakan sepeda motor, mengamati kondisi tata letak perumahan warga, kebersihan sanitasi selokan, keberadaan tumpukan sampah terbuka, jenis transportasi warga, serta aktivitas sosial warga di ruang publik secara langsung. Apakah nama metode pengkajian observasional visual tersebut?
Pembahasan: Metode pengkajian keperawatan komunitas melalui observasi langsung secara visual berkeliling area geografis menggunakan kendaraan guna memperoleh gambaran umum lingkungan (ruang, sub-sistem) disebut Windshield Survey.
Pembahasan: Metode pengkajian keperawatan komunitas melalui observasi langsung secara visual berkeliling area geografis menggunakan kendaraan guna memperoleh gambaran umum lingkungan (ruang, sub-sistem) disebut Windshield Survey.
Perawat komunitas melaksanakan program pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan membentuk kelompok ‘Kader Jumantik Mandiri’ yang dilatih dari barisan ibu-ibu pkk setempat. Perawat memfasilitasi kemandirian kader agar mampu melakukan pemantauan jentik nyamuk mandiri di lingkungan RT masing-masing secara berkelanjutan. Apakah strategi intervensi komunitas yang dominan?
Pembahasan: Strategi intervensi komunitas yang melibatkan, melatih, dan memandirikan masyarakat (kader) untuk mengorganisasikan diri sendiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan lokal disebut Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment).
Pembahasan: Strategi intervensi komunitas yang melibatkan, melatih, dan memandirikan masyarakat (kader) untuk mengorganisasikan diri sendiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan lokal disebut Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment).
Hasil pengkajian perawat di suatu wilayah kelurahan menunjukkan: angka cakupan Imunisasi Dasar Lengkap bayi drop hanya mencapai 45% dalam setahun terakhir, terjadi letupan kasus Penyakit Difteri sebanyak 4 kasus balita, serta tidak ada media informasi edukasi imunisasi yang berjalan. Apakah diagnosis keperawatan komunitas yang paling tepat?
Pembahasan: Adanya masalah kesehatan komunitas ditandai keterbatasan program/cakupan kesehatan (imunisasi rendah) disertai tingginya angka insidensi penyakit (letupan kasus difteri) menegakkan diagnosis Defisit Kesehatan Komunitas.
Pembahasan: Adanya masalah kesehatan komunitas ditandai keterbatasan program/cakupan kesehatan (imunisasi rendah) disertai tingginya angka insidensi penyakit (letupan kasus difteri) menegakkan diagnosis Defisit Kesehatan Komunitas.
Perawat komunitas memberikan suntikan Imunisasi Campak-Rubella (MR) massal pada kelompok anak usia sekolah dasar di wilayah binaan untuk mencegah terjadinya penularan epidemi infeksi virus campak secara luas di komunitas. Termasuk tingkat pencegahan manakah tindakan perawat tersebut?
Pembahasan: Tindakan pencegahan yang dilakukan sebelum penyakit terjadi (fase pre-patogenesis) melalui perlindungan spesifik (seperti imunisasi/vaksinasi) atau promosi kesehatan diklasifikasikan sebagai Pencegahan Primer (Primary Prevention).
Pembahasan: Tindakan pencegahan yang dilakukan sebelum penyakit terjadi (fase pre-patogenesis) melalui perlindungan spesifik (seperti imunisasi/vaksinasi) atau promosi kesehatan diklasifikasikan sebagai Pencegahan Primer (Primary Prevention).
Perawat komunitas mengevaluasi keberhasilan program pembentukan posyandu lansia ‘Sehat Mandiri’ di desa binaan setelah 6 bulan berjalan. Manakah indikator luaran (outcome) utama yang paling valid untuk menilai efektivitas keberhasilan program kesehatan agregat tersebut?
Pembahasan: Indikator luaran utama keberhasilan program pelayanan komunitas dinilai dari tingkat partisipasi/cakupan kehadiran target populasi (lansia yang rutin datang ke posyandu $\ge 80\%$) serta adanya tren perbaikan status kesehatan (penurunan komplikasi penyakit lansia).
Pembahasan: Indikator luaran utama keberhasilan program pelayanan komunitas dinilai dari tingkat partisipasi/cakupan kehadiran target populasi (lansia yang rutin datang ke posyandu $\ge 80\%$) serta adanya tren perbaikan status kesehatan (penurunan komplikasi penyakit lansia).